HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Kumpulan Contoh Tesis Pembelajaran Fisika

1. Pengembangan Model Pembelajaran Fisika Berbasis Scientific pada Materi Elastisitas di SMA Negeri 2 Purwokerto

 

Abstrak

Fisika merupakan bagian dari sains yang mempelajari tentang alam sekitar beserta isinya, peristiwa, dan gejala-gejala alam. Dalam Kurikulum 2013, pembelajaran menggunakan pendekatan scientific yang juga dikenal dengan istilah 5M, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menyimpulkan dan mengkomunikasikan. Pengembangan bahan ajar yang relevan berdasarkan pendekatan scientific diperlukan agar pembelajaran menjadi lebih bermakna sehingga dapat memaksimalkan hasil belajar.

 

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • mengetahui bagaimana prosedur pengembangan modul fisika berbasis scientific pada materi elastisitas,
  • mengetahui kelayakan modul fisika berbasis scientific pada materi elastisitas,
  • mengetahui efektifitas penggunaan modul fisika berbasis scientific pada materi elastisitas di SMA Negeri 2 Purwokerto.

 

Penelitian ini menggunakan metode Research And Development yang mengacu pada model Four D dari Thiagarajan, dengan tahapan define (Pendefisian), design (Perancangan), develop (Pengembangan), dan desseminate (Penyebaran). Penelitian diawali dengan analisis kebutuhan, kemudian perancangan pembuatan draf modul. Draf modul divalidasi oleh ahli, guru, dan teman sejawat. Hasil revisi berupa draf modul I diujicobakan secara terbatas pada 10 siswa kemudian direvisi menjadi draf modul II. Draf modul II dilakukan uji coba lapangan pada 39 siswa dengan diberikan modul berbasis scientific, kemudian direvisi menjadi modul produk akhir. Modul kemudian disebarkan ke guru fisika SMA melalui MGMP fisika kabupaten Banyumas. Uji coba lapangan menggunakan one group pretest-posttes design. Data hasil belajar pengetahuan dihitung dengan gain ternormalisasi dan diuji dengan uji t dua sampel berpasangan, sedangkan hasil belajar ketrampilan dan sikap dihitung persentase ketercapaiannya.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa :

  • pengembangan modul berbasis Scientific pada materi Elastisitas dilakukan menggunakan model 4D (four-D model) yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (desseminate),
  • hasil pengembangan modul fisika berbasis Scientific pada materi elastisitas layak untuk mendukung pembelajaran pada materi tersebut. Kelayakan modul fisika berbasis Scientific berdasarkan penilaian dari ahli, praktisi, dan respon siswa yang secara keseluruhan memberikan kategori sangat baik (nilai > 3,51) pada produk pengembangan dan layak digunakan di SMA Negeri 2 Purwokerto,
  • hasil perhitungan N-gain ternormalisasi diperoleh rata-rata kenaikan hasil belajar dari 39 siswa adalah 0,5924 dengan kategori “Baik“. Setelah diuji dengan paired sample t-test hasil belajar pengetahuan siswa sebelum dan setelah penerapan modul berbeda secara signifikan dengan nilai rata-rata siswa mengalami kenaikan pada hasil pretes dan postes. Hal ini menunjukkan implementasi modul fisika berbasis scientific pada materi Elastisitas efektif dalam pembelajaran.

Kata kunci : Modul, Pembelajaran, Fisika, Scientific, Elastisitas.

 

2. Kontribusi Guru Sebagai Agen Pembelajaran dan Motivasi Berprestasi terhadap Keterampilan Guru dalam Pembelajaran Fisika di SMP Se Kota Salatiga

 

Abstrak

Tujuan penelitian untuk mengetahui :

  • kontribusi guru sebagai agen pembelajaran terhadap keterampilan guru dalam pembelajaran
  • kontribusi motivasi berprestasi terhadap keterampilan guru dalam pembelajaran
  • kontribusi guru sebagai agen pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap keterampilan guru dalam pembelajaran

 

Penelitian menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian korelasional yaitu mencari korelasi antara variabel bebas dengan variabel terikat. Populasi penelitian guru fisika di SMP se kota Salatiga berjumlah 111 guru. Jumlah sampel sebesar 84 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala likert. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis korelasi dan regresi ganda dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas, uji linieritas, dan uji independensi.

