HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Administrasi: Strategi dalam Menumbuhkan dan Mengembangkan UKM Melalui Pembinaan

Judul Tesis : Strategi dalam Menumbuhkan dan Mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah Melalui Pembinaan

 

A. Latar Belakang

Penggerak utama perekonomian di Indonesia selama ini pada dasarnya adalah sektor UKM. Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, usaha kecil dan menengah merupakan sektor yang mempunyai peranan yang penting sebagai penopang perekonomian sehingga UKM juga harus memperoleh kesempatan utama, dukungan, perlindungan dan pengembangan seluas-luasnya sebagai wujud keberpihakan yang tegas kepada kelompok usaha ekonomi rakyat, tanpa mengabaikan peranan usaha besar dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Berkaitan dengan hal ini, terdapat beberapa fungsi utama UKM dalam menggerakan ekonomi Indonesia, yaitu

  1. Sektor UKM sebagai penyedia lapangan kerja bagi jutaan orang yang tidak tertampung di sektor formal,
  2. Sektor UKM mempunyai kontribusi terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), dan
  3. Sektor UKM sebagai sumber penghasil devisa negara melalui ekspor berbagai jenis produk yang dihasilkan sektor ini. (Arief Rahmana, 2008, kinerja UKM di Indonesia)

Selain itu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga berperan dalam menyerap tenaga kerja, mengurangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Oleh karena itu, Pemerintah sebagai penentu arah kebijakan perlu untuk memberdayakan pengusaha kecil, menengah, dan koperasi agar lebih efisien, produktif dan berdaya saing dengan menciptakan iklim berusaha yang kondusif dan peluang usaha yang seluas-luasnya seperti yang diamanatkan dalam GBHN 1994.

 

B. Rumusan Masalah

Bagaimana strategi dalam menumbuhkan dan mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah melalui pembinaan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal?

 

C. Landasan Teori

Manajemen Strategi

Menurut Hadari Nawawi (2000:147) “Manajemen Strategik adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategik) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan manajemen puncak (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operasional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pada pencapaian tujuan (disebut tujuan strategik) dan berbagai sasaran (tujuan operasioanal) organisasi ”

Perencanaan Strategi

Menurut James A.F. Stoner & Charles Wankel (2003:167) “ Perencanaan strategis adalah proses pemilihan tujuan organisasi, penentuan kebijaksanaan dan program yang diperlukan untuk mencapai sasaran tertentu dalam rangka mencapai tujuan, dan penetapan metode yang dibutuhkan guna menjamin agar kebijaksanaan danprogram strategi itu dapat dilaksanakan ”.

Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Definisi atau kriteria yang digunakan untuk usaha kecil dan menengah di Indonesia sampai saat ini dirasakan sudah tidak sesuai dengan kondisi dunia usaha serta kurang dapat digunakan sebagai acuan oleh instansi atau institusi lain sehingga masing-masing institusi menggunakan definisi yang berbeda. Selain itu pada saat ini muncul pengelompokan usaha mikro yang definisinya adalah usaha keluarga yang mendekati miskin yang dibantu pemerintah dengan penyediaan kredit mikro. (Titik dan Abd. Rohman, 2002:15)

 

D. Metode Penelitian

Penelitian dilakukan di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal Kabupaten Ponorogo.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif.

Sumber data yang digunakan berasal dari narasumber, Peristiwa atau aktivitas yang diamati dan dokumen.

Teknik Pengumpulan Data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan pencatatan dokumen.

Teknik Analisis Data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

 

E. Kesimpulan

  • Sosialisasi

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Indakop dan PM sudah berjalan dengan baik, namun pelaksanaan sosialisasi HaKI belum bisa dikatakan berhasil, karena untuk mendapatkan pengakuan HaKI, pengusaha dihadapkan pada persyaratan yang sulit dan kurangnya kesadaran dari pengusaha untuk mendaftarkan produknya dan mendapatkan pengakuan HaKI.

  • Pelatihan

Pelatihan ini sudah berjalan dengan baik namun untuk pelatihan kewirausahaan belum bisa diterapkan sepenuhnya oleh pengusaha, karena pengusaha masih takut melakukan inovasi terhadap usahanya dan belum berani menanggung resiko kerugian pada usaha yang dijalankan.

  • Bantuan Permodalan

Pemberian bantuan permodalan sudah dilakukan dengan baik oleh dinas karena dinas sudah membantu pengusaha dalam memberikan rekomendasi kepada lembaga penyedia modal, selain itu pengusaha mendapatkan kemudahan dalam hal sertifikasi tanah.

 

Contoh Tesis Administrasi

  1. Evaluasi Implementasi E-Government
  2. Analisis Kinerja Reksadana sebagai Alternatif Berinvestasi
  3. Evaluasi Implementasi Program Keaksaraan Fungsional Tahap Pemberantasan di Desa Jetis
  4. Strategi Dalam Menumbuhkan dan Mengembangkan Usaha Kecil Dan Menengah Melalui Pembinaan
  5. Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Alokasi Dana Desa

 

Leave a Reply