HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Inkuiri Terbimbing Menggunakan Metode Demonstrasi dan Eksperimen

Judul Skripsi : Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Menggunakan Metode Demonstrasi dan Metode Eksperimen Ditinjau dari Keingintahuan dan Perhatian Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Dalam proses pembelajaran sains, keingintahuan (curiousity) siswa dapat ditimbulkan melalui kondisi yang menarik perhatian (attention) (Talib 2009). Siswa akan tertarik dan memperhatikan terhadap situasi yang nyata/realistis dan mencerminkan aspek kehidupan, lingkungan dan kepribadian diri siswa, bersifat kekinian, dan dapat dipahami dan dimengerti oleh semua siswa. Siswa dengan keingintahuan yang tinggi akan sangat sensitif terhadap rangsangan yang mengenainya, yang akan tampak dari antusiasme dalam mengikuti pembelajaran dan banyaknya dia mengajukan pertanyaan. Antusiasme dalam proses pembelajaran tersebut adalah salah satu wujud dari sikap perhatian siswa.

Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan tersebut di atas, penelitian ini akan mencoba meneliti bagaimana hubungan dan pengaruh dari tiga hal, yaitu pembelajaran fisika dengan inkuiri terbimbing menggunakan metode ekpserimen dan demonstrasi, keingintahuan siswa (curiosity), dan perhatian siswa, terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini adalah studi kasus pembelajaran fisika pada siswa di SMP Negeri 1 Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen.

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah pengaruh pembelajaran fisika pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan metode eksperimen dan metode demonstrasi terhadap prestasi belajar siswa?
  2. Adakah pengaruh antara keingintahuan siswa kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa?
  3. Adakah pengaruh antara perhatian siswa kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa?

C. Kajian Teoretis

  • Inkuiri Terbimbing

Menurut Amien (1979) pembelajaran inkuiri merupakan pembelajaran yang lebih menekankan peran aktif siswa baik fisik maupun mental dalam proses pembelajaran dengan menekankan pengalaman belajar yang mendorong siswa untuk dapat menemukan konsep dan prinsip melalui proses mentalnya sendiri. Proses mental yang dilakukan misalnya merumuskan problema, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan, mempunyai sikap ilmiah.

  • Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah suatu cara menunjukkan suatu peristiwa tertentu (Arifin 1995). Menurut Sagala (2007) Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata dan tiruannya. Dengan demikian, demonstrasi adalah metode mengajar yang dimaksudkan bahwa seorang pengajar/pemimpin memperlihatkan suatu proses pada seluruh kelompok anak didik.

  • Metode Eksperimen

Eksperimen berarti suatu percobaan untuk mengetahui hasil suatu pertandingan, perubahan dengan adanya variabel tertentu, atau pengaruh suatu variabel. (Suharno 1995). Menurut Sagala (2007) metode eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami untuk membuktikan sendiri suatu pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari. Dengan demikian, metode eksperimen adalah metode mengajar di mana pengajar atau pelajar mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati proses dan hasil percobaan itu.

  • Keingintahuan Siswa

Keingintahuan (curiosity) adalah aspek emosional dari makhluk hidup untuk melakukan eksplorasi, investigasi dan pembelajaran. Secara filosofis, keingintahuan didorong oleh rasa kagum karena rasa yang tuntas terhadap hal tidak mengerti di sekitarnya (Poedjawijatna 1991). Pemicu rasa keingintahuan adalah lingkungan dan gejala atau fenomena di sekitar manusia melalui pancaindra yang dimilikinya. Keingintahuan adalah faktor yang berasal dari dalam diri makhluk hidup yang mendorongnya unutk belajar mengenai alam dan lingkungan (Howe 2006).

  • Perhatian Siswa

Gazali dalam Slameto (1995) mendefinisikan perhatian siswa sebagai keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itupun semata-mata tertuju kepada suatu obyek atau sekumpulan obyek. Sedangkan menurut Slameto (1995), perhatian adalah kegiatan yang dilakukan seseorang dalam hubungannya dengan pemilihan rangsangan yang datang dari lingkungannya. Menurut Kartono (1996) perhatian itu merupakan reaksi umum dari organisme dan kesadaran, yang menyebabkan bertambahnya aktivitas, daya konsentrasi dan pembatasan kesadaran terhadap satu proyek. Dengan demikian dapat disimpulkan perhatian adalah suatu keadaan, sikap dan keaktifan jiwa yang dipusatkan dan diarahkan pada suatu obyek tertentu.

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh kelas IX SMP Negeri 1 Karangmalang Sragen tahun pelajaran 2010/2011, sejumlah 6 kelas.

Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sejumlah 2 kelas. Kelas eksperimen pertama diberi meode demonstrasi dan kelas eksperimen kedua diberi metode eksperimen.

Data diperoleh menggunakan teknik tes kognitif prestasi belajar dan non-tes angket afektif prestasi belajar, keingintahuan siswa.

Data dianalisis menggunakan anava dengan desain factorial 2X2X2, didesain dan dihitung menggunakan Minitab 15.

E. Kesimpulan

1. Pembelajaran inkuiri tebimbing menggunakan metode eksperimen dan demonstrasi dapat memacu peran aktf siswa. Pengunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing melalui metode eksperimen dan demonstrasi ini memberikan pengaruh terhadap pembelajaran Fisika terhadap prestasi belajar (kognitif dan afektif) siswa kelas IX SMP Negeri 1 Karangmalang Sragen tahun pelajaran 2010/2011. Metode eksperimen berpengaruh lebih signifikan dibandingkan metode demonstrasi terhadap prestasi belajar siswa (kognitif dan afektif)

2. Faktor internal siswa berupa keingintahuan siswa disimpulkan memberikan pengaruh dalam pembelajaran fisika terhadap prestasi belajar siswa (kognitif dan afektif). Keingintahuan siswa yang tinggi memberikan pengaruh yang cukup signifikan dibanding keingintahuan rendah.

3. Faktor internal siswa berupa perhatian siswa tidak memberikan pengaruh dalam pembelajaran fisika terhadap prestasi belajar siswa (kognitif dan afektif )

Leave a Reply