 

Hasil penelitian disimpulkan :

  • Terdapat kontribusi guru sebagai agen pembelajaran dan motivasi berprestasi dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai R² sebesar 0,225 berarti guru sebagai agen pembelajaran dan motivasi berprestasi secara bersama-sama dapat menjelaskan variabel keterampilan guru dalam pembelajaran sebesar 22,5%, sisanya 77,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti.
  • Terdapat kontribusi guru seagai agen pembelajaran terhadap keterampilan mengajar guru dalam pembelajaran fisika SMP se kota Salatiga, dengan nilai signifikansi = 0,006 < 0,05. Sumbangan efektif yang diberikan guru sebagai agen pembelajaran terhadap keterampilan guru dalam pembelajaran 11,301%.
  • Terdapat kontribusi motivasi berprestasi terhadap keterampilan guru dalam pembelajaran, hal ini ditunjukkan dengan signifikansi = 0,007 < 0,05. Besarmya sumbangan efektif yang diberikan motivasi berprestasi terhadap keterampilan guru dalam pembelajaran sebesar 11,199%.

 

3. Model Kooperatif Tipe Numbered-Heads-Together dan Think-Pair-Share pada Pembelajaran Fisika Ditinjau dari Sikap Sosial Siswa (Studi Kasus Pembelajaran Fisika pada Pokok Bahasan Dinamika pada Siswa Kelas X SMA Taruna Nusantara Magelang)

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :

  • apakah ada pengaruh model kooperatif tipe Think-Pair-Share (T-P-S) dan tipe Numbered-Heads-Together (N-H-T) terhadap prestasi belajar fisika;
  • apakah ada pengaruh sikap sosial terhadap prestasi belajar fisika;
  • apakah ada interaksi antara model kooperatif tipe T-P-S dan N-H-T dengan sikap sosial terhadap prestasi belajar fisika.

 

Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli 2008 sampai dengan November 2008, menggunakan metode eksperimen dengan dua kelompok eksperimen. Populasi adalah siswa kelas X SMA Taruna Nusantara Magelang Tahun Pelajaran 2008/2009 yang terdiri atas 10 kelas, dengan jumlah siswa 300 orang. Sampel berjumlah 179 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik cluster sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model kooperatif (tipe T-P-S dan tipe N-H-T), dan sikap sosial siswa. Sebagai variabel terikat adalah prestasi belajar siswa ranah kognitif. Data penelitian untuk sikap sosial siswa diperoleh melalui sosiometri. Data penelitian untuk prestasi belajar diperoleh melalui metode tes tertulis. Analisis data menggunakan teknik analysis of Variance (anova) atau analisis variansi (anava).

 

Setelah dilakukan analisis diperoleh kesimpulan :

  • penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe T-P-S memberikan rataan prestasi belajar 74,38 yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan model pembelajaran tipe N-H-T yang besarnya 71,87 pada taraf signifikansi 0,05;
  • rataan prestasi yang dicapai siswa dengan sikap sosial tinggi, sedang dan rendah masing-masing adalah 86,80, 71,38 dan 65,38 pada taraf signifikansi 0,05 menunjukkan siswa yang memiliki sikap sosial lebih tinggi meraih prestasi yang lebih baik;
  • tidak ada interaksi antara model kooperatif tipe T-P-S dan N-H-T dengan sikap sosial siswa pada pembelajaran fisika.

 

 

4. Pembelajaran Fisika Berbasis Masalah Melalui Metodeeksperimen dan Demontrasi Diskusi Ditinjau dari Interaksi Sosial dan Sikap Ilmiah Siswa (Studi pada Materi Listrik Dinamis Kelas X Semester 2 SMA Negeri 1 Jakenan Tahun Pelajaran 2011/2012)

 

Abstrak

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasinya terdiri dari siswa kelas x sman 1 jakenan tahun pelajaran 2011/2012. Sampel yang diambil adalah 2 kelas yaitu kelas X8 dan X9 dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data prestasi kogitif digunakan metode tes. Untuk data interaksi social, sikap ilmiah dan prestasi afektif digunakan metode angket. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi tiga jalan desain faktorial 2x2x2 dengan sel tak sama.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan :

  • terdapat pengaruh pembelajaran berbasis masalah menggunakan metode eksperimen dan demonstrasi diskusi terhadap prestasi kognitif dan afektif;
  • terdapat pengaruh interaksi sosial tinggi dan rendah terhadap prestasi kognitif. Namun tidak terdapat pengaruh interaksi sosial tinggi dan rendah terhadap prestasi afektif;
  • terdapat pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi kognitif, namun tidak terdapat pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi afektif;
  • tidak terdapat interaksi pembelajaran berbasis masalah menggunakan metode eksperimen dan demonstrasi diskusi dengan interaksi sosial terhadap prestasi kognitif dan afektif;
  • tidak terdapat interaksi pembelajaran berbasismasalah menggunakan metode eksperimen dan demonstrasi diskusi dengan sikap ilmiahterhadap prestasi kognitif dan afektif;
  • tidak terdapat interaksi sosial dengan sikap ilmiahterhadap prestasi kognitif dan afektif;
  • tidak terdapat interaksi pembelajaran berbasis masalah menggunakan metode eksperimen dan demonstrasi diskusi,interaksi sosial, sikap ilmiahterhadap prestasi kognitif dan afektif.

