HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Analisis Wacana Lisan Interaksi Guru Dan Siswa Di Kelas

Contoh- Tesis– Analisis Wacana Lisan Interaksi Guru Dan Siswa Di Kelas (Studi Kasus Pemakaian Bahasa di SMA Negeri 3 Sragen dalam  Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Biologi, dan Sosiologi)

Interaksi Belajar Mengajar Analisis Wacana Lisan Interaksi Guru Dan Siswa Di Kelas

A.  Latar Belakang Masalah

Proses belajar mengajar yang berlangsung di SMA merupakan proses komunikasi yang melibatkan guru dan siswa. Proses ini bertujuan untuk mengadakan perubahan tingkah laku anak didik menuju kemandirian dan kedewasaan diri. Dalam melakukan perubahan ini guru SMA memiliki dua peran,yaitu sebagai pengajar dan pendidik. Zamzani (2002: 129) menyatakan bahwa sebagai pengajar, guru berkewajiban memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anak didik sehingga anak didik menjadi manusia yang cerdas dan terampil. Sebagai pendidik, guru berkewajiban memberikan nilai-nilai dan membina anak didik agar menjadi manusia yang memiliki moral dan budi pekerti yang baik. Apabila dicermati proses interaksi siswa dapat dibina dan merupakan bagian dari proses pembelajaran, seperti yang dikemukan oleh Corey (Admin, 2007: 21 dalam  http:// miftahul ulum, dikti. net / index. php ? option = com. ) dikatakan bahwa :” Pembelajaran adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu.”

Dari uraian di atas, proses pembelajaran yang baik dapat dilakukan oleh siswa baik di dalam maupun di luar kelas, dan dengan karakteristik yang dimiliki oleh siswa diharapkan mereka mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman-temannya secara baik dan bijak.

B. Rumusan Masalah

Masalah utama yang menjadi perhatian penelitian adalah kasus pemakaian bahasa guru dan siswa dalam kelas di SMA Negeri 3 Sragen. Lingkup masalahnya adalah wacana lisan interaksi guru dan siswa dalam kelas pada waktu yang sudah ditentukan. Agar jelas arah penelitian ini maka dirumuskan   masalah  penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah struktur wacana lisan interaksi guru dan siswa dalam   kelas di  SMA Negeri  3 Sragen  pada waktu proses belajar mengajar?
  2. Bagaimanakah fungsi bahasa dalam wacana lisan interaksi guru dan siswa dalam kelas di SMA Negeri 3 Sragen  pada waktu proses belajar mengajar?
  3. Bagaimanakah partikel dalam  wacana lisan dalam interaksi  guru dan  siswa dalam kelas di SMA Negeri 3 Sragen  pada waktu  proses belajar mengajar?
  4. Bagaimanakah  alih kode dan campur kode dalam wacana lisan dalam interaksi guru dan siswa dalam kelas di SMA Negeri 3 Sragen pada waktu proses belajar mengajar?

C.  Hasil penelitian

Interaksi guru dan siswa di kelas  menunjukkan pola pertukaran yang teratur. Percakapan di kelas tersebut mengarah pada satu tujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.  Percakapan di kelas peran guru dominan, siswa berbicara bilamana ada kesempatan yang diberikan guru.  Selain itu, juga ditandai dengan bahasa yang komunikatif sehingga tersampaikan informasi dengan mudah dan jelas. Karakteristik wacana lisan dalam kelas ini ditandai oleh adanya konteks di luar ujaran guru yang cukup berpengaruh terhadap makna ujarannya seperti : tempat, waktu, suasana, subyek, topik, tujuan, dan nada.

D.  Saran

  1. Berkenaan dengan analisis wacana lisan di kelas, fungsi bahasa, dan partikel dalam wacana lisan dapat ditindak lanjuti dengan guru yang berbeda, metode, pendekatan yang berbeda akan memunculkan hasil yang sama atau tidak. Jadi, penelitian ini nanti membandingkan beberapa guru yang mempunyai latarbelakang budaya, metode, pendekatan, dan topik mengajar yang berbeda.
  2. Penelitian tentang wacana lisan interaksi guru dan siswa di kelas diteliti dari struktur wacana, fungsi bahasa, dan partikel wacana lisan, yang diteliti tidak hanya guru  bahasa Indonesia, biologi, dan sosiologi mungkin guru mata pelajaran yang lain dengan metode dan pendekatan mengajar yang berbeda. Dengan demikian diharapkan hasil penelitian lebih bervariasi , semakin lengkap, dan semakin menarik
  3. Kepada para guru disarankan agar terus berupaya meningkatkan kemampuan komunikasinya di kelas dengan mempertimbangkan kondisi siswa dan mengembangkan situasi percakapan yang bervariasi sehingga dapat mengurangi kejenuhan siswa dalam menerima pelajaran.
  4. Kepada para guru dalam mengembangkan variasi percakapan di kelas untuk dapat mengurangi terjadinya peristiwa alih kode dan campur kode di dalam interaksi belajar –mengajar di kelas. Guru dan siswa untuk berusaha mengembangkan pemakaian bahasa yang baik dan benar dalam situasi formal dalam interaksi belajar-mengajar, Alih kode dan campur kode dapat digunakan pada situasi informal.
Incoming search terms:

Leave a Reply