HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Problem Posing dan Pemberian Tugas dari Kemampuan Berpikir Analisis dan Kreativitas Siswa

Judul Skripsi : Pembelajaran Kimia dengan Metode Problem Posing dan Pemberian Tugas Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Analisis dan Kreativitas Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Kreativitas sejalan dengan metode pembelajaran yang akan diterapkan yaitu problem posing dan pemberian tugas. Metode problem posing lebih menekankan pada kreativitas pembuatan soal yaitu siswa diberi kebebasan untuk membuat soal dari kondisi yang diberikan serta menyelesaikannya. Sedangkan metode pemberian tugas menekankan pada kreativitas menyelesaikan masalah yang ada dengan mengeksplor berbagai sumber.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, perlu adanya penelitian mengenai pengaruh penerapan pembelajaran kimia menggunakan metode problem posing dan pemberian tugas pada materi stoikiometri dengan memperhatikan kemampuan berpikir analisis dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar siswa. Harapannya dengan penerapan kedua metode dan memperhatikan kemampuan berpikir analisis dan kreativitas siswa akan dapat berpengaruh secara positif terhadap optimalnya pencapaian prestasi belajar siswa.

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh pembelajaran kimia dengan metode problem posing dan pemberian tugas terhadap prestasi belajar kimia?
  2. Apakah ada pengaruh tingkat kemampuan berpikir analitis siswa tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kimia?
  3. Apakah ada pengaruh tingkat kreativitas siswa tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kimia?

C. Tinjauan Pustaka

Metode Problem Posing

Problem posing berasal dari bahasa Inggris, yang terdiri dari kata problem dan pose. Problem diartikan sebagai soal, masalah atau persoalan, dan pose yang diartikan sebagai mengajukan” (Echols dan Shadily, 1990:439 dan 448). Beberapa peneliti menggunakan istilah lain sebagai padanan kata problem posing dalam penelitiannya seperti pembentukan soal, pembuatan soal, dan pengajuan soal. Suryanto (1998:8) menjelaskan arti pengajuan soal atau pembentukan soal adalah perumusan sederhana atau perumusan ulang soal yang ada dengan beberapa perubahan agar lebih sederhana sehingga lebih mudah dapat diselesaikan siswa.

Metode Pemberian Tugas

“Metode pemberian tugas adalah cara penyajian bahan pembelajaran dimana pengajar memberikan tugas tertentu agar murid melakukan kegiatan belajar, kemudian harus dipertanggungjawabkannya” (Syaiful Sagala, 2010:219). Tugas yang diberikan oleh guru dapat memperdalam bahan pelajaran, dan dapat pula mengecek bahan yang telah dipelajari. Tugas merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individual maupun kelompok.

Kemampuan Berpikir Analisis

Menurut Harjasujana (1987:44) “Kemampuan analisis merupakan suatu keterampilan menguraikan sebuah struktur ke dalam komponen-komponen agar mengetahui pengorganisasian struktur tersebut”. Dalam keterampilan tersebut tujuan pokoknya adalah memahami sebuah konsep global dengan cara menguraikan atau merinci globalitas tersebut ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil dan terperinci. Pertanyaan analisis, menghendaki agar pembaca mengidentifikasi langkah-langkah logis yang digunakan dalam proses berpikir hingga sampai pada sudut kesimpulan.

Kreativitas Belajar Siswa

Perkataan kreativitas sering diungkapkan dalam percakapan sehari-hari, namun tidak semua orang memahami arti penggunaan kreativitas secara pasti. Banyak ragam pengertian kreativitas, definisi kreativitas tergantung pada aspek mana yang mendapat penekanan. Dalam pengertian sehari-hari, kreativitas sering disamakan dengan cipta dan cenderung ditujukan dalam bidang seni. Padahal kenyataannya kreativitas tidak hanya menyangkut pada bidang seni saja, melainkan juga terdapat ilmu, termasuk ilmu pengetahuan alam atau sains.

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 1 Babadan tahun pelajaran 2011/2012.

Sampel diambil menggunakan cluster random sampling sejumlah 4 kelas. Kelas X6 dan X7 diberi pembelajaran dengan metode problem posing, kelas X2 dan X3 diberi pembelajaran dengan metode pemberian tugas.

Data dikumpulkan dengan menggunakan tes untuk prestasi kognitif siswa, kemampuan berpikir analisis dan kreativitas, angket untuk prestasi afektif siswa, hipotesis diuji dengan uji non parametrik Kruskal Wallis.

E. Kesimpulan

1. Pembelajaran Kimia dengan metode problem posing dan pemberian tugas pada materi stoikiometri tidak memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar ranah kognitif maupun afektif. Nilai rerata masing-masing untuk kelompok metode problem posing pada ranah kognitif 73,17 dan ranah afektif 129, sedangkan untuk kelompok metode pemberian tugas pada ranah kognitif adalah 73,27 dan ranah afektif 125,8.

2. Kemampuan Berpikir Analisis memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa baik kognitif maupun afektif pada materi stoikiometri. Siswa dengan kemampuan berpikir analisis tinggi dan rendah cenderung mendapatkan prestasi belajar yang berbeda (kognitif 82,49 dan 63,29 sedangkan afektif 132,66 dan 121,51).

3. Kreativitas Siswa memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa baik ranah kognitif maupun afektif pada materi stoikiometri. Siswa dengankreativitas tinggi dan rendah cenderung mendapatkan prestasi yang berbeda ( kognitif 79,93 dan 66,28 sedangkan afektif 130,37 dan 124,07).

Leave a Reply