 

Kata kunci : pembelajaran berbasis masalah, metode eksperimen, metode demonstrasi diskusi, interaksi social, sikap ilmiah, listrik dinamis, prestasi belajar/ ranah kognitif dan afektif.

 

 

5. Pembelajaran Fisika Berbasis Masalah Menggunakan Modul Berbahasa Inggris dan Bilingual Ditinjau dari Kemampuan Verbal dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA (Materi Gelombang Elektromagnetik Kelas X SMA Negeri 2 Wonogiri Tahun Pelajaran 2012/2013)

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran fisika berbasis masalah menggunakan modul berbahasa Inggris dan bilingual ditinjau dari kemampuan verbal dan berpikir kritis terhadap prestasi siswa. Penelitian ini digunakan metode quasi eksperimen dan dilaksanakan di SMA Negeri 2 Wonogiri pada semester 2 tahun pelajaran 2012/2013. Pepulasinya adalah seluruh siswa kelas X dan sampel diambil dengan claster random sampling yang terdiri dari 2 kelas, kelas X-10 belajar dengan modul berbahasa Inggris dan kelas X-11 menggunakan modul bilingual. Data diperoleh dari tes untuk prestasi kognitif, kemampuan verbal dan kemampuan berpikir kritis, dan angket untuk prestasi afektif. Data dianalisis menggunakan Anava 2x2x2 dan uji lanjut Scheffe.

 

Dari analisis data dapat disimpulkan :

  • ada perbedaan pengaruh pembelajaran fisika berbasis masalah menggunakan modul berbahasa Inggris dengan bilingual terhadap prestasi kognitif, tetapi tidak ada pengaruh untuk prestasi afektif;
  • ada perbedaan pengaruh kemampuan verbal terhadap prestasi belajar kognitif dan prestasi afektif;
  • ada perbedaan pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif dan prestasi afektif;
  • tidak ada interaksi antara pembelajaran fisika berbasis masalah menggunakan modul berbahasa Inggris dan bilingual dengan kemampuan verbal terhadap prestasi belajar kognitif dan prestasi afektif;
  • ada interaksi antara pembelajaran fisika berbasis masalah menggunakan modul berbahasa Inggris dan bilingual dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif, tetapi tidak ada interaksi untuk prestasi afektif;
  • tidak ada interaksi antara kemampuan verbal dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif dan prestasi afektif;
  • tidak ada interaksi antara pembelajaran fisika berbasis masalah menggunakan modul berbahasa Inggris dan bilingual dengan kemampuan verbal dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif dan prestasi afektif

 

Kata kunci: PBL Menggunakan Modul Berbahasa Inggris, PBL Menggunakan Modul Bilingual, Kemampuan Verbal, Kemampuan Berpikir Kritis, Prestasi Belajar Fisika.

 

 

6. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Berbasis Empat Pilar Pendidikan Melalui Outdoor-Inquiry Meningkatakan Kebiasaaan Bekerja Ilmiah pada Materi Momen Gaya, Fluida, dan Keseimbangan Statis di IKIP PGRI Pontianak

 

