HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Metode Demonstrasi Melalui Media Animasi Ditinjau dari Kemampuan

Judul Skripsi :  Pembelajaran Fisika dengan Metode Demonstrasi Melalui Media Animasi dan Kit Ipa Ditinjau dari Kemampuan Awal dan Motivasi Belajar Siswa

 A. Latar Belakang Masalah

Permasalahan disikapi dengan memberikan rangsangan dengan mencoba menggunakan metode pembelajaran yang berupa metode demonstrasi. Metode demonstrasi melalui media animasi pada satu kelas eksperimen dan kelas yang lain menggunakan KIT. Metode demonstrasi dengan media Animasi diharapkan siswa akan lebih termotivasi, tertantang, asyik dan menjadi menyenangkan dalam belajar fisika sehingga prestasi belajarnyapun diharapkan akan meningkat, sebagaimana penelitian yang telah dilakukan Aleksandriya Aleksandrova, 2007, dan Nadezhda Nancheva dengan judul “E-test with physics video demonstrations Department of Physics, University of Rousse”, (www.mptl12.ifd.uni.wroc.pl diakses 5 Desember 2010) diterangkan bahwa siswa harus belajar tidak hanya aplikasi hukum, prinsip-prinsip dan fakta tetapi juga, yang paling penting, mereka harus belajar untuk berpikir, untuk memahami dan menjelaskan fenomena. Dalam kasus lain hal yang serupa dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui media pernah juga dilakukan oleh Ricardo Trumper, 2003, dengan judul “The Physics Laboratory – A Historical Overview and Future Perspectives” (www.oranim.ac.il/sites/heb/SiteCollectionImages/personal/ricardo/ S_E2003.pdf,diakses 12 Desember 2010) diterangkan bahwa pengajaran fisika yang berhubungan dengan konstruktivis mungkin tidak hanya memotivasi peserta didik, tetapi menyediakan cara mudah bagi siswa untuk mengembangkan pemahaman intuitif dari fenomena fisika abstrak sehingga pada penelitian tersebut berkeyakinan bahwa dengan dibantu media viasualisasi dengan komputer merupakan perspektif yang menjanjikan dalam mengajar fisika.

Dari latar belakang dan berbagai sumber yang pernah dilakukan oleh beberapa peneliti di Negara lain penulis mengangkat judul pada Penelitian tesis ini “Pembelajaran Fisika dengan Metode Demonstrasi melalui Media Animasi dan KIT IPA Ditinjau dari Kemampuan Awal dan Motivasi Belajar Siswa” (Studi Kasus pada Pokok Bahasan: Gerak Lurus untuk Siswa Kelas VII MTsN Taliwang Sumbawa Barat tahun 2010/2011).

B. Rumusan Masalah

  1. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran dengan metode demonstrasi menggunakan media Animasi dan media KIT?
  2. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah?
  3. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi dengan siswa yang mempunyai motivasi rendah?

C. Kajian Teori

Metode Demonstrasi

Salah satu metode pembelajaran adalah metode demonstrasi. Metode ini sangat cocok diterapkan di awal pembelajaran maupun di tengah pembelajaran untuk menjelaskan suatu barang atau proses kepada siswa secara visual. Metode ini membuat siswa melihat suatu prinsip atau cara kerja suatu alat secara langsung dan tidak hanya melalui gambar atau penjelasan saja.

Media Animasi

Suatu medium (jamak: media) adalah perantara/pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Dalam kaitannya dengan pengajaran-pembelajaran, media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sehingga terjadi proses belajar. Contoh-contohnya termasuk video, televisi, computer, diagram, bahan-bahan tercetak, itu semua dapat dipandang media jika medium itu membawa pesan yang berisi tujuan pengajaran.

