HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Ketrampilan Menghitung Terhadap Prestasi Belajar Siswa Ditinjau dari Interaksi

Tesis Pendidikan Matematika ~ Pengaruh Ketrampilan Menghitung Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Ditinjau dari Interaksi Edukatif Siswa Kelas XI SMA ~ Dalam bidang pendidikan timbul suatu proses interaksi antara individu dengan lingkungan sosial dan budaya. Interaksi berarti hal saling melakukan, aksi, berhubungan, mempengaruhi Sikap seorang guru di depan siswa didasarkan atas interaksi edukatif aktif sehingga kegiatan itu merangsang dan menantang siswa untuk ikut terlibat penuh. Interaksi edukatif adalah interaksi belajar mengajar sehingga harus dibedakan dari bentuk interaksi yang lain.

Penguasaan berbagai strategi belajar mengajar, pembinaan hubungan guru dengan siswa dan siswa dengan siswa akan sangat membantu terselenggaranya pengelolaan kelas yang baik. Pengelolaan kelas yang baik akan secara langsung memacu terjadinya interaksi belajar mengajar dari semua komponen yang terlibat di dalam proses belajar mengajar tersebut. Guru dan siswa mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari interaksi tersebut apabila diciptakan suatu hubungan atau interaksi yang mendasarkan pada tujuan pendidikan. Dengan demikian jelas bahwa hubungan aktif diperlukan dalam proses belajar mengajar sebagai salah  satu sarana yang menunjang tercapainya keberhasilan belajar siswa.

Jika siswa memiliki ketrampilan hitung yang tinggi dan didukung interaksi edukatif siswa tersebut kemungkinan akan memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik.

Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Ketrampilan Hitung terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Ditinjau dari Interaksi Edukatif Siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar.

Identifikasi Masalah

Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut :

  1. Masih rendahnya tingkat keikutsertaan atau partisipasi para siswa dalam mengikuti pelajaran matematika yang menimbulkan rendahnya prestasi belajar matematika.
  2. Masih kurang lancarnya proses belajar matematika dalam mencapai tujuan pengajaran yang menimbulkan rendahnya prestasi belajar matematika.
  3. Masih kurangnya perhatian guru untuk menumbuhkan dan mengembangkan minat belajar matematika pada diri siswa yang menimbulkan rendahnya prestasi belajar matematika.
  4. Masih adanya guru matematika yang kurang memperhatilakan tingkat interaksi edukatif yang positif antara guru dan siswa yang mendukung keberhasilan proses pengajaran yang dapat menimbulkan rendahnya prestasi belajar matematika.
  5. Rendahnya prestasi belajar akan berakibat pada kemerosotan mutu lulusan sehingga perlu dikaji faktor-faktor penyebab dan upaya untuk mengantisipasi masalah tersebut.
  6. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam proses belajar. Dalam mempelajari matematika perlu dikaji faktor apa saja yang secara dominan mempengaruhi keberhasilannya.
  7. Sebelum mengikuti mata pelajaran setiap siswa telah memiliki kemampuan tertentu dalam bidang matematika yang tentunya berbeda-beda yang akan mempengaruhi keberhasilan siswa dalam mempelajari matematika pada pokok bahasan saat itu.
  8. Kemampuan khusus lain akan mempengaruhi keberhasilan siswa dalam mempelajari matematika sehingga perlu dikaji pengaruh dari ketrampilan hitung dalam menyelesaikan soal matematika.

 

Pembatasan Masalah

Hasil belajar matematika sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor kognitif antara lain kemampuan umum, intelegensi, penalaran deduktif, penalaran induktif, kemampuan numerik, kemampuan verbal dan lain-lain. Dalam penelitian ini hanya akan diteliti faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika yaitu interaksi edukatif dan ketrampilan hitung. Agar penelitian terarah dan mudah dipahami maka perlu dibatasi permasalahannya sebagai berikut :

  1. Interaksi edukatif dibatasi pada interaksi antar guru bidang studi matematika dengan siswa dalam lingkungan sekolah atau dalam suasana edukatif/belajar.
  2. Ketrampilan hitung dibatasi pada ketrampilan hitung pada penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian.
  3. Prestasi belajar matematika diambil dari data nilai ujian akhir semester.

 

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang telah dikemukakan, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Apakah siswa yang mempunyai ketrampilan hitung tinggi menghasilkan prestasi belajar matematika pada ujian akhir semester yang lebih baik dibandingkan siswa yang memiliki ketrampilan hitung sedang dan rendah ? Apakah siswa yang mempunyai ketrampilan hitung sedang menghasilkan prestasi belajar matematika pada ujian akhir semester yang lebih baik dibandingkan siswa yang memiliki ketrampilan hitung rendah ?
  2. Apakah siswa yang mempunyai interaksi edukatif tinggi menghasilkan prestasi belajar matematika pada ujian akhir semester yang lebih baik dibandingkan siswa yang memiliki interaksi edukatif rendah ?
  3. Apakah ada pengaruh bersama ketrampilan hitung dan interaksi edukatif siswa terhadap prestasi belajar matematika pada ujian akhir semester ?

Leave a Reply