Abstrak

Empat pilar pendidikan dalam pembelajaran fisika yang tercantum dalam kurikulum 2006 perlu diperhatikan, namun dalam kurikulum tersebut tidak dijelaskan penjabarannya. Keterbatasan sarana laboratorium juga menjadi kendala dalam mendukung pembelajaran Fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran Fisika (LKM, SAP dan Buku Dosen) yang berbasis empat pilar pendidikan melalui kegiatan luar ruangan (outdoor-inquiry) untuk meningkatkan kebiasaan bekerja ilmiah mahasiswa IKIP PGRI Pontianak.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D. Tahap model 4-D adalah define (pendefinisian), design (perencanaan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Penelitian ini hanya sampai pada tahap develop karena keterbatasan waktu. Pengujian efektivitas perangkat pembelajaran dengan menggunakan ketuntasan nilai kognitif mahasiswa. Selanjutnya untuk mengetahui peningkatan kebiasaan bekerja ilmiah adalah dengan membandingkan kebiasaan bekerja ilmiah mahasiswa sebelum menggunakan perangkat pembelajaran dan mahasiswa setelah menggunakan perangkat pembelajaran Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket, lembar validasi, lembar observasi, dan soal tes. Uji hipotesis menggunakan uji t atau uji beda rerata. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran dapat dilakukan melalui uji coba bertingkat secara individu, kelompok kecil dan kelompok besar. Profil ketrampilan proses sains mahasiswa (learning to do) meningkat pada pelaksanaan LKM 01, LKM 02 dan LKM 03 dengan gain 0,29 dan 0,38. Pemahaman konsep mahasiswa (learning to know) meningkat pada pelaksanaan LKM 01, LKM 02 dengan gain 0,10 tetapi menurun pada pelaksanaan LKM 03 dengan gain – 0,09. Kemampuan bekerja kelompok mahasiswa (learning to live together) meningkat dengan gain 0,14 dan 0,50. Pembiasaan bekerja ilmiah (learning to be) meningkat dengan gain 0,18 dan 0,23. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pengembangan perangkat dapat dilakukan melalui uji coba bertingkat dan hasil penerapan perangkat dapat menunjukan kecenderungan pembiasaan bekerja ilmiah pada diri mahasiswa mulai tumbuh. Respon sikap mahasiswa terhadap perangkat pembelajaran secara umum baik dan sangat baik

Kata kunci : Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika, Empat Pilar Pendidikan, Outdoor-Inquiry, Kebiasaan Bekerja Ilmiah

 

7. Pembelajaran Fisika Melalui Discovery Learning dengan Metode Eksperimen dan Demonstrasi Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreativitas Siswa SMK Negeri 1 Kebonsari Kabupaten Madiun Kelas X pada Materi Sifat Mekanik Bahan Tahun Ajaran 2014/2015

 

Abstrak

Tujuan penelitian :

  • mengetahui pengaruh pembelajaran fisika Discovery Learning menggunakan metode eksperimen dan metode demonstrasi terhadap hasil belajar fisika;
  • mengetahui pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar fisika;
  • mengetahui pengaruh kreativitas siswa terhadap hasil belajar fisika;
  • mengetahui interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar fisika;
  • mengetahui interaksi antara metode pembelajaran dengan kreativitas siswa terhadap hasil belajar fisika; 6) mengetahui interaksi antara kemampuan berpikir kritis dengan kreativitas siswa terhadap hasil belajar fisika;
  • mengetahui interaksi antara metode pembelajaran, kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa terhadap hasil belajar fisika.

 

Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain faktorial 2 X 2 X 2.  Pengambilan sampel digunakan teknik random sampling. Kelas sampel yaitu kelas X KRA 36 siswa dan X KRC 35 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi tiga jalan dan uji lanjut anava menggunakan IBM SPSS Statistics 22.

 

Hasil dari penelitian :

  • tidak terdapat perbedaan pengaruh pembelajaran fisika Discovery Learning menggunakan metode eksperimen dan metode demonstrasi terhadap hasil belajar kognitif (0,535), afektif (0,871) dan psikomotorik (0,516);
  • terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar kognitif (0,000) dan tidak terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar afektif (0,166) dan psikomotorik (0,136);
  • terdapat pengaruh kreativitas siswa terhadap hasil belajar kognitif (0,001) dan tidak terdapat pengaruh kreativitas siswa terhadap hasil belajar afektif (0,123) dan psikomotorik (0,207);
  • tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar kognitif (0,467) dan terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar afektif (0,013) dan psikomotorik (0,011);
  • tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan kreativitas siswa terhadap hasil belajar kognitif (0,275), afektif (0,091), psikomotorik (0,472);
  • tidak terdapat interaksi antara kemampuan berpikir kritis dengan kreativitas siswa terhadap hasil belajar kognitif (0,121), afektif (0,281), psikomotorik (0,279);
  • tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran, kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa terhadap hasil belajar kognitif (0,325), afektif (0,905), psikomotorik (0,557).

Kata kunci: Discovery Learning, metode eksperimen, metode demonstrasi diskusi, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, hasil belajar fisika

 

 

8. Pembelajaran Fisika Melalui Metode Problem Solving dan Problem Posing Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreativitas (Pembelajaran pada Fisika Dasar II Materi Optika Geometris Bagi Mahasiswa Pendidikan Fisika STKIP-PGRI Pontianak)

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Problem Solving dan Problem Posing ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan kreativitas, dan interaksinya terhadap prestasi belajar fisika.

