Integrated marketing communication (IMC), atau komunikasi pemasaran terpadu, adalah cara mengelola semua bentuk komunikasi merek agar membawa pesan yang sama dan saling menguatkan. IMC sering dipakai sebagai variabel atau kerangka analisis dalam skripsi dan tesis pemasaran, terutama yang meneliti kesadaran merek, citra merek, keputusan pembelian, dan loyalitas. Artikel ini membahas pengertian IMC menurut para ahli, elemen dan prinsipnya, proses komunikasi pemasaran, langkah perencanaan, serta cara menjadikan IMC variabel penelitian.
Pengertian Integrated Marketing Communication Menurut Para Ahli
Sampai sekarang belum ada satu definisi IMC yang disepakati semua ahli. Wu dkk. (2022) memetakan 534 artikel IMC di Web of Science dan Scopus terbitan 1991–2020 dan merangkum bagaimana definisinya bergeser dari waktu ke waktu.
| Sumber | Inti definisi |
|---|---|
| American Association of Advertising Agencies (1989) | Konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang memadukan iklan, pemasaran langsung, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat |
| Schultz (1992) | Pengelolaan semua sumber informasi yang diterima pelanggan, untuk mendorong pembelian dan menjaga loyalitas |
| Duncan (1992); Duncan dan Caywood (1996) | Koordinasi strategis semua pesan dan media untuk membentuk nilai merek, dengan penekanan pada hubungan |
| Schultz dan Schultz (1998) | Proses bisnis strategis untuk merencanakan, menjalankan, dan mengevaluasi program komunikasi merek yang terkoordinasi |
| Kliatchko (2005, 2008) | Konsep sekaligus proses yang digerakkan oleh audiens, mencakup pemangku kepentingan, isi pesan, saluran, dan hasil |
Sumber: dirangkum dari Wu dkk. (2022).
Dari tabel terlihat pergeseran fokus: dari menggabungkan alat promosi, ke mengelola hubungan dengan pelanggan, lalu ke proses bisnis yang berpusat pada audiens dan hasil yang terukur. Bila Anda menulis Bab 2, sebutkan definisi mana yang Anda pakai dan alasannya, karena pilihan itu menentukan indikator yang diukur.
Elemen Bauran Promosi dalam IMC
Belch dan Belch (2021) membahas iklan dan promosi dari sudut pandang IMC dan mengelompokkan bauran promosi ke dalam enam elemen. IMC tidak mewajibkan semua elemen dipakai; yang penting, elemen yang dipilih membawa pesan yang sama dan punya peran yang jelas.

| Fungsi utama | Contoh | |
|---|---|---|
| Iklan | Menjangkau khalayak luas dan membangun kesadaran merek | Iklan televisi, radio, media cetak, papan reklame |
| Pemasaran langsung | Berkomunikasi langsung dengan pelanggan tertentu dan memancing respons | Surel, katalog, pesan langsung |
| Pemasaran digital dan interaktif | Membangun interaksi dua arah dan komunitas | Situs web, media sosial, iklan daring |
| Promosi penjualan | Mendorong pembelian dalam waktu dekat | Diskon, kupon, hadiah, sampel gratis |
| Hubungan masyarakat dan publisitas | Membangun citra dan kepercayaan publik | Rilis media, acara, sponsor |
| Penjualan personal | Meyakinkan pembeli secara tatap muka | Tenaga penjual, presentasi produk |
Pembahasan lebih rinci tentang memilih alat promosi ada di artikel teori strategi promosi, sedangkan peran ulasan pelanggan di media daring dibahas di artikel electronic word of mouth.
Prinsip IMC: Bukan Sekadar Memakai Banyak Saluran
Banyak orang mengira IMC berarti berpromosi di sebanyak mungkin saluran. Padahal, inti IMC adalah keterpaduan. Dari definisi-definisi di atas dan penelitian tentang konsistensi komunikasi, ada lima prinsip yang bisa dipegang:
- Berangkat dari audiens. Pesan dan saluran dipilih berdasarkan siapa pelanggannya dan bagaimana mereka mencari informasi (Kliatchko, dalam Wu dkk., 2022). Langkah ini terkait erat dengan segmentasi, penentuan target, dan positioning.
- Memakai semua titik kontak. Kemasan, layanan pelanggan, dan pengalaman di toko ikut menyampaikan pesan merek, bukan hanya iklan (Schultz, dalam Wu dkk., 2022).
- Satu suara. Pesan dan citra merek harus konsisten di semua alat komunikasi. Šeri? dkk. (2020) menyebut konsistensi ini sebagai prinsip inti IMC.
- Membangun hubungan. Tujuan akhirnya bukan hanya penjualan sesaat, tetapi kepercayaan dan loyalitas pelanggan (Duncan, dalam Wu dkk., 2022).
