HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Lengkap tentang Integrated Marketing Communication menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Integrated Marketing Communication

Gambaran dari Integrated Marketing Communication

Definisi Integreted Marketing Communication

Komunikasi pemasaran terpadu atau Integrated Marketing Communication (IMC) adalah sebuah konsep dimana suatu perusahaan mengintegrasikan dan mengkoordinasikan berbagai saluran komunikasi untuk mengirim pesan yang jelas, konsisten, dan meyakinkan berkenaan dengan perusahaan dan produknya. (Kotler dan Amstrong; 2005).

 

Teori Lengkap tentang Integrated Marketing Communication menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Integrated Marketing Communication

 

 

 

Sedangkan definisi IMC menurut American Association of Advertising Agencies adalah sebuah konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang memberikan nilai tambah terhadap suatu perencanaan yang mendalam dengan cara melakukan evaluasi terhadap peran strategis dari berbagai macam ilmu komunikasi dan mengkombinasikannya untuk menghasilkan keakuratan, konsistensi, dan efek komunikasi secara maksimal melalui integrasi dari pesan – pesan yang terpisah.

Paul Smith (1996), dalam artikelnya yang berjudul Admap menyatakan bahwa IMC adalah konsep sederhana yang menyatukan semua bentuk dari komunikasi menjadi satu kesatuan solusi. Pada intinya IMC mengintegrasikan semua alat-alat promosi sehingga alat-alat tersebut dapat bekerja bersama-sama secara harmonis.

Langkah-langkah proses perencanaan IMC

Kenali target konsumen

Sebelum kamu menyusun rencana, selalu pastikan terlebih dahulu siapa yang akan menjadi konsumen kamu. Lakukan analisa terhadap produk kamu. Cari tahu orang-orang seperti apa yang bersedia untuk membeli produk kamu, lalu kelompokkan mereka berdasarkan kategori seperti umur, gaya hidup, income, dan lain-lain.

Teori Lengkap tentang Integrated Marketing Communication menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Integrated Marketing Communication

 

Hal ini harus kamu lakukan karena tidak semua orang akan membeli produk kita. Selalu komunikasikan pesanmu kepada target konsumen yang spesifik. Ini akan membantu pesanmu agar tersampaikan dengan baik dan di saat yang bersamaan, itu akan menghemat biaya pengeluaran perusahaan.

  • Menganalisa situasi

Selanjutnya, lakukan analisa yang mendalam mengenai produk kamu. Cari tau kelebihan, kekurangan, kesempatan, dan ancaman yang ada di produkmu dengan menggunakan SWOT analysis. Dengan begitu, kamu akan tahu bagaimana kondisi produkmu sekarang, dan ini akan membantumu untuk merancang strategi komunikasi yang efektif.

Selain itu, lakukan juga analisa terhadap produk yang ditawarkan oleh kompetitormu. Pelajari keunggulan dan kekurangan dari kompetitormu, mulai dari produk, strategi pemasaran, dan situasi perusahaan mereka di dalam pasar. Belajarlah dari kompetitormu agar kamu tidak melakukan kesalahan yang mereka sudah lakukan.

  • Membuat marketing objectives

Tentukan tujuan dari strategi marketing kamu. Tanyakan pada dirimu apa yang perusahaanmu sedang butuhkan. Apakah kamu ingin produkmu dikenal banyak orang? Atau kamu ingin meningkatkan penjualan di perusahaanmu? Tujuan dari strategi marketing akan menjadi tema atau konsep yang akan kamu pegang selama merancang strategimu. Semua hal yang berkaitan dengan strategimu, seperti isi pesan, konsep, dan media akan bersumber pada tujuanmu.

  • Menyusun strategi

Lihat kembali tujuan apa yang ingin kamu capai. Itulah yang akan menentukan bagaimana kamu menyusun strategimu. Pada tahap ini, kamu harus mencari ide dalam hal konsep dan tema. Kemudian susun pesan yang ingin kamu sampaikan. Tentukan juga bagaimana kamu akan menyampaikannya. Apakah dalam bentuk video, gambar, atau tulisan. Setelah itu baru kamu dapat menentukan channel apa yang akan kamu gunakan. Apakah kamu akan beriklan di tv, mengadakan event, melakukan promosi, atau terjun di social media.