 

Penelitian menggunakan metode eksperimen dan dilakukan pada bulan Desember 2012 – Januari 2013. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Fisika semester 2 STKIP PGRI Pontianak Provinsi Kalimantan Barat tahun akademik 2012/2013. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster random sampling, sampel terdiri dari 2 kelas yaitu kelas A Pagi dan A Sore. Kelas A pagi menggunakan metode Problem Solving dan kelas A Sore menggunakan metode Problem Posing. Data prestasi belajar diambil menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas menggunakan angket, serta afektif dan psikomotorik menggunakan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah anava tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2 dan dilanjutkan dengan uji Scheffe.

 

Hasil penelitian menunjukkan:

  • ada pengaruh pembelajaran metode Problem Solving dan Problem Posing pada prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik;
  • ada pengaruh kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik;
  • ada pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik;
  • tidak ada interaksi antara metode Problem Solving dan Problem Posing dengan kreativitas pada prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik;
  • ada interaksi antara model pembelajaran Problem Solving dan Problem Posing dengan kemampuan berpikir kritis pada prestasi belajar kognitif, tetapi tidak ada interaksi pada prestasi belajar afektif dan psikomotorik;
  • tidak ada interaksi antara kreativitas dengan kemampuan berpikir kritis pada prestasi belajar kognitif dan afektif, tetapi ada interaksi pada prestasi belajar psikomotorik; 7) tidak ada interaksi antara metode Problem Solving dan Problem Posing dengan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis pada prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Kata Kunci: Problem Solving, Problem Posing, Kemampuan Berpikir Kritis, Kreativitas, Prestasi Belajar.

 

9. Pembelajaran Fisika Menggunakan Model SSCS (Search, Solve, Create and Share) dan Model PQ4R (Preview, Questions, Read, Reflect, Recite, and Review) Ditinjau dari Motivasi Belajar dan Tingkat Berfikir Abstrak Siswa (Penelitian pada Materi Pokok Kinematika Gerak Mata Pelajaran Fisika Kelas X (Sepuluh) Tahun Pelajaran 2012/2013 di SMA Padmawijaya Klaten)

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran SSCS dan model PQ4R, pengaruh motivasi belajar siswa, dan pengaruh tingkat berfikir abstrak siswa serta interaksi-interaksinya terhadap prestasi belajar siswa.

 

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan populasi penelitian seluruh siswa kelas X SMA Padmawijaya tahun pelajaran 2012/2013, Sampel penelitian ditentukan dengan teknik populasi sebanyak dua kelas. Model pembelajaran pada kelas eksperimen 1 yaitu kelas XA menggunakan model SSCS dan pada kelas eksperimen 2 adalah kelas XB menggunakan model PQ4R. Teknik Analisis Data menggunakan UJi Non Parametrik Kruskal-Wallis dan teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk data prestasi belajar dan tes berfikir abstrak siswa, kemudian metode angket untuk data motivasi belajar siswa.

 

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa :

  • terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa (Sig.=0,006model SSCS
  • terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa (Sig.=0,014lebih baik dari pada motivasi belajar kategori rendah,
  • terdapat pengaruh yang signifikan tingkat berfikir abstrak siswa terhadap prestasi belajar siswa (Sig.=0,002baik dibandingkan dengan kategori rendah
  • terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar siswa (Sig.=0,001interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat berfikir abstrak siswa terhadap prestasi belajar siswa (Sig.=0,000belajar dengan tingkat berfikir abstrak siswa terhadap prestasi belajar siswa (Sig.=0,002motivasi belajar dan dengan tingkat berfikir abstrak siswa terhadap prestasi belajar siswa (Sig.=0,000

Kata kunci : Pembelajaran Fisika, Model SSCS, Model PQ4R, Motivasi Belajar, Tingkat Berfikir Abstrak, Prestasi Belajar Siswa

 

 

10. Pembelajaran Fisika Menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses Sains dengan Media Virtual dan Real Ditinjau dari Kreativitas dan Sikap Ilmiah Siswa SMA (Materi Listrik Dinamis Kelas X SMA Negeri 1 Wonosari Tahun Pelajaran 2012/2013)

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya: pengaruh pembelajaran menggunakan keterampilan proses sains dengan media virtual dan real kreativitas, sikap ilmiah dan interaksinya terhadap prestasi belajar siswa.

 

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2012–Desember 2013 dengan menggunakan metode kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri I Wonosari tahun pelajaran 2012/2013. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yang diambil secara cluster random sampling. Kelas yang menggunakan media virtual terpilih kelas X F dan kelas yang menggunakan media real kelas X E. Data dikumpulkan dengan tes untuk prestasi belajar kognitif dan angket untuk kreativitas dan sikap ilmiah, dan lembar observasi untuk prestasi belajar afektif dan psikomotorik. Tehnik analisa data menggunakan ANAVA tiga jalan desain faktorial 2x2x2 dengan sel tak sama dengan bantuan software SPSS.

