HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pendidikan: Metode Pembelajaran Interaktif Setting Kooperatif dan Metode Ceramah

Judul Tesis : Perbandingan Metode Pembelajaran Interaktif Setting Kooperatif dan Metode Ceramah pada Prestasi Belajar Matematika Pokok Bahasan Garis Singgung Lingkaran ditinjau dari Aktivitas Belajar Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 1 Nguter

 

A. Latar Belakang

Prestasi belajar siswa tidak lepas dari bagaimana siswa mengalami proses belajar yang pada dasarnya merupakan proses perubahan tingkah laku untuk mencapai tujuan tertentu. Belajar adalah proses yang aktif dimana siswa membangun sendiri pengetahuannya, siswa mencari arti sendiri dari yang mereka pelajari, dalam proses itu siswa menyesuaikan konsep, dan ide-ide baru yang mereka pelajari dengan kerangka berpikir yang telah mereka dapatkan sebelumnya. Siswa sendirilah yang bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya, mereka sendiri yang membuat penalaran apa yang dipelajarinya dengan cara mencari makna belajar, membandingkan dengan apa yang telah mereka ketahui dengan yang mereka perlukan dalam pengalaman yang baru. Sangat jelas bahwa tanpa keaktifan kognitif, psikomotor, dan afektif yang sungguhsungguh, siswa akan kurang berhasil dalam proses belajar mereka, belajar akan lebih bermakna jika anak “mengalami” apa yang dipelajarinya, bukan “mengetahuinya”. Keberhasilan proses belajar mengajar selain dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang tepat dapat juga dipengaruhi oleh kemampuan awal matematika siswa. Keterlibatan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat membangkitkan rasa ingin tahu pada diri siswa akan sesuatu hal tertentu (Matematika).

Dengan adanya kemampuan awal yang tinggi, sehingga diharapkan rasa ingin tahu tinggi akan sesuatu hal (Dalam hal ini belajar matematika) pada diri siswa diharapkan akan dapat menghasilkan prestasi belajar yang optimal. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan agar siswa dapat mengkonstruksikan pengertian sendiri terhadap suatu konsep sekaligus berinteraksi sosial secara aktif dalam belajar matematika adalah pembelajaran interaktif setting kooperatif (PISK). Dalam metode PISK diharapkan siswa harus punya pengalaman dengan membuat hipotesis, meramalkan, memanipulasi objek, memecahkan persoalan, mencari jawaban, menggambarkan, meneliti, berdialog, mengadakan refleksi, pemecahan konflik pengertian, dan selalu memperbarui tingkat pemikiran yang kurang lengkap dan guru diharapkan dapat menghargai pendapat siswa, dapat membantu siswa memecahkan masalah, dapat membimbing siswa untuk dapat menemukan sendiri suatu fakta, dan konsep yang dipelajari serta dapat mempersiapkan siswa dengan lingkungan, yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengalamanpengalaman belajar yang luas agar siswa berani bertanya, mengemukakan pendapat, dan dapat menerima pendapat dari temannya.

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik, diantara metode ceramah dan metode pembelajaran interaktif setting kooperatif, pada pokok bahasan garis singgung lingkaran kepada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Nguter?
  2. Manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik, antara siswa-siswa yang mempunyai aktivitas belajar siswa tinggi, sedang, dan rendah dalam mempelajari pokok bahasan garis singgung lingkaran kepada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Nguter?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Belajar

Belajar merupakan kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang mendasar dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan, sehingga berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu tergantung pada proses belajar yang dialami siswa. Oleh karena itu pemahaman yang benar mengenai belajar mutlak diperlukan oleh pendidik.

 

Metode Ceramah

Metode ceramah merupakan metode pembelajaran yang berlangsung sejak lama hampir bisa dikatakan sudah membudaya, metode ini berpegang teguh pada norma adat dan kebiasaan secara turun-temurun dalam pendidikan. Hal ini sesuai dengan pendapat Purwoto (1997: 72) yang menyatakan bahwa, “Metode ceramah merupakan metode yang paling banyak dipakai”. Kebanyakan guru menganggap sebagai metode pembelajaran yang paling mudah dilaksanakan, kemudian jika bahan pelajaran sudah dikuasai dan sudah ditentukan urutan penyampaiannya, guru tinggal memaparkannya di kelas. Para murid tinggal duduk memperhatikan guru berbicara, mencoba menangkap apa isinya, dan membuat penggalan-penggalan catatan. “Metode ceramah atau kuliah mimbar adalah suatu bentuk pengajaran dimana guru mengalihkan informasi kepada sekelompok besar siswa dengan cara yang terutama bersifat verbal (Lisan)” (TjiptoUtomo dan Ruijter, 1985: 184) dalam (Moedjiono dan Moh. Dimyati, 1991: 29).

 

Pembelajaran Interaktif

Pembelajaran interaktif menekankan pada adanya interkasi dalam kegiatan belajar mengajar. Interaksi tersebut dapat saja terjadi antara siswa dengan siswa, siswa dengan bahan ajar, siswa dengan guru, siswa dengan bahan ajar siswa, dan siswa dengan bahan ajar guru (T. G. Ratumanan, 2000: 3-4).

 

D. Metode Penelitian Tesis

Jenis penelitian Tesis ini termasuk penelitian eksperimental semu, dengan variable bebas metode pembelajaran dan aktivitas belajar siswa serta variabel terikat adalah prestasi belajar matematika siswa. Populasi adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Nguter Tahun Pelajaran 2015/2016, terdiri atas enam kelas. Sampel yang diambil dari penelitian ini sebanyak dua kelas (Kelas eksperimen dengan metode PISK yakni kelas VIII C dan kelas kontrol dengan metode ceramah yakni kelas VIII D) yang setiap kelasnya terdiri dari 40 siswa, dan pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah: 1. Dokumentasi, data yang diperoleh digunakan untuk menguji rataan keseimbangan pada sampel, 2. Angket, untuk memperoleh informasi tentang aktivitas belajar siswa pada sampel, 3. Tes, data diperoleh dari sampel yang berisi tentang materi pokok bahasan garis singgung lingkaran. Instrumen tes dan angket sebelum digunakan pada sampel penelitian terlebih dahulu diuji-cobakan/try out di SMP Negeri 2 Nguter untuk memperoleh syarat-syarat instrumen yang baik.

 

E. Kesimpulan Tesis

  1. Pembelajaran matematika dengan metode pembelajaran interaktif setting kooperatif (PISK) menghasilkan prestasi belajar matematika siswa yang lebih baik daripada metode ceramah pada pokok bahasan garis singgung lingkaran tingkat SMP kelas VIII semester ke-2.
  2. Aktivitas belajar siswa (kategori aktivitas belajar siswa: tinggi, sedang, dan rendah) tidak berpengaruh pada prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan garis singgung lingkaran tingkat SMP kelas VIII semester ke-2.

 

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Pembelajaran Seni Tari Bagi Siswa Tuna Rungu di SLB Bagaskara Sragen Tahun Pelajaran 2015/2016
  2. Pengembangan Bentuk Penyajian Kesenian Tradisional Emprak Sido Mukti
  3. Pengaruh Modifikasi Intake Manifold dan Variasi Aktivasi Zeolit
  4. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Pembelajaran Inovatif Siswa Kelas 2 SDN 01 Jeruksawit Gondangrejo Tahun Pelajaran 2015/2016
  5. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Division) dan TAI (Team Assisted Individualization) ditinjau dari Aktivitas Belajar pada Pokok Bahasan Getaran dan Gelombang untuk Siswa SMP Tahun Pelajaran 2015/2016
Incoming search terms:

Leave a Reply