HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Inkuiri Terbimbing Melalui Laboratorium Riil dan Virtuil

Judul Tesis : Pembelajaran Fisika dengan Inkuiri Terbimbing Melalui Laboratorium Riil dan Virtuil Ditinjau dari Motivasi Berprestasi dan Kreativitas Belajar Mahasiswa

 

A. Latar Belakang Masalah

Mahasiswa program studi pendidikan fisika FKIP UNPAR terdiri dari berbagai macam mahasiswa yang sangat bervariasi seperti kemapuan awal, IQ, motivasi berprestasi, kreativitas, dll, nanun belum diperhatikan dosen sehingga penguasaan konsep mahasiswa yang rendah, sikap belajar mahasiswa pada aspek prestasi maupun aktivitas mahasiswa dalam pembelajaran di kelas juga kurang baik (buruk). Aspek motivasi dan tingkat kreativitas mahasiswa juga menyebabkan rendahnya penguasaan konsep dan buruknya sikap belajar mahasiswa disebabkan oleh pembelajaran konvensional yang masih mengedepankan metode ceramah, tanpa memperhatikan aktivitas belajar yang berpusat dari mahasiswanya (student centered).

Pembelajaran konvensional yang berlangsung cenderung berjalan satu arah dari dosen ke mahasiswa (teacher centered), menyebabkan pembelajaran terkesan hanya mentransfer pengetahuan dari dosen ke mahasiswa saja. Pembelajaran fisika yang berpusat dari dosen ini berjalan kurang efektif dalam mengembangkan ranah kognitif (penguasaan konsep) dan ranah afektif (sikap belajar) mahasiswa, sehingga penguasaan konsep dan sikap belajar mahasiswa di kelas masih rendah. Pembelajaran konvensional yang menghasilkan penguasaan konsep dan sikap belajar mahasiswa yang rendah, perlu diperbaiki dengan cara menerapkan model, pendekatan, dan strategi pembelajaran yang menggunakan bantuan media.

Ada berbagai metode untuk pembelajaran fisika yang sesuai dengan karateristik materi fisika seperti inkuiri, praktikum, discovery, kooperetif, proyek, dll, namun dosen jarang menggunakan metode-metode tersebut. Begitu juga dengan berbagai media untuk pembelajaran fisika dasar seperti animasi, alat-alat laboratorium, modul, LKS, dsb, namun dosen belum banyak menggunakannya. Hakikat belajar fisika dasar tentu saja tidak cukup sekadar mengingat dan memahami konsep yang ditemukan oleh ilmuwan.

Akan tetapi, yang sangat penting adalah pembiasaan perilaku ilmuwan dalam menemukan konsep yang dilakukan melalui percobaan dan penelitian ilmiah. Proses penemuan konsep yang melibatkan keterampilan-keterampilan yang mendasar melalui percobaan ilmiah dapat dilaksanakan dan ditingkatkan melalui kegiatan laboratorium. Belajar merupakan proses perubahan perilaku individu yang bersifat menetap dan merupakan hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya. Pembelajaran merupakan proses komunikasi transaksional timbal balik antar siswa dengan guru, siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar, pada lingkungan belajar tertentu untuk sasran tertentu.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Adakah perbedaan prestasi belajar fisika antara mahasiswa diberi pembelajaran melalui inkuiri terbimbing laboratorium riil dan laboratorium virtuil?
  2. Adakah perbedaan prestasi belajar mahasiswa yang memiliki kreativitas rendah dan tinggi?
  3. Adakah perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa yang memiliki kreativitas tinggi dan rendah?

 

C. Kajian Pustaka

Definisi Inkuiri Terbimbing

Inkuiri terbimbing merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dosen untuk mengajar. Inkuiri terbimbing menurut Djamarah (2002:95) adalah cara penyajian pelajaran, di mana mahasiswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar, dengan inkuiri terbimbing, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu.