 

Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa :

  • ada pengaruh penggunaan media virtual dan real terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar psikomotorik.
  • ada pengaruh kreativitas tinggi dan rendah siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, dan psikomotorik.
  • ada pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah siswa terhadap prestasi kognitif, afektif dan psikomotorik.
  • ada interaksi antara media pembelajaran dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif tetapi tidak ada interaksi antara media dan kreativitas terhadap prestasi belajar afektif maupun psikomotorik.
  • ada interaksi antara media pembelajaran dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar kognitif tetapi tidak ada interaksi antara media dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar afektif maupun psikomotorik.
  • tidak ada interaksi antara kreativitas dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, tetapi ada interaksi antara kreativitas dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar psikomotorik.
  • ada interaksi antara media pembelajaran, kreativitas, dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar kognitif tetapi tidak ada interaksi antara media, kreativitas dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotorik.

Kata kunci: Pembelajaran Keterampilan Proses Sains, media virtual, real., Kreativitas, Sikap Ilmiah, Prestasi Siswa

 

 

11. Pembelajaran Remedial Menggunakan Modul dan Portofolio untuk Keberhasilan Pembelajaran Fisika SMA dengan Memperhatikan Motivasi Belajar Siswa

 

Abstrak

Masalah dari penelitian ini adalah :

  • apakah terdapat perbedaan pengaruh metode pembelajaran remedial terhadap prestasi belajar fisika,
  • apakah terdapat pengaruh tingkat motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar fisika,
  • apakah terdapat interaksi antara metode pembelajaran remedial dengan tingkat motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar fisika.

 

Berdasarkan pada kajian teori yang relevan, hipotesis yang diajukan adalah :

  • terdapat pengaruh yang signifikan metode pembelajaran remedial terhadap prestasi belajar fisika,
  • terdapat pengaruh yang signifikan tingkat motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar fisika,
  • terdapat interaksi yang signifikan antara metode pembelajaran remedial dengan tingkat motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar fisika.

 

Populasi penelitian adalah siswa kelas III SMA Negeri 1. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 60 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes dan angket. Untuk menguji validitas tes dan angket digunakan rumus Korelasi Product Moment, sedangkan untuk menguji reliabilitas tes dan angket digunakan rumus Alpha. Prasyarat analisis menggunakan Uji Kolmogorow-Smirnov untuk uji normalitas, Uji F dan Bartlett untuk uji homogen. Dengan menggunakan ? = 5% diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi berdistribusi normal dan populasi yang homogen. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Variansi Dua jalan dengan jumlah sel tak sama.

 

Hasil analisis variansi dua jalan pada taraf signifikansi 5% menujukkan :

  • tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari metode pembelajaran remedial terhadap prestasi belajar fisika (nilai uji F=0,42 dengan nilai P=0,519 > ? = 0,05)
  • terdapat pengaruh yang signifikan dari faktor motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar fisika (nilai uji F=6,07 dengan nilai P=0,004 < ? = 0,05)
  • terdapat interaksi antara metode pembelajaran remedial dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi beljar siswa (nilai uji F=3,21 dengan nilai P=0,048 < ? = 0,05). Setelah dilakukan uji hipotesis, ternyata hipotesis nol kedua dan ketiga ditolak, oleh karena itu dilanjutkan dengan uji perbandingan rerata pada setiap pasangan faktor kolom dan faktor interaksi dengan metode Tukey.

 

Hasil uji perbandingan rerata adalah :

  • terdapat perbedaan rerata prestasi belajar fisika antara kelompok motivasi belajar tinggi dengan sedang,
  • terdapat perbedaan rerata prestasi belajar fisika pada metode pembelajaran remedial menggunakan modul antara tingkat motivasi belajar siswa tinggi dengan sedang.

 

Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa, siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi cenderung memperoleh prestasi belajar fisika yang lebih tinggi daripada siswa yang mempunyai motivasi berprestasi sedang dan rendah. Sedangkan siswa yang mendapatkan metode pembelajaran remedial menggunakan modul dengan motivasi belajar tinggi cenderung memperoleh prestasi belajar fisika yang lebih tinggi daripada siswa bermotivasi sedang dan rendah. Demikian halnya, siswa yang mendapatkan metode pembelajaran remedial menggunakan portofolio untuk motivasi belajar tinggi dan sedang cenderung memperoleh prestasi belajar fisika yang lebih tinggi daripada siswa yang bermotivasi rendah. Jadi motivasi belajar siswa memberikan pengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar fisika. Selain itu berdasarkan tingkat motivasi belajar siswa tersebut, metode pembelajaran remedial baik yang menggunakan modul maupun portofolio dapat diterapkan untuk meningkatkan prestasi belajar fisika.

