HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat dengan Metode Observasi Laboratorium dan Lapangan

Judul Tesis : Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat dengan Metode Observasi Laboratorium dan Metode Observasi Lapangan Ditinjau dari Sikap Ilmiah Siswa dan Konsep Diri Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat merupakan model pembelajaran yang mengangkat isu-isu yang berkembang di masyarakat untuk dijadikan suatu topik dan siswa diajak secara langsung untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Siswa diberi kesempatan untuk mengkaitkan antara konsep sains dengan sosial dan membandingkan dengan teknologi untuk memperoleh pengetahuan baru. Pengetahuan baru yang diperoleh siswa dari pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas hidupnya sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial.

Sebagai individu seseorang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan inovatif menghadapi persaingan global, kreatif dan tekun mencari peluang untuk memperoleh kehidupan layak dan halal, namun dapat menerima dengan tabah andaikata menghadapi kegagalan setelah berusaha. Hal tersebut mendukung tujuan pendidikan dasar yaitu, memberikan dasar perkembangan kepribadian anak dalam aspek sikap, perilaku, daya cipta, dan kreativitas yang sangat diperlukan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta perkembangan fisik dan mental anak.

Sementara ditegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan dasar dimaksudkan untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa dalam mengembangkan kehidupan sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, sehingga siap untuk mengikuti pendidikan selanjutnya. Menurut Vygotsky dalam Anna Poedjiadi (2005: 71) “Pada saat siswa memasuki ruang kelas, siswa telah membawa gagasan/konsepawalnya diperoleh dari kehidupan sehari-hari”. Ini menunjukkan bahwa di dalam benak siswa telah ada konsep-konsep sebelumnya tergantung dari lingkungan masing-masing siswa. Konsep awal tersebut perlu disadari oleh guru dalam kegiatan pembelajaran, agar proses pembelajaran bukanlah sekedar pemindahan gagasan guru kepada siswa, melainkan sebagai proses untuk mengubah gagasan yang ada melalui pengalaman di kelas.

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat dengan metode observasi laboratorium dan metode observasi lapangan terhadap prestasi belajar siswa?
  2. Apakah ada pengaruh sikap ilmiah siswa katagori tinggi dan katagori rendah terhadap prestasi belajar siswa?
  3. Apakah ada pengaruh konsep diri siswa positif dan konsep diri siswa negatif terhadap prestasi belajar siswa?

C. Landasan Teori

Model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat

Pemerintah sudah mencanangkan bahwa setiap penduduk harus peduli terhadap lingkungan dan berdasarkan peraturan wali kota Yogyakarta tahun 2008 tentang Semutlis (Sepuluh menit untuk lingkungan sekolah) merupakan suatu aturan dengan harapan siswa peduli terhadap lingkungan atau dengan kata lain sikap / moral siswa terhadap lingkungan. Isu hangat yang beredar di masyarakat dapat dijadikan topik dalam pembelajaran disesuaikan dengan SK dan KD dalam silabus.

Metode observasi lapangan

Metode observasi lapangan merupakan metode demonstrasi yang dilakukan oleh orang lain, bukan oleh guru maupun oleh siswa. Dalam metode observasi lapangan siswa akan mengobservasi demonstrasi yang dilakukan oleh orang lain dan siswa akan mencatat hasil observasi dengan menggunakan LKS yang sudah disediakan oleh guru atau yang dibuat siswa bersama dengan guru.

Metode observasi laboratorium

“ Metode observasi laboratorium atau metode eksperimen laboratorium, siswa melakukan eksperimen sendiri untuk kemudian diobservasi hasilnya . Metode eksperimen ini dapat dikatakan metode yang ideal, karena siswa pada umumnya menemukan dan memahami konsep melalui pengalamannya sendiri “ Wina Sanjaya ( 2008: 152).

Sikap ilmiah

Sikap dalam bahasa Inggris disebut “Attitude” sedangkan istilah attitude sendiri berasal dari bahasa latin yakni ”Aptus” yang berarti keadaan  secara mental yang bersifat untuk melakukan kegiatan. Triandis dalam Bahrul Ulum (2007) mendefinisikan sikap sebagai :” An attitude an idea charged which emotion predis poses a class of actions to aparcitular class of social situation

Konsep diri

Masalah-masalah rumit yang dialami manusia, seringkali dan bahkan hampir semua sebenarnya berasal dari dalam diri. Mereka tanpa sadar menciptakan mata rantai masalah yang berakar dari problem konsep diri.

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian mengunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 2 Yogyakarta.

Sampel diambil secara random sebanyak dua kelas, masing-masing terdiri dari 40 siswa.

Pengumpulan data sikap ilmiah dan konsep diri menggunakan angket, untuk prestasi belajar siswa menggunakan tes pada kemampuan kognitif. Validitas instrumen sikap ilmiah , konsep diri dan prestasi belajar siswa diuji dengan menggunakan rumus koefisien korelasi biseral. Reliabilitas instrument diuji dengan rumus alpha Conbrach.

Data prestasi belajar dianalisis dengan menggunakan anava 3 jalan frekuensi sel tidak sama dengan minitab 15.

D. Kesimpulan

1. Terdapat pengaruh pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat dengan metode observasi laboratorium dan metode observasi lapangan terhadap prestasi belajar siswa pada materi Bioteknologi Kelas XII IA SMA Negeri 2 Yogyakarta tahun pelajaran 2008-2009 yaitu prestasi belajar yang diperoleh dengan metode observasi laboratorium lebih baik daripada prestasi belajar yang diperoleh dengan metode observasi lapangan dengan nilai rata-rata prestasi belajar berturut-turut 73.65 dan 70,90. Pada uji lanjut pasca anava ternyata metode tidak signifikan terhadap prestasi belajar siswa, berarti pada metode observasi laboratorium maupun metode observasi lapangan siswa memiliki prestasi belajar tinggi dan juga ada yang memiliki prestasi belajar rendah.

2. Terdapat pengaruh sikap ilmiah katagori tinggi dan katagori rendah dengan metode observasi laboratorium maupun metode observasi lapangan terhadap prestasi belajar siswa pada materi Bioteknologi siswa kelas XII IA SMA Negeri 2 Yogyakarta tahun pelajaran 2008- 2009. Sikap ilmiah yang dimiliki siswa pada kelas dengan metode observasi laboratorium dan metode observasi lapangan berturut-turut adalah 78.75 dan 76.75. Pada uji lanjut pasca Anava ternyata sikap ilmiah tidak signifikan terhadap prestasi belajar siswa, berarti sikap ilmiah katogori tinggi dan sikap ilmiah katagori rendah tidak dipengaruhi metode pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. 3. Terdapat pengaruh konsep diri kategori positif dan katagori negatif dengan metode observasi laboratorium maupun metode observasi lapangan terhadap prestasi belajar siswa pada materi Bioteknologi siswa kelas XII IA SMA N 2

3. Yogyakarta tahun pelajaran 2008- 2009. Konsep diri yang dimiliki siswa dengan metode observasi laboratorium maupun metode observasi lapangan adalah 79.30 dan 77.50. Pada uji lanjut pasca Anava ternyata konsep diri berpengaruh tidak signifikan terhadap prestasi belajar siswa, berarti konsep diri katagori positif dan katagori negatif tidak dipengaruhi metode pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

Incoming search terms:

Leave a Reply