HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Metode Demonstrasi Diskusi dan Eksperimen dari Kemampuan Verbal

Latar Belakang Masalah Pembelajaran Fisika dari Kemampuan Verbal

Kemampuan verbal dalam pembelajaran Fisika meliputi kemampuan untuk memahami dan mengingat istilah dan simbol atau lambang dalam suatu besaran Fisika baik dalam konsep maupun dalam soal-soal. Di dalam Fisika banyak dijumpai simbol atau lambang besaran, sehingga peserta didik dituntut untuk mampu mengartikan simbol atau lambang besaran tersebut. Tanpa mengetahui arti simbol atau lambang besaran dalam Fisika, peserta didik akan kurang memahami konsep Fisika, maka dibutuhkan kemampuan verbal. Kekeliruan dalam memahami dan mengartikan simbol atau lambang mengakibatkan rendahnya prestasi belajar peserta didik.

Dengan demikian kemampuan verbal dapat mempengaruhi prestasi peserta didik, namun hal ini belum diperhatikan oleh pendidik. Untuk mempelajari materi Kalor dengan menggunakan demonstrasi diskusi dan eksperimen selain kemampuan verbal juga perlu diperhatikan gaya belajar peserta didik. Gaya belajar adalah karakter seseorang dalam menerima informasi kemudian mengatur dan mengolah informasi tersebut. Gaya belajar seseorang dibedakan atas gaya belajar visual, gaya belajar auditorial dan gaya belajar kinestetik. Gaya belajar visual adalah gaya belajar seseorang dengan cara melihat, menggambar grafik, melihat slide, film, demonstrasi dan lain sebagainya. Gaya belajar auditorial adalah gaya belajar seseorang dengan cara mendengar orang lain berbicara dan mendengarkan rekaman suara. Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar seseorang melalui sentuhan dan gerakan tangan.

Rumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh penggunaan model pembelajaran Fisika berbasis masalah dengan menggunakan metode demonstrasi diskusi dan eksperimen terhadap prestasi belajar Fisika?
  2. Apakah ada pengaruh kemampuan verbal tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar Fisika?
  3. Apakah ada pengaruh gaya belajar visual dan kinestetik terhadap prestasi belajar Fisika?

Tinjauan Pustaka

  1. Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) adalah pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.

  1. Metode Demonstrasi Diskusi

Metode demonstrasi adalah model mengajar dengan pendekatan visual agar peserta didik dapat mengamati proses, informasi, dan peristiwa.

  1. Metode Eksperimen

Menurut Sagala (2003), “Eksperimen adalah percobaan untuk membuktikan suatu pertanyaan atau hipotesis tertentu” dan “metode eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran di mana peserta didik melakukan percobaan dengan mengalami untuk membuktikan sendiri suatu pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari”.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2011 – Juni 2012. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Ponorogo tahun pelajaran 2011/2012. Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak (cluster random sampling).

Kelas demonstrasi diskusi terpilih kelas X-4, X-5 dan kelas eksperimen terpilih kelas X-3 dan X-7. Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan verbal, tes prestasi kognitif, angket gaya belajar, angket afektif, dan lembar observasi psikomotor.

Data dianalisis dengan ANAVA tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2 menggunakan bantuan Software SPSS 18.

Kesimpulan

Pembelajaran berbasis masalah dengan metode demonstrasi diskusi dan eksperimen terbukti membantu peserta didik dalam pemecahan masalah yang yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari khususnya pada materi Kalor. Dengan pembelajaran menggunakan metode eksperimen terbukti dapat menarik peserta didik untuk belajar lebih aktif sehingga sehingga peserta didik mampu memecahkan masalah-masalah yang dipelajari pada materi Fisika yang bersifat abstrak tetapi efeknya dapt dirasakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu pada materi Kalor.

Prestasi belajar Fisika peserta didik dapat meningkat dari sebelumnya, hal ini terbuktio dari rerata nilai prestasi belajar peserta didik dapat melampaui KKM. KKM di SMA Negeri 1 Ponorogo adalah 75, sedangkan rerata nilai prestasi belajar peserta didik yang menggunakan metode demonstrasi diskusi adalah 78 dan yang menggunakan metode eksperimen adalah 89.

Dengan demikian pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan metode eksperimen lebih baik daripada menggunakan metode demonstrasi diskusi. Peserta didik yang diberi pembelajaran berbasis masalah dengan metode eksperimen dan gaya belajar visual ternyata prestasi belajarnya lebih baik daripada peserta didik yang diberi pembelajaran berbasis masalah dengan metode demonstrasi diskusi dan gaya belajar kinestetik.

 

Leave a Reply