Laboratorium Riil

Pengertian laboratorium riil adalah laboratirium khusus atau ruangan khusus yang dilengkapi dengan alat-alat dan bahan-bahan nyata untuk melakukan percobaan IPA. Dalam laboratorium real mahasiswa dihadapkan benda-benda nyata, baik asli maupun benda tiruan. Laboratorium real dalam pembelajaran fisika pada pokok bahsan optik dengan inkuiri terbimbing menggunakan KIT optik. Dalam KIT optik lengkap peralatan yang dibutuhkan saat melakukan praktikum.

Laboratorium Virtual

Laboratorium virtual atau sering disebut software (program) yang tentu saja dijalankan oleh sebuah komputer. Semua peralatan yang diperlukan oleh sebuah laboratorium terdapat di dalam software tersebut.. Dengan memiliki sebuah laboratorium komputer dan berbagai software simulasi praktikum maka sekolah tersebut sama saja dengan memiliki berbagai laboratorium lain yang sifatnya maya, misalnya laboratorium fisika, kimia, biologi, matematika, bahasa, seni rupa dan lainlain tergantung kepada macam software yang dimiliki. Pada saat ini komputer sudah memasyarakat, dan hampir setiap sekolah telah memiliki laboratorium komputer.

Motivasi Berprestasi

Motivasi terdapat beberapa konsep, diantaranya adalah kebutuhan untuk berprestasi. Motivasi diterapkan dalam berbagai kegiatan, tidak terkecuali dalam belajar. Dengan demikian Motivasi dalam kaitannya dengan kebutuhan untuk berprestasi dalam kegiatan belajar disebut motivasi berprestasi. Motivasi berprestasi sangat berarti bagi perbuatan belajar.

Kreativitas Belajar

Pengertian kreativitas belajar sudah banyak dikemukakan oleh para ahli berdasarkan pandangan yang berbeda-beda, seperti yang dikemukakan oleh Utami Munandar (1992: 47) menjelaskan pengertian kreativitas belajar dengan mengemukakan beberapa perumusan yang merupakan kesimpulan para ahli mengenai Kreativitas belajar.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Palangka Raya Semseter Genap Tahun Akademik 2010/2011.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen.

Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Fisika yang mengabil mata kuliah Optik.

Sampel penelitian diambil secara keseluruhan, dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok 1 menggunakan Laboratorium Riil dan kelompok 2 menggunakan Laboratorium Virtuil.

Pengumpulan data dilakukan melalui tes untuk prestasi belajar kognitif dan angket untuk motivasi berprestasi, kreativitas belajar, dan prestasi belajar afektif.

Analisis data menggunakan Analisis Varians (ANAVA) tiga jalan dengan desain faktorial 2 x 2 x 2.

 

E. Kesimpulan

1. Prestasi belajar mahasiswa dari materi optik yang memperoleh pembelajaran inkuiri terbimbing baik melalui labiratorium riil maupun laboratorium virtuil mendapatkan nilai yang baik. Pembelajaran fisika melalui praktikum menggunakan laboratorium yang berbeda memberikan pengaruh terhadap pokok bahasan optik bagi mahasiswa program studi pendidikan fisika FKIP UNPAR tahun pelajaran 2010/2011. Prestasi belajar mahasiswa yang memperoleh pembelajaran optik menggunakan animasi komputer laboratorium virtuil lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang menggunakan laboratorium riil.

2. Mahasiswa dengan motivasi berprestasi tinggi memperoleh prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Motivasi berprestasi memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar pokok bahasan optik bagi mahasiswa program studi pendidikan fisika FKIP UNPAR tahun pelajaran 2010/2011.

3. Kreativitas belajar tinggi dan kreativitas belajar rendah tidak mempengaruhi terhadap hasil prestasi belajar mahasiswa pokok bahasan optik bagi mahasiswa program studi pendidikan fisika FKIP UNPAR tahun pelajaran 2010/2011. Hal ini dapat ditunjukkan pada angka signifikansi 0,143 lebih dari 0,05, yang berarti Ho(C) diterima. Dengan demikian H1(C) ditolak

Leave a Reply