HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pendidikan: Pembelajaran PS-Ekonomi dgn Model Kooperatif Tipe Think-Pair Share

Judul Skripsi : Pembelajaran PS-Ekonomi Pokok Bahasan Pasar dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair Share pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 22 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007

 

A. Latar Belakang

Belajar ekonomi tidak sekadar learning to know, melainkan harus ditingkatkan meliputi learning to do, learning to be hingga learning to live together. Oleh karena itu filosofi pengajaran ekonomi perlu diperbaharui menjadi pembelajaran ekonomi. Dalam pengajaran ekonomi, guru lebih banyak menyampaikan sejumlah ide atau gagasan ekonomi, sedangkan dalam pembelajaran ekonomi kegiatan siswa mendapat porsi lebih banyak disbanding dengan guru, bahkan mereka harus dominan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam pembelajaran siswa berperan lebih aktif sebagai pembelajar dan fungsi guru lebih sebagai fasilitator dan dinamisator. Sasaran dari pembelajaran ekonomi adalah siswa diharapkan mampu berpikir kritis, analitis dan argumentative serta tidak membosankan.

Untuk mengatasi permasalahan yang ada, diperlukan suatu model pembelajaran yang lebih tepat dan menarik, di mana setiap siswa dapat belajar secara kooperatif, dapat bertanya meski tidak pada guru secara langsung dan mengemukakan pendapat atau pemikirannya. Salah satu upaya meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam mata pelajaran ekonomi materi pokok pasar di SMP adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share.

 

B. Rumusan Masalah

“Apakah pelaksanaan pembelajaran PS Ekonomi dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share pada Mata Pelajaran PS-Ekonomi pada Siswa Kelas VIII SMP N 22 Semarang Tahun Pelajaran 2006 / 2007 dapat meningkatkan hasil belajar siswa”.

 

C. Landasan Teori

Pembelajaran Sebagai Suatu Sistem

Pembelajaran selaku suatu system instruksional mengacu pada pengertian sebagai seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan (Djamarah,1994:10).

Selaku suatu system, pembelajaran meliputi suatu komponen, antara lain tujuan, bahan, siswa, guru, metode, situasi, dan evaluasi. Agar tujuan itu tercapai, semua komponen yang ada harus diorganisasikan sehingga antar semua komponen terjadi kerjasama. Karrena itu guru tidak boleh hanya memperhatikan komponen-komponen tertentu saja misalnya metode, bahan, dan evaluasi saja, tetapi ia harus memperhatikan dan mempertimbangkan komponen secara keseluruhan.

Model Pembelajaran

Joice,B dan Weil (dalam Saripudin, 1989) mendefinisikan model pembelajaran adalah suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam setting, tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, dan lain-lain. Menurut Arends (dalam Saripudin, 1989) mengatakan model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran termasuk di dalamnya tujuan pembelajaran dan pengelolaan kelas.

Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang menitikberatkan pada pengelompokan siswa dengan tingkat kemampuan akademik yang berbeda ke dalam kelompok-kelompok kecil. Kepada siswa diajarkan ketempilan-keterampilan khusus agar dapat bekerjasama dengan baik dalam kelompoknya, sepertinya menjelaskan kepada teman sekelompoknya, menghargai pendapat teman, berdiskusi dengan teratur, siswa yang pandai membantu yang lemah, dsb (Saptono,2003:32).

 

D. Metode Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 22 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah soal evaluasi tiap akhir siklus dan lembar observasi.

Prosedur kerja dalam penelitian ini merupakan siklus kegiatan yng terdiri dari dua siklus, di mana setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar kognitif siswa pada siklus I sebesar 70,5 dengan ketuntasan klasikal sebesar 78%. Sedangkan rata-rata hasil belajar pada siklus II sebesar 76,14 dengan ketuntasan klasikal 88%.

Adapun hasil belajar afektif siswa diperoleh ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 54% dan pada siklus II sebesar 85%.

 

E. Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil simpulan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dalam pembelajaran PS-Ekonomi dapat meningkatkan hasil belajar siswa sekurangkurangnya 85% siswa memperoleh nilai ? 65 pada materi pokok pasar pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 22 Semarang tahun pelajaran 2006/2007.

Peningkatan hasil belajar kognitif tercermin dengan adanya peningkatan ketuntasan belajar klasikal yaitu sebesar 78% pada siklus I dan 88% pada siklus II. Hal ini juga didukung dengan adanya kenaikan nilai rata-rata kelas pada siklus I sebesar 70,5 dan pada siklus II sebesar 76,14. Adapun peningkatan ketuntsan klasikal hasil belajar afektif telihat dari besarnya ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 54% dan siklus II sebesar 85%.

 

Contoh Skripsi Pendidikan

  1. Pembelajaran PS-Ekonomi Pokok Bahasan Pasar dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair Share Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 22 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007
  2. Pengaruh Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar Komputer Siswa Kelas II Program Keahlian Sekretaris di SMK Batik 1 Surakarta
  3. Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMPN 13 Semarang
  4. Pengaruh Motivasi dan Disiplin terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Sma Negeri 12 Semarang
  5. Penilaian Hasil Belajar Siswa berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK )

Leave a Reply