  • Evaluasi

Akhiri strategi marketingmu dengan evaluasi. Evaluasi kembali mulai dari target konsumen, tujuan, dan strategimu. Apakah konsumenmu mendapatkan pesan yang kamu ingin sampaikan dengan baik? Apakah channel yang kamu gunakan dapat menyampaikan pesan dengan efektif? Apakah isi pesanmu sudah cukup kuat? Apakah tujuanmu sudah tercapai?

Manfaat IMC

  • Membentuk identitas merk yang kuat di pasar dengan mengikat bersama dan memperkuat semua citra dan pesan komunikais perusaahn.
  • Mengkoordinasikan semua pesan, positioning dan citra, serta identitas perusahaan melalui semua bantuk komunikasi pemasaran.
  • Adanya hubungan yang lebih erat antara perusahaan (mellaui produk/jasanya) dengan para konsumennya.

Teori-teori dari gambar Integrated Marketing Communication

Tujuan dari Integrated Marketing Communication

Komunikasi pemasaran terpadu mengarah ke pengembangan dan pemeliharaan hubungan pelanggan perusahaan yang baik dan harmonis. Strategi yang digunakan mempromosikan merek perusahaan untuk klien potensial, meyakinkan mereka untuk mencoba merek-merek baru. Efek keseluruhan adalah bahwa perusahaan menikmati margin keuntungan meningkat yang merupakan satu-satunya alasan perusahaan menjalankan fungsinya. Klik disini untuk mengetahui fungsi perusahaan.

Fungsi Media Komunikasi

Burgon dan Huffer juga menjelaskan fungsi media komunikasi yang berteknologi tinggi ialah sebagai berikut

  1. Efisiensi penyebaran informasi; dengan adanya media komunikasi terlebih yang hi-tech akan lebih membuat penyebaran informasi menjadi efisien. Efisiensi yang dimaksudkan di sini ialah penghematan dalam biaya, tenaga, pemikiran dan waktu. Misalnya, ketika kita ingin mempromosikan produk dari perusahaan kita, akan lebih efisien dan murah jika menggunakan media komunikasi seperti facebook, twitter dll.
  2. Memperkuat eksistensi informasi; dengan adanya media komunikasi yang hi-tech, kita dapat membuat informasi atau pesan lebih kuat berkesan terhadap audience/ komunikate.
  3. Mendidik, mengarahkan dan mempersuasi; media komunikasi yang berteknologi tinggi dapat lebih menarik audience. Sebagaimana kita pelajari pada bab sebelumnya tentang komunikasi persuasi maka hal yang menarik tentunya mempermudah komunikator dalam mempersuasi, mendidik dan mengarahkan karena adanya efek emosi positif.
  4. Menghibur/ entertain/ joyfull; media komunikasi berteknologi tinggi tentunya lebih menyenangkan (bagi yang familiar) dan dapat memberikan hiburan tersendiri bagi audience. Bahkan jika komunikasi itu bersifat hi-tech maka nilai jualnya pun akan semakin tinggi. Misalnya, presentasi seorang marketing akan lebih mempunyai nilai jual yang tinggi jika menggunakan media komunikasi hi-tech daripada presentasi yang hanya sekedar menggunakan metode konvensional.
  5. Kontrol sosial; media komunikasi yang berteknologi tinggi akan lebih mempunyai fungsi pengawasan terhadap kebijakan sosial. Seperti misalnya, informasi yang disampaikan melalui TV dan internet akan lebih mempunyai kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah sehingga pemerintah menjadi cepat tanggap terhadap dampak kebijakan tersebut.

Contoh Tesis yang membahas tentang Integrated Marketing Communication

Contoh Tesis 1 : Analisis Penerapan Integrated Marketing Communication pada Produk Berbasis Teknologi dalam Membangun Keputusan Pembelian ( Studi Kasus Pemasaran Produk Elektronik Panasonic)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimanakah Integrated Marketing Communication (IMC) yang terdiri dari advertising, personal selling, sales promotion, public relations & publicity, direct marketing, serta interactive marketing dapat mendorong terjadinya keputusan pembelian konsumen produk elektronik rumah tangga. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang didapat dari kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku teks, internet dan jurnal.

