HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pembelajaran Kimia dgn Metode Inkuiri Terbimbing dari Gaya Belajar dan Aktivitas Belajar

Judul Tesis : Pembelajaran Kimia dengan Metode Inkuiri Terbimbing Menggunakan Virtual Lab dan Real Lab Ditinjau dari Gaya Belajar dan Aktivitas Belajar Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Sekolah SMA Batik 2 Surakarta merupakan salah satu sekolah swasta di Surakarta. Berdasarkan pengamatan secara umum keadaan sekolah SMA Batik 2 Surakarta dan wawancara dengan guru kimia kelas XI di sekolah tersebut, keadaan yang dapat dikemukakan adalah guru dalam menyampaikan materi pelajaran kimia khususnya pada materi koloid masih menggunakan metode ceramah/jarang menggunakan laboratorium. Walaupun di sekolah sudah memiliki fasilitas laboratorium IPA beserta alat-alat dan bahan yang biasa digunakan untuk pembelajaran (praktikum) namun sebagian bahan-bahan untuk praktikum sudah tidak bisa digunakan. Hal itu menyebabkan prestasi belajar materi kimia koloid banyak yang tidak tuntas. Batas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal Rata-Rata) untuk mata pelajaran kimia koloid adalah 65.

Saat ini di SMA Batik 2 Surakarta sudah memiliki ruang laboratorium komputer dengan jumlah komputer kurang lebih 40 unit, dan hanya digunakan untuk mata pelajaran TIK. Hal ini antara lain disebabkan karena masih terbatasnya jumlah guru yang sudah menguasai dan mampu menggunakan media pembelajaran berbasis komputer. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kemampuan guru dalam penguasaan ilmu komputer guna memanfaatkan fasilitas komputer yang telah dimiliki sekolah dengan mengoptimalkan penggunaanya dalam rangka pembelajaran untuk bidang studi yang lain, salah satunya adalah mata pelajaran kimia misalnya.

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing menggunakan media virtual lab dan real lab?
  2. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki gaya belajar visual dan kinestetik?
  3. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki aktivitas belajar tinggi dan rendah ?

C. Kajian Teori

Pengertian Metode Inkuiri Terbimbing

Inkuiri merupakan proses penggunaan intelektual siswa dalam memperoleh pengetahuan dengan cara menemukan dan mengorganisasikan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ke dalam sebuah tatanan penting menurut siswa. Tujuan utama inkuiri adalah mengembangkan ketrampilan intelektual, berfikir kritis dan mampu memecahkan masalah secara alamiah.

Laboratorium Real

Laboratorium adalah suatu tempat dimana para pelajar melakukan observasi ilmiah atau sains dan juga merupakan tempat dimana ilmu pengetahuan dapat digunakan.

Laboratorium Virtual

Laboratorium virtual merupakan laboratorium dengan alat dan bahan yang digunakan untuk kegiatan praktikum berupa seperangkat komputer lengkap dengan program aplikasi (software) yang dirancang khusus untuk kegiatan eksperimen.

Pengertian Gaya Belajar

Dalam menyerap informasi antara siswa yang satu dengan yang lain berbeda, juga dalam mengatur serta mengolah informasi tidak sama. Dengan menyadari bagaimana siswa itu antara yang satu dengan yang lainnya saling dapat menyerap dan mengolah informasi, maka akan menjadikan orang tersebut lebih mudah belajar dan berkomunikasi dengan gaya mereka sendiri. Gaya belajar siswa merupakan kunci untuk mengembangkan kinerja dalam kehidupan di sekolah, dan dalam situasi antar pribadi. Dengan mengetahui gaya belajar yang berbeda akan membantu guru dalam mendekati siswa-siswanya untuk menyampaikan informasi dengan gaya yang berbeda pula.

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2.

Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Batik 2 Surakarta sejumlah 81 siswa dalam 2 kelas.

Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling yang terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I menggunakan virtual lab, kelas ekperimen II menggunakan real lab.

Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes (angket). Untuk tes prestasi kognitif pengumpulan data menggunakan teknik tes, sedangkan untuk prestasi afektif, gaya belajar dan aktivitas belajar menggunakan teknik non tes.

Uji hipotesis menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dan dilakukan uji lanjut anava menggunakan uji Scheffe.

E. Kesimpulan

1. Pada materi kimia koloid sebaiknya guru menggunakan metode inkuiri terbimbing menggunakan virtual lab. Prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan metode inkuiri terbimbing menggunakan virtual lab memiliki prestasi yang lebih baik daripada prestasi belajar siswa yang diajar dengan metode inkuiri terbimbing menggunakan real lab dengan rataan prestasi berturut-turut 73 dan 70.

2. Siswa yang memiliki gaya belajar visual dan kinestetik tidak memiliki perbedaan prestasi belajar baik menggunakan media virtual lab maupun real lab. Tetapi siswa dengan gaya belajar kinestetik cenderung mendapatkan prestasi yang lebih baik. daripada siswa yang memiliki gaya belajar visual.

3. Siswa yang memiliki aktivitas belajar tinggi memperoleh prestasi yang lebih baik daripada siswa yang memiliki aktivitas belajar rendah. Nilai rataan prestasi kognitif berturut-turut 72,6 dan 70,0. Selain itu aktivitas tinggi dan rendah memberikan perbedaan pada prestasi belajar afektif dengan nilai rataan prestasi masing-masing adalah 65,3 dan 64,2.

Incoming search terms:

Leave a Reply