HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Eksperimentasi Media Visual Ditinjau Dari Aktivitas Siswa

Contoh Tesis– Eksperimentasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dengan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Berbantuan Media Nyata Dan Media Visual Ditinjau Dari Aktivitas Siswa

Pembelajaran Visual Eksperimentasi Media Visual Ditinjau Dari Aktivitas Siswa

A.  Latar Belakang Masalah

Mutu pendidikan di Indonesia sering dipandang lebih rendah dibandingkan negara lain. Hal ini disebabkan karena dalam beberapa kontes matematika tingkat internasional, peringkat siswa Indonesia masih berada di bawah peringkat siswa dari negara lain. Sebagai contoh prestasi Indonesia dalam kontes matematika antar negara seperti TIMSS dan PISA. Menurut laporan TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) tahun 2007, suatu studi internasional yang mengukur dan membandingkan kemampuan matematika siswa-siswa antarnegara. Pada penguasaan  matematika siswa  grade 8 (setingkat SMP), negara Indonesia berada di peringkat  ke-36 dari 48 negara. Sedangkan  menurut  Program for International Assessment (PISA) tahun 2003,  rerata skor siswa Indonesia  usia 15  tahun mengenai literasi matematika  (mathematics  literacy)  adalah 360  dan berada pada peringkat ke-38 dari 39 negara yang berpartisipasi (Budiyono dalam http://budiyono.staff.fkip.uns.ac.id/metodologi-penelitian/).

Rendahnya prestasi belajar matematika di Indonesia mungkin disebabkan karena sebagian guru mata pelajaran matematika masih menerapkan model pembelajaran secara konvensional dimana pembelajaran masih berpusat pada guru dan bukan berpusat pada siswa. Guru terbiasa menyampaikan pelajaran dalam bentuk jadi dimana guru memberitahukan suatu rumus kepada siswa tanpa menjelaskan bagaimana cara memperoleh rumus tersebut. Selanjutnya siswa diberi contoh tentang bagaimana menerapkan rumus tersebut dalam penyelesaian masalah.  Akibatnya siswa lebih terlatih melakukan proses perhitungan yang berkaitan dengan rumus tertentu tanpa mengetahui bagaimanakah rumus tersebut diperoleh. Selain itu, siswa kurang aktif dalam belajar karena siswa hanya memperhatikan, mencatat dan menghitung sesuai dengan contoh yang telah diberikan. Proses pembelajaran yang demikian tentu saja kurang memberi tantangan bagi siswa sehingga siswa mudah merasa bosan dan kurang paham akan makna dari apa yang telah dipelajari serta pemahaman siswa tentang konsep yang dipelajari kurang kuat. Akibatnya pengetahuan yang diperoleh oleh siswa mudah hilang dan siswa sering mengalami kesulitan apabila menghadapi jenis soal matematika yang berbeda.

B.  Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah di atas, maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut.

  1. Manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik dalam pembelajaran matematika,  model pembelajaran  berbasis  masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik  berbantuan  media nyata,  model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan media visual atau pembelajaran konvensional?
  2. Manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik, siswa dengan aktivitas belajar tinggi, sedang atau rendah?

C.   Hasil Penelitian

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa :

  1. Model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan media nyata memberikan prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan media visual serta model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan media nyata dan media visual memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran konvensional.
  2. Prestasi belajar matematika siswa dengan aktivitas tinggi sama baiknya dengan prestasi belajar siswa dengan aktivitas sedang, serta prestasi belajar matematika siswa dengan aktivitas belajar tinggi dan sedang lebih baik daripada prestasi belajar siswa dengan aktivitas rendah.
  3. Pada masing-masing media pembelajaran, prestasi belajar matematika siswa dengan aktivitas tinggi sama baiknya dengan prestasi belajar matematika siswa dengan aktivitas sedang, serta prestasi belajar matematika siswa dengan aktivitas tinggi dan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa dengan aktivitas rendah
  4. Pada masing-masing kategori aktivitas belajar, model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan media nyata sama efektifnya dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan media visual, serta model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan media nyata dan media visual lebih efektif daripada pembelajaran konvensional.

D. Saran

  1. Guru hendaknya menerapkan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media nyata maupun media visual dalam pembelajaran khususnya pada kompetensi dasar menghitung luas permukaan dan volum bangun ruang sisi datar.
  2. Sekolah perlu menyediakan sarana dan prasarana yang memadai sehingga guru dapat mengembangkan kreatifitas mengajarnya.
Incoming search terms:

Leave a Reply