Dari hasil analisis yang diuji didapat public relations dan direct marketing berpengaruh positif dan paling mempengaruhi terhadap keputusan pembelian produk elektronik. Sedangkan advertising, personal selling, sales promotion serta interactive marketing juga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk elektronik rumah tangga tetapi tidak setinggi dua bauran komunikasi lainnya. Hal ini berarti keputusan pembelian produk elektronik rumah tangga lebih dipengaruhi oleh public relations dan direct marketing.

 

Contoh Tesis 2 : Pengaruh Integrated Marketing Communication terhadap Minat Beli Melalui Asosiasi Merek Pada Bank Muamalat di Kotabumi

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh integrated marketing communication terhadap minat beli melalui asosiasi merek yang di dimensikan dari variable integrated marketing communication berupa iklan, promosi penjualan, acara, penjualan pribadi, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner terhadap 90 responden. Teknik analisis data menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada pengujian hipotesis yang petama: iklan berpengaruh tidak signifikan terhadap asosiasi merek. Selanjutnya pada hasil hipotesis kedua adalah: Promosi berpengaruh tidak signifikan terhadap asosiasi merek. Pada hasil pengujian hipotesis ketiga : Acara berpengaruh tidak signifikan terhadap asosiasi merek. Pada hasil pengujian hipotesis keempat : penjualan pribadi berpengaruh signifikan terhadap asosiasi merek. Pada hasil pengujian hipotesis kelima: Hubungan Masyarkat berpengaruh tidak signifikan terhadap asosiasi merek. Pada hasil pengujuian hipotesis keenam: Pemasaran Langsung berpengaruh signifikan terhadap asosiasi merek.

 

Contoh Tesis 3 : Analisa Penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) oleh PONS

Dalam hal penjualan personal, PONDS menempatkan sales promotion girl (SPG) di setiap counternya untuk menjajakan langsung produk dan bersedia memberikan pelanggan konsultasi. POND’S sangat kreatif dalam melakukan promosi penjualan dengan mengadakan berbagai cara seperti diskon potongan harga, kupon, kontes, undian dan pemberian sampel. Siaran pers, laporan tahunan, profil perusahaan, prospektus, komentar pembaca, dan pemberian sampel. Siaran pers, laporan tahunan, profil perusahaan, prospektus, komentar pembaca, dan layanan masyarakat (bersama Unilever), saluran peduli konsumen, dan katalog digital diterapkan oleh PON’S dengan baik di berbagai media terutama internet melalui website dan media sosial.

Strategi terakhir berupa acara dan pengalaman dijalankan oleh POND’S dengan menyelenggarakan launching, relaunching, POND’S beautylogy, PON’S concert dan serial film pendek.

 

Contoh Tesis 4 : Strategi Integrated Marketing Communication (IMC) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dalam melakukan usaha rebranding (Studi Kasus mengenai Strategi serta Kampanye Rebranding Semen Indonesia)

PT Semen Indonesia (Persero), Tbk merupakan perusahaan semen BUMN terbesar di Indonesia yang terbentuk atas penggabungan empat perusahaan semen, yaitu Semen Gresik,Semen Padang, Semen Tonasa serta Semen Thang Long Vietnam. Dengan adanya restrukturisasi korporasi, maka Semen Indonesia melakukan usaha rebranding seiring dengan perubahan identitas perusahaan. Salah satu hal yang sangat penting dalam proses rebranding adalah penyampaian informasi mengenai perubahan identitas perusahaan terhadap masyarakat secara luas untuk menjaga brand loyalty. Usaha tersebut dapat dilakukan melalui integrated marketing communication (IMC) yang efektif, maka dalam penelitian ini penulis mencari tahu mengenai strategi serta implementasi kampanye yang dilakukan oleh Semen Indonesia dalam melakukan usaha rebranding. Penulis melakukan studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan secara rinci mengenai strategi IMC serta implementasi kampanye rebranding Semen Indonesia melalui observasi di lapangan, wawancara dan pengumpulan dokumen. Melalui penelitian ini, ditemukan bahwa strategi IMC yang dilakukan Semen Indonesia setelah rebranding memiliki perbedaan yang cukup signifikan dibanding dengan strategi perusahaan terdahulu. Pasca rebranding, Semen Indonesia ingin menampilkan karakter brand essence baru yang nasionalis, elegan dan kokoh. Hal tersebut tentu turut mengubah positioning, differentiation, tone and manner, serta brand identity perusahaan. Sedangkan targeting dan segmentation tidak banyak mengalami perubahan, kecuali demografi target market yang meluas ke pasar Asean. Strategi IMC rebranding tersebut diimplementasikan dalam saluran serta program kampanye komunikasi pemasaran terpadu yang meliputi advertising, sales promotion, event and experiences, public relation and publicity, direct marketing, word-of-mouth marketing, serta online marketing. Di sisi lain, personal selling dan interactive marketing tidak begitu digencarkan karena sifatnya yang kurang masif.

