HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pembelajaran Remedi Menggunakan Modul dan Animasi Pada Materi Kesetimbangan Kimia

Judul Skripsi : Pembelajaran Remedi Menggunakan Modul dan Animasi Pada Materi Kesetimbangan Kimia Ditinjau dari Tingkat Kesulitan Belajar Siswa

A. Latar Belakang

Animasi dapat diimplementasikan untuk menambahkan efek dan mempercantik tampilan paket bahan ajar . Adanya gambar atau tulisan yang bergerak pada animasi yang digunakan dalam media pembelajaran remedi bisa menarik perhatian siswa dan memperkuat motivasi. Animasi digunakan sebagai sarana untuk memberikan pemahaman konsep secara nyata kepada siswa atas materi yang akan diberikan.

Pembelajaran remedi dengan modul dan animasi akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar menurut cara masing-masing karena setiap siswa akan menggunakan cara yang berbeda untuk memecahkan masalah berdasarkan kemampuan dan kebiasaan masing-masing. Penggunaan media pembelajaran yang tepat diharapkan akan semakin meningkatkan pemahaman siswa terhadap pokok bahasan yang diajarkan.

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara pembelajaran remedi dengan modul dan animasi pada materi kesetimbangan kimia?
  2. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara tingkat kesulitan belajar rendah , sedang dan tinggi pada materi kesetimbangan kimia?
  3. Apakah ada interaksi antara pembelajaran remedi dengan modul dan animasi dengan tingkat kesulitan belajar siswa terhadap prestasi belajar pada materi kesetimbangan kimia?

C. Kajian Teori

Belajar Tuntas

Menurut Winkel (1996) belajar tuntas merupakan suatu pola pengajaran yang terstruktur bertujuan untuk mengadaptasikan pengajaran kepada kelompok siswa yang besar sedemikian rupa sehingga diberikan perhatian secukupnya pada jumlah yang berbeda terutama menyangkut masalah kemajuan atau kecepatan dalam belajar. Dalam pedoman KTSP (Depdiknas. 2008) “ belajar tuntas adalah sistem belajar yang mengharapkan semua atau sebagian besar siswa dapat menguasai secara tuntas terhadap tujuan intruksional umum (standart kompetensi) yang hendak dicapai dari suatu unit pelajaran melalui tujuan-tujuan intruksional khusus (indikator) “. Peserta didik belajar selangkah demi selangkah dan boleh mempelajari kompetensi dasar berikutnya setelah menguasai sejumlah kompetensi dasar yang ditetapkan menurut kriteria tertentu.

Pembelajaran Remedi

Menurut Ruchji Subekti dan Harry Firman (1986) pengajaran remedi adalah pengajaran yang bentuknya khusus, bertujuan untuk memenuhi fungsi utama dari diagnostik belajar yaitu untuk mengatasi persoalan siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pembelajaran remedi adalah proses untuk memperbaikan kelemahan, kesalahan atau kekurangan siswa sehingga segera dapat ditemukan sendiri oleh siswa berdasarkan evaluasi yang diberikan secara kontinyu (Cece Wijaya , 2007). Pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Pembelajaran remedial merupakan pemberian perlakuan khusus terhadap peserta didik yang mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya.

Media Modul

Modul adalah sebuah buku yang disusun dengan tujuan agar siswa dapat belajar mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru (Azhar Arsyad. 2005.) sehingga modul berisi paling tidak tentang ; petunjuk belajar, kompetensi yang akan dicapai. content atau isi materi, informasi pendukung, latihan-latihan, petunjuk kerja dapat berupa Lembar Kerja (LK) , evaluasi dan balikan terhadap hasil evaluasi. Pembelajaran dengan modul memungkinkan seorang peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih KD dibandingkan dengan peserta didik lainnya. Dengan demikian maka modul harus menggambarkan KD yang akan dicapai oleh peserta didik, disajikan dengan menggunakan bahasa yang baik, menarik, dilengkapi dengan ilustrasi.

Media Animasi

Animasi artinya menghidupkan gambar yang mati, menggerakkan gambar yang diam dengan cara membuat metamorfosa dari bentuk semula ke bentuk selanjutnya dalam durasi tertentu (Azhar Arsyad .2007) . Animasi adalah rangkaian gambar yang membentuk sebuah gerakan. Salah satu keunggulan animasi dibanding media lain seperti gambar statis atau teks adalah kemampuannya untuk menjelaskan perubahan keadaan tiap waktu. Hal ini sangat membantu dalam menjelaskan prosedur dan urutan kejadian

D. Metode Penelitian

Penelitian dilakukan di SMA Taruna Nusantara Magelang menggunakan metode eksperimen .

Populasi penelitian adalah siswa kelas XI semester 1 Tahun Pelajaran 2008/2009.

Sampel penelitian adalah 120 siswa yang nilainya belum mencapai kriteria ketuntasan minimal pada materi kesetimbangan kimia. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah media pembelajaran animasi dan modul , kesulitan belajar siswa. Sebagai variabel terikat adalah prestasi belajar siswa ranah kognitif.

Data penelitian untuk kesulitan belajar diperoleh melalui angket. Data penelitian untuk prestasi belajar diperoleh melalui metode tes tertulis. Data uji instrumen dianalisis menggunakan program anatest dan uji statistik dianalisis menggunakan program minitab

E. Kesimpulan

1. Prestasi pembelajaran remedi dengan animasi lebih baik daripada dengan modul. Hal ini ditunjukan dengan nilai rerata dan jumlah siswa yang mencapai kriteria ketuntasan belajar pada pembelajaran remedi dengan animasi lebih tinggi dibanding dengan modul. Kelebihan animasi dalam pembelajaran remedi yaitu dapat menarik perhatian dan meningkatkan motivasi siswa serta meningkatkan pemahaman konsep-konsep materi kesetimbangan yang abstrak menjadi lebih konkrit

2. Tingkat kesulitan belajar sangat berpengaruh terhadap prestasi belajarnya. Nilai rerata siswa meningkat lebih baik jika tingkat kesulitannya semakin rendah. Hal ini disebabkan karena semakin tinggi kesulitan belajar siswa semakin banyak hambatan- hambatan yang dihadapi siswa maka semkain besar kegagalan siswa dalam mencapai keberhasilan prestasi belajarnya

3. Tidak adanya interaksi pembelajaran remedi menggunakan animasi dan modul dengan tingkat kesulitan belajar terhadap prestasi siswa hal ini ditunjukkan dengan prestasi pada tingkat kesulitan rendah, sedang maupun tinggi pada pembelajaran remedi dengan animasi lebih baik daripada menggunakan modul.

Incoming search terms:

Leave a Reply