KIT IPA

Alat peraga KIT Ilmu Pengetahuan Alam adalah peralatan IPA yang diproduksi dan dikemas dalam kotak unit pengajaran, yang menyerupai rangkaian peralatan uji coba keterampilan proses pada bidang studi IPA serta dilengkapi dengan buku pedoman penggunaannya. Wibawa dan Mukti (1992: 52) mengatakan bahwa “Media/alat peraga KIT Ilmu Pengetahuan Alam atau loan boxes merupakan salah satu dari media tiga dimensi”. Media tiga dimensi dapat memberi pengalaman yang mendalam dan pemahaman yang lengkap akan benda-benda nyata. Loan boxes adalah kotak yang mempunyai bentuk dan besarnya sesuai dengan keperluan. Kotak ini diisi dengan itemitem yang berhubungan dengan unit pelajaran. Menurut Berta (1996: 17), media Kit IPA adalah peralatan IPA yang diproduksi dan dikemas dalam bentuk kotak unit pengajaran, yang menyerupai rangkaian peralatan uji coba keterampilan proses pada bidang studi IPA dan dilengkapi dengan buku pedoman penggunaannya.

Motivasi Belajar Siswa

Motivasi dalam penelitian ini merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari dalam diri siswa untuk memberikan kesiapan agar tujuan yang telah ditetapkan tercapai. Sedangkan belajar dalam penelitian ini merupakan suatu proses yang dilakukan siswa untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang lebih baik dan sebelumnya sebagai hasil pengalaman siswa dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

D. Metodelogi Penelitian

Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen, sebagai populasi adalah seluruh siswa kelas 7 MTsN Taliwang Sumbawa Barat tahun 2010/2011, yang terdiri dari 4 kelas, sedangkan sampelnya diambil dengan cara cluster random sampling yang terdiri dari 2 kelas. Kelas 7C diberi pembelajaran dengan Media KIT dan kelas 7D diberi pembelajaran dengan Media Animasi.

Data dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar untuk kemampuan awal dan prestasi belajar siswa dan quisioner untuk motivasi belajar siswa.

Hipotesis diuji dengan Anova 3 jalan dengan sel tak sama dengan desain faktorial 2 x 2 x 2.

E. Kesimpulan

1. Pembelajaran Fisika melalui media Animasi lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan media KIT pada pokok bahasan Gerak Lurus bagi siswa kelas VII MTs Negeri Taliwang Sumbawa Barat tahun pelajaran 2010/2011. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji statistik Fhitung = 8.721 > Ftabel = 4.00. Demikian juga dari hasil analisis uji lanjut didapatkan: Fhitung = 7.821 > Ftabel = 4.00. Rerata prestasi belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan Media KIT IPA A2 = x 60.63 lebih rendah dibanding rerata prestasi belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan Media Animasi = A2 x 69.23.

2. Kemampuan Awal Siswa ternyata tidak memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar fisika pada pokok bahasan Gerak Lurus bagi siswa kelas VII MTs Negeri Taliwang Sumbawa Barat tahun pelajaran 2010/2011. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji statistik Fhitung = 0.078 < Ftabel = 4.00. Dari hasil uji statistik menunjukkan bahwa Fhitung < Ftabel, Rerata prestasi fisika pokok bahasan Gerak Lurus peserta didik yang mempunyai Kemampuan awal tinggi dan rendah masing-masing B1 = x 65.29 dan = B2 x 64.03. Dari data tersebut rerata prestasi belajar tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan sehingga secara keseluruhan dapat dijelaskan bahwa siswa yang meiliki Kemampuan awal tinggi dan rendah prestasinya hampir sama.

3. Motivasi Belajar Siswa memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar fisika pada pokok bahasan Gerak Lurusbagi siswa kelas VII MTs Negeri Taliwang Sumbawa Barat tahun pelajaran 2010/2011. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji statistik Fhitung = 4.831 > Ftabel = 4.00. Dari hasil uji statistik menunjukkan bahwa Fhitung > Ftabel, demikian juga hasil analisis uji lanjut yang didapatkan : Fhitung = 5.052 > Ftabel = 4.00. Rerata prestasi fisika pokok bahasan Gerak Lurus siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi = C1 x 67,21, lebih besar dari pada rerata prestasi fisika pokok bahasan Gerak Lurus siswa yang mempunyai Motivasi belajar rendah = C2 x 61,22. Dari data tersebut secara keseluruhan dapat dijelaskan bahwa siswa yang meiliki motivasi belajar tinggi memperoleh prestasi belajar lebih baik dibanding dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah.

Incoming search terms:

Leave a Reply