HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Metode TAI dan GI Ditinjau dari Kemampuan Awal dan Kemampuan Matematik Siswa

Judul Tesis : Pembelajaran Kimia Melalui Metode TAI dan GI Ditinjau dari Kemampuan Awal dan Kemampuan Matematik Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Mai Neo (2007) telah menggunakan teknologi multimedia dalam kegiatan pembelajarannya sehingga memungkinkan siswa untuk ikut aktif dalam kegiatan belajar mereka sendiri. Siswa bekerja kelompok dalam lingkungan pembelajaran pemecahan masalah (problem solving). Para siswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan permasalahan mereka sebagai suatu tim, dengan guru bertindak sebagai suatu fasilitator yang mendukung dalam belajar mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode ini meningkatkan pembelajaran dan pemahaman siswa. Dari hasil penelitian ini maka akan tepat apabila permasalahan siswa kurang aktif dan kurangnya penggunaan media komputer diatasi dengan pembelajaran kooperatif yang dilengkapi media komputer.

Kondisi siswa yang kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan belum diikutkannya siswa dalam proses pembentukan pemahaman menjadi alasan penggunaan metode pembelajaran kooperatif. Agar siswa aktif pada saat pembelajaran materi pokok stoikiometri dan untuk meminimalkan peranan guru maka dipilih metode TAI (Team Assisted Individualization), dimana dalam pembelajarannya dibantu seorang asisten yang dipilih dari siswa dengan kemampuan yang relatif tinggi daripada siswa yang lain. Pilihan lain untuk menjadikan siswa aktif pada kegiatan pembelajaran adalah penggunaan metode pembelajaran GI (Group Investigation), dimana dalam pembelajaran ini siswa dikondisikan untuk aktif mencari informasi dari berbagai sumber.

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah pengaruh pembelajaran kimia dengan menggunakan metode TAI dan GI terhadap prestasi belajar siswa?
  2. Adakah pengaruh kemampuan awal siswa tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa?
  3. Adakah pengaruh kemampuan matematik siswa tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa?

C. Tinjauan Pustaka

Metode Pembelajaran TAI (Teams Assisted Individualization)

Metode pembelajaran TAI (Teams Assisted Individualization) adalah suatu metode pembelajaran dimana dalam suatu kelompok terdapat seorang siswa yang lebih mampu, berperan sebagai asisten yang bertugas membantu secara individual siswa lain yang kurang mampu. Dalam hal ini peran pendidik hanya sebagai fasilitator dan mediator dalam proses belajar mengajar. Pendidik cukup menciptakan kondisi lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didiknya.

Metode Pembelajaran GI (Group Investigation)

Pandangan John Dewey dalam Slavin (2008: 214-215) menyatakan bahwa kooperatif di dalam kelas sebagai sebuah prasyarat untuk bisa menghadapi berbagai masalah kehidupan yang kompleks dalam masyarakat demokrasi. Kelas adalah tempat sebuah tempat kreatifitas kooperatif dimana guru dan murid membangun proses pembelajaran yang didasarkan pada perencanaan mutual dari berbagai pengalaman, kapasitas, dan kebutuhan mereka masing-masing.

Kemampuan Awal

Kemampuan awal merupakan kesanggupan yang telah ada pada siswa sebelum memasuki materi pelajaran berikutnya yang lebih tinggi. Menurut Winkel (1996: 230) “kemampuan awal dapat dirumuskan sebagai keseluruhan kenyataan kepribadian, sosial, institusional, dan situasional yang kaitannya dalam tujuan instruksional, dapat berpengaruh terhadap kelangsungan proses belajar mengajar dalam kelas”. Dari pendapat tersebut maka dapat dirumuskan definisi kemampuan awal adalah kemampuan berupa penguasaan materi pelajaran yang merupakan dasar dalam mempelajari materi pelajaran berikutnya yang lebih tinggi tingkatan pemahamannya.

Kemampuan Matematik

Yang sesuai untuk pembelajaran kimia di SMA yang terkait dengan hitungan adalah adalah Understanding Number, yang berupa pengoperasian angka-angka untuk menyelesaikan permasalahan hitungan dan juga Computation and Knowledge, yaitu perhitungan sederhana menggunakan metode kertas-pensil. Sedangkan Non- Numerical Processes, akan sangat berperan dalam kemampuan pandang ruang.

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen.

Populasi adalah seluruh kelas X SMA Negeri 3 Magelang tahun pelajaran 2009/2010, sejumlah 6 kelas.

Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 4 kelas.

Teknik pengumpulan data kemampuan awal, kemampuan matematik, dan prestasi belajar kognitif digunakan metode tes, sedangkan prestasi belajar afektif digunakan metode angket. Instrumen diujicobakan di SMA Negeri 2 Magelang.

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi tiga jalan dengan sel tak sama.

Kesimpulan

1. Prestasi belajar kognitif siswa yang diajar menggunakan metode GI lebih baik daripada prestasi belajar kognitif siswa yang diajar menggunakan metode TAI dengan nilai rataan prestasi kognitif berturut-turut 75.80 dan 68.93. Demikian pula pada prestasi belajar afektif, prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan metode GI lebih baik daripada yang diajar menggunakan metode TAI dengan nilai rataan prestasi afektif berturut-turut 141.18 dan 136.77. Sehingga terdapat pengaruh penggunaan metode pembelajaran TAI dan GI terhadap prestasi belajar kimia pada materi stoikiometri kelas X semester gasal SMA Negeri 3 Magelang tahun pelajaran 2009/2010, yaitu.

2. Siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar kognitif yang lebih baik daripada siswa yang memiliki kemampuan awal rendah dengan nilai rataan prestasi kognitif berturut-turut 74.45 dan 69.74. Sedangkan prestasi belajar afektif yang diperoleh siswa dengan kemampuan awal tinggi relatif sama dengan siswa yang memiliki kemampuan awal rendah dengan nilai rataan prestasi afektif berturut-turut 139.30 dan 138.57. Sehingga terdapat pengaruh kemampuan awal tinggi dan kemampuan awal rendah terhadap prestasi kognitif namun tidak terhadap prestasi belajar afektif pada materi stoikiometri kelas X semester gasal SMA Negeri 3 Magelang tahun pelajaran 2009/2010.

3. Siswa yang memiliki kemampuan matematik rendah mempunyai prestasi belajar kognitif yang lebih baik daripada siswa yang memiliki kemampuan matematik tinggi dengan nilai rataan prestasi kognitif berturut-turut 75.25 dan 68.47. Sedangkan prestasi belajar afektif yang diperoleh siswa yang memiliki kemampuan matematik tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki kemampuan matematik rendah dengan nilai rataan prestasi afektif berturut-turut 140.24 dan 138.04. Sehingga terdapat pengaruh kemampuan matematik tinggi dan kemampuan matematik rendah terhadap prestasi belajar kognitif dan prestasi belajar afektif pada materi stoikiometri kelas X semester gasal SMA Negeri 2 Magelang tahun pelajaran 2009/2010.

Incoming search terms:

Leave a Reply