- Direncanakan dan dievaluasi. IMC adalah proses yang punya tujuan terukur dan dievaluasi secara berkala (Schultz & Schultz, dalam Wu dkk., 2022).
Proses Komunikasi Pemasaran
IMC bekerja di atas proses komunikasi yang sama dengan komunikasi pada umumnya. Memahami unsurnya membantu peneliti menentukan di titik mana masalah komunikasi terjadi.
| Unsur | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Sumber | Pihak yang mengirim pesan | Perusahaan atau merek |
| Penyandian (encoding) | Mengubah gagasan menjadi kata, gambar, atau simbol | Tim kreatif menyusun materi iklan |
| Pesan dan saluran | Isi yang dikirim beserta media pembawanya | Video promosi di media sosial |
| Penguraian (decoding) | Cara penerima menafsirkan pesan | Konsumen memahami manfaat produk |
| Penerima | Khalayak sasaran | Calon pembeli usia 18–25 tahun |
| Respons dan umpan balik | Reaksi penerima yang kembali ke sumber | Komentar, klik, pembelian |
| Gangguan (noise) | Apa pun yang mengaburkan pesan | Iklan pesaing, pesan yang saling bertentangan |
Pesan yang tidak konsisten antarsaluran termasuk gangguan yang diciptakan merek itu sendiri. Inilah alasan IMC menekankan satu suara.
Langkah Menyusun Perencanaan IMC

- Kenali audiens. Tentukan segmen sasaran, kebutuhan, dan kebiasaan medianya.
- Analisis situasi. Pelajari produk, pesaing, dan posisi merek, misalnya dengan analisis SWOT.
- Tetapkan tujuan komunikasi. Pilih tujuan yang terukur, misalnya menaikkan kesadaran merek, minat, atau pembelian ulang.
- Rancang pesan inti. Rumuskan satu janji merek yang akan dibawa semua saluran.
- Padukan saluran. Tentukan peran setiap elemen: iklan untuk menjangkau, media sosial untuk interaksi, promosi penjualan untuk mendorong pembelian.
- Ukur dan evaluasi. Bandingkan hasil dengan tujuan, lalu gunakan temuan sebagai masukan untuk siklus berikutnya.
Untuk kampanye yang sepenuhnya daring, lihat juga artikel teori kampanye digital.
IMC sebagai Variabel Penelitian: Dimensi dan Indikator
Dalam penelitian kuantitatif, IMC biasanya diukur dengan salah satu dari dua pendekatan berikut. Pilih pendekatan yang sesuai dengan definisi yang Anda pakai di Bab 2.
| Pendekatan | Yang diukur | Contoh | Catatan |
|---|---|---|---|
| Elemen bauran promosi | Penilaian responden terhadap setiap elemen promosi yang dipakai merek | Meilinda dkk. (2022) memakai pemasaran langsung, hubungan masyarakat, dan pemasaran interaktif sebagai dimensi | Mudah disusun, tetapi lebih mengukur keterpaparan pada tiap saluran daripada keterpaduannya |
| Konsistensi komunikasi yang dirasakan | Seberapa seragam pesan dan citra merek yang dilihat pelanggan di berbagai alat komunikasi | Šeri? dkk. (2020) mengukur konsistensi pesan dan citra lintas alat komunikasi | Lebih dekat dengan inti IMC; cocok untuk model hubungan merek dengan pelanggan |
Contoh butir untuk pendekatan konsistensi (ilustrasi; rujuk butir asli di artikel sumber dan uji ulang validitas serta reliabilitasnya):
- Pesan merek X di iklan, media sosial, dan toko terasa sama.
- Tampilan logo, warna, dan slogan merek X seragam di semua media.
- Informasi dari tenaga penjual sesuai dengan yang saya lihat di iklan merek X.
- Promosi merek X tidak bertentangan dengan citra yang ingin dibangunnya.
Butir semacam ini biasanya dijawab dengan skala Likert lima poin.
Contoh model penelitian. Terinspirasi dari Šeri? dkk. (2020), model sederhananya adalah konsistensi IMC (X) memengaruhi kepercayaan merek (M), lalu kepercayaan merek memengaruhi loyalitas merek (Y), dengan jalur langsung X ke Y tetap diuji. Model dengan variabel perantara seperti ini lazim dianalisis dengan SEM-PLS; cara menguji efek tidak langsungnya dijelaskan di artikel variabel intervening di SmartPLS. Variabel hasil lain yang sering dipasangkan dengan IMC adalah kesadaran merek, citra merek, dan keputusan pembelian.
Ingat bahwa survei yang diambil sekali hanya menunjukkan hubungan statistik antarvariabel, bukan bukti sebab-akibat.
Kesalahan yang Sering Muncul dalam Penelitian IMC
- Menyamakan IMC dengan banyaknya saluran. Merek yang aktif di lima media belum tentu terpadu. Bila judul Anda memakai istilah IMC, ukur juga keterpaduannya, bukan hanya keberadaan tiap saluran.
