HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pemahaman Matematika dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Assisted

Pemahaman Matematika dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Assisted

Tesis Pendidikan Matematika : Upaya Meningkatkan Pemahaman Matematika Siswa Pada Materi Persamaan Kuadrat Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Assisted Individualization (TAI) Kelas X SMA

~ Salah satu model pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran kooperatif tipe Teams Assisted Individualization (TAI). Pembelajaran kooperatif tipe Teams Assisted Individualization (TAI) adalah model pembelajaran kooperatif yang menggabungkan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran individual yaitu siswa dituntut menguasai suatu materi secara berkelompok dengan cara mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing individu untuk bekerja sama dalam sebuah tim. Dengan membuat siswa bekerja dalam tim-tim pembelajaran kooperatif dan mengemban tanggung jawab mengelola dan memeriksa secara rutin, saling membantu satu sama lain dalam menghadapi masalah, dan saling memberi dorongan untuk maju, maka guru dapat membebaskan diri mereka dari memberikan pembelajaran langsung kepada sekelompok kecil siswa yang homogen yang berasal dari tim-tim heterogen (Slavin, 2010).

Faktor yang menyebabkan kurang optimalnya pemahaman siswa yaitu selain karena kemampuan siswa itu sendiri tetapi juga kemampuan guru dalam memilih model pembelajaran. Pembelajaran konvensional yang sering diterapkan menyebabkan timbulnya berbagai masalah dalam pendidikan, salah satunya rendahnya pemahaman siswa dalam menguasai materi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pemahaman siswa dipilih model pembelajaran kooperatif tipe Teams Assisted Individualization (TAI). Alasan dipilihnya model pembelajaran kooperatif Teams Assisted Individualization (TAI) pada kegiatan pembelajaran matematika di kelas X.7 SMA Negeri 1 Karanganyar sebagai perbaikan dari pembelajaran konvensional diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar salah satunya pemahaman siswa. Dengan membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil sehingga guru lebih bisa memantau perkembangan setiap siswa pada setiap kelompok dalam memahami materi pembelajaran yang disampaikan karena pada model pembelajaran kooperatif tipe Teams Assisted Individualization (TAI) guru memiliki fleksibilitas untuk menjadi fasilitator bagi setiap kelompok dan individu. Selain itu, bahwa dengan model pembelajaran kooperatif Teams Assisted Individualization (TAI) siswa dengan kondisi yang berbeda-beda bisa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil dengan mengoptimalkan kemampuan setiap individu sehingga setiap siswa bisa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran dan diharapkan permasalahan individu dalam setiap kelompok dapat terselesaikan sehingga mampu membawa siswa mencapai kompetensi belajar yang baik pada pembelajaran matematika.

Perumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah dikemukakan di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut.

Apakah pemahaman matematika siswa pada materi persamaan kuadrat akan meningkat melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Assisted Individualization (TAI) pada siswa kelas X.7 SMA Negeri 1 Karanganyar.

 

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman matematika siswa kelas X.7 SMA Negeri 1 Karanganyar tahun pelajaran 2011/2012 pada materi persamaan kuadrat melalui model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Teams Assisted Individualization).

Metode Penelitian

Pendekatan Metode Penelitian yang digunakan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X.7 SMA Negeri 1 Karanganyar tahun pelajaran 2011/2012. Data penelitian diperoleh melalui observasi, angket, dan tes. Teknik analisis data adalah dengan teknik analisis deskriptif.

Indikator Keberhasilan Penelitian

Indikator keberhasilan pada penelitian ini yaitu setidaknya 75% siswa telah memahami satu kompetensi dasar dalam materi yang diberikan dengan nilai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal kompetensi dasar materi tersebut, dalam artian 75% siswa tuntas belajar dan rata-rata nilai siswa minimal dari nilai KKM. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dengan pelaksanaan tindakan kelas melalui model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Teams Assisted Individualization) pada materi persamaan kuadrat dapat meningkatkan pemahaman matematika siswa. Hal ini didasarkan pada hasil tes.

Hasil Siklus I Penelitian Tindakan Kelas

Pada siklus I siswa dikelompokkan secara heterogen berdasarkan kemampuan akademis dimana setiap kelompok anggotanya memiliki gaya belajar yang sama, diperoleh rata-rata nilai tes akhir siklus siswa adalah 76,03 dan prosentase siswa yang memiliki nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mencapai 61,76%.

Hasil Siklus II Penelitian Tindakan Kelas

Pada siklus II siswa dikelompokkan secara heterogen secara menyeluruh berdasarkan kemampuan akademis dan gaya belajar, diperoleh rata-rata nilai tes akhir siklus siswa adalah 91,74 dan prosentase siswa yang memiliki nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mengalami peningkatan sebesar 26,48% dari siklus I yaitu mencapai 88,24%.

Hasil Siklus III Penelitian Tindakan Kelas

Pada siklus III kelompok masih sama seperti siklus II, diperoleh rata-rata nilai tes akhir siklus siswa adalah 94,74 dan prosentase siswa yang memiliki nilai di atas KKM mengalami peningkatan sebesar 5,88% dari siklus II yaitu mencapai 94,12%.

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Teams Assisted Individualization) dapat meningkatkan pemahaman matematika siswa pada materi persamaan kuadrat kelas X.7 SMA Negeri 1 Karanganyar tahun pelajaran 2011/2012.

Artikel terkait yang bertemakan Skripsi Pendidikan Matematika dan Tesis Pendidikan Matematika adalah sebagai berikut:  
Incoming search terms:

Leave a Reply