 

Contoh Tesis 5 : Integrated Marketing Communications (IMC) di PT Halo Rumah Bernyanyi

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penerapan Integrated Marketing Communications (IMC) yang dilihat dari aspek segmentation, targeting dan positioning. Metode penelitian adalah studi kasus dengan menggunakan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IMC di PT Halo Rumah Bernyanyi dibuat dalam satu strategi dan tidak memerhatikan kompleksitas dari aspek segmentation, targeting dan positioning sebagai pedoman dasar. Langkah tersebut dinilai tidak efektif karena dapat mengakibatkan “kanibalisasi” antar brand, terlebih jika perhatian terhadap target konsumen diabaikan sebelum menyusun perencanaan IMC.

 

Contoh Tesis 6 : Pengaruh Integrated Marketing Communication (IMC) dan Public Relations terhadap Citra Merek dan Keputusan Pembelian ( Survei pada Pengunjung HARRIS Hotel & Conventions Malang )

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh Integrated Marketing Communication (IMC) dan Public Relations terhadap Citra Merek dan Keputusan Pembelian. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel yang diambil sebanyak 100 orang responden yang merupakan pengunjung HARRIS Hotel & Conventions Malang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen data kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis jalur. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dapat diketahui dari nilai signifikansi F dari semua jalur bernilai <0,05, sehingga semua hipotesis nol dalam penelitian ini ditolak yang berarti setiap jalur mempunyai pengaruh yang signifikan. Integrated Marketing Communication (IMC) terhadap Citra Merek memiliki nilai Beta sebesar 0,485. Public Relations terhadap Citra Merek memiliki nilai Beta sebesar 0,518. Integrated Marketing Communication (IMC) terhadap Keputusan Pembelian memiliki nilai Beta sebesar 0,332. Public Relations terhadap Keputusan Pembelian memiliki nilai Beta sebesar 0,452. Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian memiliki nilai Beta sebesar 0,457.

 

Contoh Tesis 7 : Integrated Marketing Communications (IMC) di PT Halo Rumah Bernyanyi

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penerapan Integrated Marketing Communications (IMC)  yang dilihat dari aspek segmentation, targeting dan positioning.  Metode penelitian  adalah  studi  kasus  dengan  menggunakan  wawancara  mendalam.  Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa  penerapan  IMC  di PT  Halo Rumah  Bernyanyi dibuat dalam  satu  strategi dan tidak memerhatikan kompleksitas dari aspek segmentation, targeting dan positioning sebagai pedoman dasar. Langkah tersebut dinilai tidak efektif karena dapat mengakibatkan “kanibalisasi” antar  brand,  terlebih  jika  perhatian  terhadap  target  konsumen  diabaikan  sebelum  menyusun perencanaan IMC.

 