12. Pengaruh Pembelajaran Fisika Menggunakan Model Modified Free Inquiry dan Guided Inquiry Terhadap Kemampuan Multirepresentasi Ditinjau dari Kemampuan Awal dan Keterampilan Proses Sains

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Modified Free Inquiry (MFI) dan Guided Inquiry (GI), kemampuan awal, keterampilan proses sains (KPS), dan interaksinya terhadap kemampuan multirepresentasi.

 

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X kelompok peminatan Matematika dan Ilmu Alam (MIA) SMA Negeri 1 Genteng Kabupaten Banyuwangi yang terdiri dari 5 kelas. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu XMIA1 yang pembelajarannya dengan GI dan XMIA2 yang pembelajarannya dengan MFI. Data dikumpulkan dengan tes untuk kemampuan multirepresentasi, dokumentasi untuk kemampuan awal, lembar observasi untuk keterampilan proses sains.

 

Hasil penelitian disimpulkan bahwa :

  • ada pengaruh model pembelajaran GI dan MFI terhadap kemampuan multirepresentasi;
  • tidak ada pengaruh kemampuan awal terhadap kemampuan multirepresentasi;
  • ada pengaruh keterampilan proses sains terhadap kemampuan multirepresentasi;
  • ada interaksi model pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap kemampuan multirepresentasi;
  • tidak ada interaksi model pembelajaran dengan keterampilan proses sains terhadap kemampuan multirepresentasi;
  • tidak ada interaksi kemampuan awal dengan keterampilan proses sains terhadap kemampuan multirepresentasi;
  • tidak ada interaksi model pembelajaran, kemampuan awal, dan keterampilan proses sains terhadap kemampuan multirepresentasi.

 

 

13. Pengembangan Instruksi Praktikum Berbasis Keterampilan Generik Sains pada Pembelajaran Fisika Materi Teori Kinetik Gas Kelas Xi IPA SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013

 

Abstrak

Pembelajaran fisika di sekolah khususnya pada materi teori kinetik gas cenderung berorientasi pada ranah kognitif siswa sementara kemampuan berpikir dan bertindak yang bisa digali melalui keterampilan generik sains kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bentuk pengembangan instruksi praktikum berbasis keterampilan generik sains dan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran.

 

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Sampel pengembangan meliputi sampel validasi produk sejumlah 4 validator, sampel ujicoba terbatas sejumlah 6 orang siswa, dan sampel ujicoba pemakaian sejumlah 24 orang siswa. Teknik pengumpulan data dimulai dengan tahap studi pendahuluan, desain produk, validasi desain, ujicoba terbatas, dan ujicoba pemakaian. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi silabus, RPP, instruksi praktikum, penilaian kognitif, psikomotorik, dan afektif serta kisi-kisi soal pretest-posttest, pedoman wawancara, lembar penilaian hasil belajar, dan soal pretest-posttest. Ujicoba pemakaian dengan one group pretest-posttest design. Data yang diperoleh berupa penilaian validasi produk pengembangan dan hasil belajar kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa. Data hasil belajar kognitif dianalisis dengan uji Wilcoxon untuk dua kelompok dependent dengan menggunakan program SPSS Statistik 18. Data hasil belajar psikomotorik dan afektif dianalisis sebagai pencapaian belajar.

 

Hasil analisis data menunjukkan bahwa jumlah skor rata-rata untuk pengembangan seluruh produk berada dalam kategori sangat baik. Produk yang dihasilkan bersifat valid dan praktis untuk digunakan siswa dalam proses belajar. Penggunaan instruksi praktikum hasil pengembangan memberi peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan yaitu terdapat perbedaan antara hasil pretest dan posttest. Keterampilan psikomotorik terintegrasi keterampilan generik sains dan keterampilan afektif sangat berhasil dalam pencapaian belajar.

