HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Metode Pembelajaran Demonstrasi

Pengertian Metode Pembelajaran Demonstrasi

Yang di maksud dengan Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada siswa.

Untuk memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat di lakukan oleh guru atau anak didik itu sendiri. Metode Demonstran cukup baik apabila di gunakan dalam penyampaian bahan pelajaran fiqih, misalnya bagaiamana cara berwudu, shalat, memandikan orang mati, tawaf pada waktu haji,dan yang lainnya.

Langkah-langkah Pelaksanaan Pembelajaran Demonstrasi

Perencanaan:

Dalam perencanaan hal-hal yang dilakukan ialah ;

  • Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang di harapkan dapat tercapai setelah metode demontrasi berakhir
  • Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan di laksanakan
  • Memperhitungkan waktu yang di butuhkan
  • Selama demonstrasi berlangsung guru haru intropeksi diri apakah:
    • Keterangan-keterangan dapat di dengar dengan jelas oleh siswa
    • Apakah semua media yang di gunaka telah di tempatkan pada posisi yang baik, hingga semua siswa dapat melihat semuanya dengan jelas
    • Siswa di sarankan membuat catatan yang dianggap perlu Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik

Pelaksanaannya:

Hal-hal yang mesti di lakukan adalah:

  • Memeriksa hal-hal tersebut di atas untuk kesekian kalinya
  • Melakukan demonstrasi dengan menarik perhatian siswa
  • Mengingat pokok-pokok materi yang akan di demonstrasikan agar mencapai sasaran
  • Memperhatikan kedaan siswa, apakah semuanya mengikuti demonstrasi dengan baik

Evaluasi:

Dalam kegiatan evaluasi ini dapat berupa pemberian tugas, seperti membuat laporan,menjawab pertanyaan, mengadakan latihan lebih lanjut, baik di sekolah ataupun di rumah.

Kelebihan Metode Demonstrasi

  • Terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, siswa disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
  • Proses pembelajaran akan lebih menarik
  • Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan.

Kekurangan Metode Demonstrasi

  • Memerlukan keterampilan guru secara khusus.
  • Memerlukan waktu yang banyak.
  • Memerlukan kematangan dalam perancangan atau persiapan.

Tujuan Metode Demonstrasi

Tujuan pengajaran menggunakan metode demonstrasi adalah untuk memperlihatkan proses terjadinya suatu peristiwa sesuai materi ajar, cara pencapaiannya dan kemudahan untuk dipahami oleh siswa dalam pengajarn kelas. Metode demonstrasi mempunyai beberapa kelebihan dan kelekurangan.

 

Manfaat Metode Demonstrasi

Manfaat psikologis dari metode demonstrasi adalah :

  1. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
  2. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
  3. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.

Aspek Penting Dalam Metode Demonstrasi

Adapun aspek yang penting dalam menggunakan Metode Demonstrasi adalah:

  1. Demonstrasi akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak bisa di amati dengan seksama oleh siswa. Misalnya alatnya terlalu kecil atau penjelasannya tidak jelas.
  2. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak di ikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga.
  3. Tidak semua hal dapat di Demonstrasikan di kelas karna sebab alat-alat yang terlalu besar atau yang berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas.

Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia 3-4 Tahun Melalui Metode Demonstrasi

Di dalam kegiatan anak usia dini, banyak jenis kegiatan yang tidak cukup dimengerti oleh anak apabila hanya disampaikan dengan penjelasan verbal, tetapi perlu penjelasan dengan cara memperlihatkan suatu cara kerja berupa tindakan/gerakan. Misalnya, dalam kegiatan keterampilan yang  berupa melipat, menggunting, membentuk.

Demonstrasi dapat dilakukan sebagai improvisasi  maupun dirancang terlebih dahulu. Keduanya sangat efektif dalam kegiatan pembelajaran pada anak usia dini. Metode demonstrasi yang dipadukan dengan metode penemuan, memungkinkan guru membimbing anak menemukan hal-hal baru berdasarkan praduga atau hipotesis yang disusun oleh anak. Dari hasil pembuktian itu anak akan dapat menarik kesimpulan yang berlaku secara umum. Anak-anak membuat praduga dengan menerapkan pengetahuan yang telah dimilikinya dan mengujinya pada kegiatan demonstrasi tersebut.

Demonstrasi dapat pula dipadukan dengan metode ekspositorik. Dalam metode ekspositorik guru menyajikan informasi kepada anak dengan cara menjelaskan melalui buku, film atau slide. guru menjelaskan kepada anak apa yang diharapkan terjadi apabila guru melakukan tindakan tertentu.

Metode demonstrasi bisa juga dilakukan melalui dramatisasi. Dramatisasi banyak dipergunakan dalam  bidang bahasa maupun sosial. Berdasarkan hasil penelitian, baik demonstrasi murni (menjelaskan–menunjukkan-mengerjakan) maupun demonstrasi sebagai kegiatan dramatisasi merupakan kegiatan yang efektif bagi anak usia dini. Pembelajaran dikatakan efektif apabila guru dapat membimbing anak-anak memasuki situasi yang memberikan pengalaman-pengalaman yang menimbulkan kegiatan belajar pada anak.

Incoming search terms:

Leave a Reply