Contoh Tesis 8 : Analisis Manajemen Pemasaran Produk Melalui Metode Integrated Marketing Communication di Rumah Zakat Kantor Cabang Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen pemasaran produk yang melalui metode Integrated Marketing Communication yang menggunakan enam elemen pada metode Integrated Marketing Communication yaitu Advertising, Sales Promotion, Direct Selling, Public Relation, Marketing Interactive dan Personal Selling serta mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam memasarkan produk yang dihadapi oleh Rumah Zakat kantor cabang Semarang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif sebagai pendekatan dalam penelitian guna memperoleh data dan menggunakan metode analitik sebagai teknik analisis data. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, interview dan dokumentasi. Penelitian ini yaitu deskriptif yang tidak menggunakan perhitungan, sehingga akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang selaku narasumber dan perilaku yang diamati.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Rumah Zakat kantor cabang Semarang terintegrasi oleh Rumah Zakat pusat di Bandung dalam penerapan metode Integrated Marketing Communication. Rumah Zakat kantor cabang Semarang menerapkan keenam elemen tersebut untuk memenuhi target tahunan dan memasarkan produkproduk Rumah Zakat yang terkonsep dalam program “Big Smile Indonesia” dengan 4 elemen integrasi sosial yaitu Senyum Juara, Senyum Sehat, Senyum Mandiri dan Senyum Lestari. Rumah Zakat kantor cabang Semarang telah menerapkan metode Integrated Marketing Communication selama kurang lebih 5 tahun dan menghasilkan muzzaki serta mustahiq yang mendukung produkproduk Rumah Zakat kantor cabang Semarang dalam membantu dan mensejahterakan seluruh masyarakat Indonesia melalui bidang Zakat, Infaq dan Shodaqoh. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil data yang diperoleh dari para narasumber di Rumah Zakat kantor cabang Semarang. Namun masih ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan yaitu dalam pemaksimalan wilayah Jawa Tengah dan khususnya Kota Semarang sebagai Integrated Communited Development Rumah Zakat kantor cabang Semarang. Kemudian konsekuensi yang harus dilakukan oleh tim Rumah Zakat kantor cabang Semarang terhadap pemasaran produk adalah agar lebih meningkatkan service dan jaminan serta trusting yang diberikan kepada para muzzaki ke mustahiq melalui Rumah Zakat kantor cabang Semarang.

Dalam penelitian ini peneliti menemukan hal menarik untuk dibahas lebih mendalam, yaitu Rumah Zakat menjadi satu-satunya Lembaga Bisnis Islam yang bekerja pada bidang ZIS yang telah menerapkan metode Integrated Marketing Communication dalam proses pemasaran produk-produk yang dimiliki oleh Rumah Zakat. Dan hal ini pula menjadi bukti bahwa pemasaran modern pada metode Integrated Marketing Communication bukan hanya dapat diimplementasikan pada perusahaan konvensional skala nasional maupun internasional tetapi metode Integrated Marketing Communication juga dapat dan mampu diterapkan pada lembaga bisnis Islam di Indonesia yang kian hari kian marak dan menjamur di negeri ini.

 

Contoh Tesis 9 : Strategy Integrated Marketing Communication Ponorogo City Center Dalam Meningkatkan Jumlah Pengunjung

Pusat perbelanjaan merupakan efek dari kemajuan jaman dan tekhnologi yang memungkinkan suatu daerah berkembang. Dalam penelitian ini membahas tentang penerapan strategi komunikasi pemasaran terpadu marketing communication Ponorogo City Center dalam meningkatkan jumlah pengunjung.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana IMC yang diterapkan dalam meningkatkan jumnlah pengunjung ponorogo city center dan juga faktor-faktor apa saja yang menghambat pelaksanaan atau penerapan IMC di Ponorogo City Center. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan 3 informan yaitu center manager, local marketing communication dan event organizer, dokumentasi dan observasi non partisipan. Hasil dari penelitian ini adalah Ponorogo City Center telah menerapkan beberapa elemen IMC. Karena dengan IMC inilah traffic pengunjung bisa meningkat. Elemen yang ada di IMC adalah periklanan, promosi penjualan, public relations, penjualan personal dan penjualan langsung

 

Contoh Tesis 10 : Strategi Integrated Marketing Communication (IMC) Telkom Flexi Dalam Membangun Brand Identity Sebagai Internet Broadband

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Strategi Integrated Marketing Communication (IMC) dalam membangun brand identity dengan studi kasus Telkom Flexi dalam membangun identity internet broadband.Dinamika serta persaingan pasar telekomunikasi, menuntut Telkom Flexi untuk membentuk brand identity yang kuat. Brand identity tersebut dibangun melalui komunikasi menggunakan strategi IMC berlandaskan segmentasi, targeting serta positioning. Fenomena inilah yang kemudian menjadi sebuah kajian yang menarik untuk diteliti, yaitu dengan melihat yang dituju Flexi ketika melakukan rebranding serta strategi IMC yang dilakukan Flexi untuk membangun identity internet broadband.Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif dengan data kualitatif.Melalui teknik pengumpulan in-depth interview serta observasi studi dokumentasi, peneliti melakukan wawancara kepada pihak manager dan staf Marketing dan Promotions Flexi.

 

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?