HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pendekatan Problem Posing Setting Kooperatif

Contoh Tesis– Eksperimen Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Problem Posing Setting Kooperatif Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri Di Kabupaten Kubu Raya  Ditinjau  Dari Aktivitas Belajar 

Belajar Matematika Pendekatan Problem Posing Setting Kooperatif

 

A.  Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan setiap manusia karena dengan mengenyam pendidikan, manusia akan mampu mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya untuk mencapai kesejahteraan hidup. Sebagai suatu proses yang dinamis, pendidikan selalu menuntut adanya suatu perubahan dan perbaikan secara terus-menerus untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dan cerdas. Tuntutan mendasar yang dialami dunia pendidikan saat ini adalah peningkatan mutu pembelajaran.

Upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran diharapkan dilakukan pada setiap mata pelajaran, termasuk mata pelajaran matematika. Sebagai salah satu mata pelajaran yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, matematika perlu dipahami dengan baik oleh setiap siswa. Matematika  merupakan suatu  mata pelajaran yang konsepnya tersusun secara hierarkis, dari yang mudah atau sederhana meningkat ke yang sulit atau rumit. Dengan demikian, jika  siswa belum menguasai konsep-konsep  yang mendasar, maka  akan mengalami  kesulitan  dalam menguasai konsep-konsep yang lebih lanjut. Hal tersebutlah yang banyak dirasakan oleh siswa sehingga memunculkan anggapan bahwa matematika merupakan suatu mata pelajaran yang sulit. Sebagai akibatnya, siswa cenderung menunjukkan minat belajar dan motivasi berprestasi yang rendah  dalam matematika. Padahal matematika seharusnya menjadi mata  pelajaran yang menantang sehingga memunculkan minat belajar dan keingintahuan yang besar dari dalam diri siswa. Kondisi ini memberikan kesan bahwa kualitas pembelajaran matematika di Indonesia saat ini masih jauh dari harapan.

B.  Rumusan Masalah

Berdasarkan   pembatasan   masalah   tersebut   di   atas,   permasalahan  dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik, pembelajaran matematika dengan   pendekatan   problem    posing   setting   kooperatif,   atau pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing tanpa setting  kooperatif?
  2. Pada siswa dengan aktivitas belajar tinggi, sedang dan rendah, manakah yang memiliki prestasi belajar lebih baik?
  3. Pada pembelajaran matematika dengan pendekatan  problem posing setting kooperatif, dan pembelajaran matematika dengan pendekatan  problem posing tanpa  setting   kooperatif, manakah yang memiliki prestasi belajar lebih baik, siswa dengan aktivitas belajar tinggi, sedang, atau rendah?

C.   Hasil Penelitian

Pada pembelajaran matematika dengan pendekatan  problem posing setting kooperatif, siswa dengan aktivitas belajar tinggi memiliki prestasi belajar sama baiknya dengan prestasi belajar siswa dengan aktivitas belajar sedang,  dan memiliki prestasi belajar lebih baik dibandingkan siswa dengan aktivitas belajar rendah. Siswa dengan aktivitas belajar sedang memiliki prestasi belajar lebih baik dibandingkan siswa dengan aktivitas belajar rendah. Pada pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing  tanpa  setting   kooperatif, siswa dengan aktivitas belajar tinggi memiliki prestasi belajar lebih baik dibandingkan siswa dengan aktivitas belajar sedang dan rendah, siswa dengan aktivitas belajar sedang memiliki prestasi belajar lebih baik dibandingkan siswa dengan aktivitas belajar rendah.

D.  Saran 

Hendaknya senantiasa memberikan motivasi,  monitoring, dan evaluasi kepada para guru, khususnya guru matematika agar berani menerapkan model atau pendekatan pembelajaran inovatif dengan memperhatikan karakteristik aktivitas belajar siswa. Salah satu model atau pendekatan  pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika adalah pendekatan problem posing setting kooperatif. Dalam penggunaan pendekatan pembelajaran ini sangat dimungkinkan muncul kendala teknis dalam pelaksanaannya sehingga, apabila pendekatan ini akan digunakan harus disertai dengan persiapan fasilitas dan pengkondisian siswa yang bisa mendukung proses pembelajaran.

Incoming search terms:

Leave a Reply