- Definisi dan indikator tidak sejalan. Bab 2 mengutip definisi yang menekankan konsistensi pesan, tetapi kuesioner hanya menanyakan iklan dan diskon. Penguji biasanya langsung menanyakan ketidaksesuaian ini.
- Objek komunikasi tidak jelas. Sebutkan merek, kampanye, dan periode yang dinilai responden. Tanpa itu, jawaban responden bisa merujuk ke pengalaman yang berbeda-beda.
- Responden belum pernah terpapar komunikasi merek. Tambahkan pertanyaan penyaring, misalnya pernah melihat iklan atau akun media sosial merek tersebut dalam tiga bulan terakhir.
Contoh Penelitian tentang IMC
| Penelitian | Objek dan data | Analisis | Temuan utama |
|---|---|---|---|
| Šeri? dkk. (2020) | 452 responden yang menilai merek makanan cepat saji | SEM-PLS | Konsistensi komunikasi yang dirasakan berpengaruh langsung dan kuat terhadap kepercayaan dan loyalitas merek; pengaruhnya terhadap komitmen afektif positif tetapi tidak signifikan |
| Meilinda dkk. (2022) | 100 pelanggan sebuah gerai makanan cepat saji di Karawang; sampel dengan rumus Slovin | Regresi linier berganda | Pemasaran langsung, hubungan masyarakat, dan pemasaran interaktif secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian; R² = 0,558 |
| Wu dkk. (2022) | 534 artikel IMC di Web of Science dan Scopus, 1991–2020 | Scientometrik dengan CiteSpace | Lima tema utama: teori dan model IMC, komunikasi merek, media, pelanggan, dan strategi pemasaran; agenda riset mencakup media sosial, siaran langsung, dan metaverse |
| Rachmadani (2024) | Literatur tentang IMC dan konsumen milenial | Studi literatur dengan analisis tematik | Konsistensi pesan, media sosial, iklan digital, influencer, dan acara dinilai mendukung kesadaran merek; tantangan utamanya koordinasi antarbagian |
Ide topik lain bisa Anda lihat di daftar judul tesis manajemen pemasaran dan 20 grand teori penelitian pemasaran.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya IMC dengan bauran promosi? Bauran promosi adalah daftar alat komunikasi yang tersedia. IMC adalah cara mengelola alat-alat itu agar membawa pesan yang sama dan saling menguatkan. Jadi, sebuah merek bisa memakai banyak alat promosi tanpa menerapkan IMC.
Apakah IMC sama dengan pemasaran terpadu atau komunikasi pemasaran terpadu? Dalam penelitian manajemen, istilah komunikasi pemasaran terpadu adalah padanan Indonesia untuk IMC. Istilah “pemasaran terpadu” juga sering dipakai dengan makna yang sama, tetapi sebaiknya gunakan istilah yang dipakai sumber rujukan Anda secara konsisten.
Indikator IMC mana yang sebaiknya dipakai di kuesioner? Sesuaikan dengan definisi di Bab 2. Bila Anda mengikuti definisi berbasis alat promosi, gunakan elemen bauran promosi. Bila Anda menekankan keterpaduan, ukur konsistensi pesan dan citra yang dirasakan pelanggan.
Analisis apa yang cocok untuk penelitian IMC? Regresi linier berganda cukup untuk model sederhana dengan satu variabel terikat. Bila model Anda punya variabel perantara atau beberapa variabel laten, SEM-PLS lebih tepat.
Sedang menyusun penelitian tentang komunikasi pemasaran? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda menajamkan model dan variabel melalui konsultasi judul dan metode penelitian, mendampingi penyusunan kuesioner dan Bab 3 melalui layanan pendampingan skripsi dan tesis, serta membantu analisis regresi atau SEM-PLS melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Belch, G. E., & Belch, M. A. (2021). Advertising and promotion: An integrated marketing communications perspective (12th ed.). McGraw-Hill Education.
Meilinda, D., Dharta, F. Y., & Oxcygentri, O. (2022). Pengaruh integrated marketing communication terhadap keputusan pembelian pada pelanggan Burger King Galuh Mas Karawang. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(9), 3268–3278.
Rachmadani, R. (2024). Analisis pengaruh komunikasi pemasaran terpadu (IMC) terhadap brand awareness di kalangan konsumen milenial. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(3), 10788–10794.
Šeri?, M., Ozreti?-Došen, ?., & Škare, V. (2020). How can perceived consistency in marketing communications influence customer–brand relationship outcomes? European Management Journal, 38(2), 335–343.
Wu, L., Danko, Y., Chen, F., Yao, X., & Zhang, F. (2022). Mapping the literature of integrated marketing communications: A scientometric analysis using CiteSpace. Innovative Marketing, 18(1), 152–167.









Leave a Reply