HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Fisika Berbasis Masalah Menggunakan Inkuiri Terbimbing dan Training

Judul Tesis : Pembelajaran Fisika Berbasis Masalah Menggunakan Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Training dengan Memperhatikan Kreativitas Verbal Siswa

 

A. Latar Belakang Masalah 

Sains sebagai ilmu pengetahuan memiliki sifat empiris, artinya berdasarkan pengalaman terutama yang diperoleh dari penemuan, percobaan dan pengamatan. (Budi Prasodjo, 2003: 4). Jadi untuk mempelajari mata pelajaran fisika, siswa hendaknya diberi kesempatan untuk membuktikan kebenaran dari teori yang telah dihasilkan oleh para ahli fisika, atau bahkan siswa diberi kesempatan untuk menemukan hal-hal yang baru. Selain itu siswa perlu diberi dorongan, motivasi dan sarana-sarana untuk mendalami mata pelajaran fisika.

Menurut Nana Sudjana (1996:52) ”keefektifan proses pembelajaran tercermin pada upaya siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan tujuan pembalajaran yang telah diterapkan. Keefektifan proses pebelajaran berkenaan dengan jalan, upaya, teknik dan strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal, tepat dan cepat”. Sedangkan menurut Roestiyah, N.K (1989: 1) ”bahwa didalam proses belajar pembelajaran guru harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau bisa disebut dengan metode pembelajaran”,

Dari uraian diatas, untuk mendapatkan mutu pendidikan yang lebih baik diperlukan metode yang sesuai dengan mata pelajaran fisika. Dengan adanya pengajaran fisika yang menggunakan metode pengajaran yang sesuai diharapkan siswa lebih mudah memahami materinya, dan siswa termotivasi untuk belajar fisika dengan baik.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran berbasis masalah menggunakan metode inkuiri training dan inkuiri terbimbing?
  2. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai kreativitas verbal tinggi, sedang, dan rendah?
  3. Apakah ada interaksi antara model pembelajaran inkuiri training dan inkuiri terbimbing serta kreativitas verbal siswa terhadap prestasi belajar fisika?

C. Landasan Teori

Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Instruction)

Selama bertahun-tahun telah banyak diteliti dan diciptakan bermacam-macam pendekatan mengajar atau model mengajar. Istilah model mempunyai makna yang lebih luas dari pada suatu strategi, metode atau prosedur. Model pengajaran mencakup suatu pendekatan pengajaran yang luas dan menyeluruh. Misalnya, problem-based model of instruction (model pengajaran berdasakan permasalahan), meliputi sekelompok kecil siswa bekerjasama memecahkan masalah yang telah disepakati bersama. Dalam model ini, siswa sering menggunakan bermacam-macam ketrampilan dan prosedur pemecahan masalah dan berpikir kritis.

Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Training

  • Pengertian Inkuiri

Kata inkuiri berasal dari bahasa Inggris “inquiry” yang artinya pernyataan atau penyelidikan. Barlow (1985) dalam Muhibbin Syah (2005:191) menyatakan bahwa inkuiri merupakan proses penggunaan intelektual siswa dalam memperoleh pengetahuan dengan cara menemukan dan mengorganisasikan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ke dalam sebuah tantangan penting menurut siswa.

  • Inkuiri Terbimbing

Inkuiri terbimbing merupakan model inkuiri yang dilaksanakan dengan bimbingan. Guru meyediakan petunjuk yang cukup luas kepada siswa. Sebagian besar perencanaannya dibuat oleh guru, siswa tidak merumuskan masalah. Petunjuk tersebut berbentuk pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya membimbing.

  • Inkuiri Training

Model inkuiri training melibatkan siswa dalam masalah yang sebenarnya dalam penelitian dengan menghadapkan anak didik pada bidang penelitian, membantu mereka mengidentifikasi masalah yang konseptual dalam bidang penelitian dan mengajak mereka untuk merancang cara dalam mengatasi masalah.

Kreativitas Verbal

Dalam melakukan segala aktivitas kemampuan seseorang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan aktivitas yang akan dilakukan berikutnya. Menurut Gagne ada 5 macam kemampuan ditinjau dari hasil belajar, yaitu:

(a) Kemampuan kognitif (ketrampilan intelektual)

(b) Informasi verbal

(c) Belajar mengatur kegiatan intelektual

(d) Sikap-sikap

(e) Ketrapilan-ketrampilan motorik

D. Metode Penelitian

Penelitian dilaksanakan di MTs Negeri Gantiwano Klaten semester Gasal Tahun Pelajaran 2008-2009, yang beralamat di Desa Towangsan Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten, dengan harapan mudah melakukan penelitian, mudah memperoleh data, dapat menghemat biaya dan waktu.

Jangka waktu penelitian ini sekitar enam bulan, terhitung mulai pengajuan judul, penyusunan proposal penelitian, penyusunan instrumen, ujicoba instrumen, pelaksanaan penelitian, pengolahan data sampai terselesainya penyusunan laporan penelitian.

Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain statistik dua kelompok. sampel dalam penelitian ini adalah 2 kelas, yaitu kelas VIIIB dan VIIIC (80 siswa).

Kelas VIIIB dilaksanakan pembelajaran fisika berbasis masalah Dalam penelitian ini yang merupakan sumber data premier dan sekunder.

Analisis data ada dua, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas

E. Kesimpulan

1. Kesimpulan disusun atas hasil pengujian hipotesis dengan bantuan Program Pengolahan Angka Microsoft Excel diperoleh Fa > Ftab (129,92 > 4,00). maka keputusan ujinya adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Jika dilihat dari rata – rata prestasi belajar kognitif siswa, maka siswa yang dalam pembelajarannya menggunakan inkuiri training rata-ratanya lebih besar dibanding siswa yang dalam pembelajarannya menggunakan inkuiri terbimbing.

2. Kesimpulan disusun atas hasil pengujian hipotesis dimana diperoleh harga Fb > Ftab (39,39 > 3,15). maka keputusan ujinya adalah H0 ditolak. Jadi secara keseluruhan dapat dinyatakan bahwa siswa yang memiliki kreativitas verbal tinggi maka prestasi belajar kognitifnya juga tinggi. Sebaliknya siswa yang memiliki kreativitas verbal rendah maka prestasi belajar kognitifnya juga rendah.

3. Kesimpulan disusun atas hasil pengujian hipotesis dimana diperoleh harga Fab > Ftab (12,21 > 3,15). maka keputusan ujinya adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi secara keseluruhan dapat dinyatakan bahwa siswa yang memiliki kemampuan kreativitas verbal tinggi maka prestasi belajar kognitifnya juga tinggi walaupun dalam pembelajarannya menggunakan inkuiri training maupun inkuiri terbimbing. Sebaliknya siswa yang memiliki kemampuan kreativitas verbal rendah maka prestasi belajar kognitifnya juga rendah baik dalam pembelajarannya menggunakan inkuiri training maupun inkuiri terbimbing.


Agar artikel ini bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam komunitas anda… bantu saya untuk menginfomasikannya pada teman-teman anda di Facebook , Twitter, atau Email.

Jika Bermanfaat Berbagilah...

Leave a Reply

Alamat :

IDTESIS SURABAYA

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)

HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) & BBM : 5E1D5370

Email
Print