Kata kunci: keterampilan generik sains, instruksi praktikum, teori kinetik gas, pengalaman belajar, hasil belajar

 

14. Pengembangan Integrated (ICM Contextual Module) untuk Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMK pada Pokok Bahasan Sifat Mekanik Bahan (Pembelajaran Fisika di SMK Veteran 1 Sukoharjo Tahun Ajaran 2014/2015)

 

Abstrak

Media ICM (Integrated Contextual Module) merupakan modul pembelajaran elektronik interaktif berbasis kontekstual yang memiliki komponen isi gambar, animasi, dan video pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk :

  • menganalisis kelayakan media ICM,
  • menggunakan media ICM dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa, dan
  • menggunakan media ICM dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

 

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  • tahap analisis (analysis), yakni dengan menganalisis kurikulum dan kebutuhan siswa SMK kelas X bidang keahlian Teknik Sepeda Motor,
  • tahap desain (design), yakni membuat perencanaan media ICM yang dibuat berdasarkan hasil tahap analisis,
  • tahap pengembangan (development), yakni mengembangkan media ICM berdasarkan desain yang telah dibuat dan mempersiapkan media ICM untuk divalidasi oleh para ahli, guru fisika SMK, dan teman sejawat serta diakhiri serta ujicoba kecil untuk mendapatkan perbaikan terhadap produk,
  • tahap implementasi (implementation), yakni tahap media ICM diujicobakan pada kelompok besar untuk mengetahui efektivitas media ICM untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa, dan
  • tahap evaluasi (evaluation), yakni tahap kesimpulan kesesuaian media ICM dengan tujuan penelitian dan pengembangan. Pada tahap pengembangan validasi oleh ahli materi dan media dianalisis dengan menggunakan model validasi yang merujuk pada Eko Putro Widyoko (2009), sedangkan hasil validasi oleh ahli bahasa, teman sejawat, dan guru fisika SMK dianalisis dengan model Gregory. Kelayakan media ditentukan dengan menentukan cut off score (skor batas bawah), sedangkan efektivitas media ICM dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa ditentukan dengan menggunakan gain factor.

 

Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:

  • hasil validasi, rata-rata skor media ICM adalah 85%, skor tersebut melampaui cut off score yakni 84%, sehingga media dinyatakan layak digunakan untuk proses penelitian,
  • hasil penelitian menunjukkan bahwa gain kreativitas kelas yang menggunakan media ICM 0,55, sedangkan kelas yang tidak menggunakan media ICM memiliki gain 0,39, 3) hasil penelitian menunjukkan bahwa gain kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan media ICM gain 0,59, sedangkan kelas yang tidak menggunakan media ICM memiliki gain 0,19.

 Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa media ICM efektif meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Kata kunci: pembelajaran kontekstual, media ICM, model pengembangan ADDIE, kreativitas, kemampuan berpikir kritis siwa.

 

15. Pengembangan Modul Fisika Berbasis SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Pembelajaran Fisika Kelas X SMK Jurusan Multimedia dengan Topik Impuls dan Momentum

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • menganalisis karakteristik modul fisika berbasis SAVI untuk meningkatkan motivasi siswa;
  • menganalisis kelayakan modul fisika berbasis SAVI untuk meningkatkan motivasi siswa;
  • menganalisis efektivitas modul fisika berbasis SAVI terhadap hasil belajar dan motivasi siswa pada materi impuls dan momentum.

 

Pengembangan modul berbasis SAVI ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan 4-D Model Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap pendefinisian (define), tahap perencanaan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Modul divalidasi oleh 3 dosen ahli (ahli materi, ahli bahasa dan ahli media), 2 peer reviewer dan 2 reviewer.Modul berbasis SAVI yang dikembangkan diujicoba terbatas pada 10 orang siswa Kelas X Jurusan Multimedia.Setelah direvisi, modul berbasis SAVI diujicoba skala besar pada Kelas X MM 1.Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif.

 

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dapat disimpulkan bahwa :

  • karakteristik modul fisika berbasis SAVI yaitu berupa modul cetak yang menggunakan materi impuls dan momentum dengan memuat empat gaya belajar yaitu somatic, auditory, visualization,dan intellectuallyuntuk meningkatkan motivasi siswa antara lain attention, relevance, confidence, dan satisfaction dalam belajar yang ditunjukkan dengan ikon tertentu;
  • modul fisika berbasis SAVI layak digunakan berdasarkan hasil validasi dan dianalisis menggunakan cut off scoredengan persentase keidealan 85,0 %, hasil angket keterbacaan modul oleh siswa modul layak digunakan (75,4 %)dan hasil respons guru dalam tahap penyebaran modul layak digunakan(79,2 %); 3) modul fisika berbasis SAVI efektif digunakan dalam pembelajaran dengan 80 % nilai hasil belajar siswa mencapai KKM dan dapat meningkatkan motivasi siswa berdasarkan hasil N-gain score sebesar 0,67 dengan kategori peningkatan sedang.

Kata Kunci: Modul, SAVI, motivasi, impuls, momentum

Leave a Reply