HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis S2 Magister Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Surabaya

  1. Analisis Beban Kerja (Workload Analysis) Pada PT. PLN (Persero) Rayon Ngagel, Surabaya
  2. Hubungan Antara Beban Kerja dan Self-Efficacy dengan Stres Kerja pada Dosen Universitas X
  3. Hubungan Antara Kecemasan Menghadapi Pensiun dengan Semangat Kerja Pada Pegawai PT. POS INDONESIA (Persero) Kantor Pusat Surabaya
  4. Pengaruh Dimensi Service Quality Terhadap Customer Satisfaction Serta Pengaruh Customer Satisfaction dan Trust terhadap Customer Loyalty BCS di Surabaya
  5. Pemetaan Pola Pengungkapan Intellectual Capital Perusahaan-Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2011
  6. Studi Deskriptif Kohesivitas Kelompok Karyawan di Yayasan Nurul Hayat Surabaya
  7. Studi Deskriptif Tentang Kompetensi Professional Scm Yang Dimiliki Lulusan Jurusan Teknik Industri, Dan Manajemen Jejaring Bisnis Universitas Surabaya
  8. Pemodelan Sustainable Lifestyle terhadap Kesiapan Menghadapi ASEAN Economic Community dengan Structural Equation Modeling (Studi Kasus: Kota Surabaya)
  9. Evaluasi Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan pada PT. II
  10. Analisis Penerapan Corporate Social Responsibility Berdasar Prinsip Good Corporate Governance di PT ENSEVAL PUTERA MEGATRADING, Tbk
  11. Pengukuran dan Peningkatan Efektivitas Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 di Biro Administrasi Pengembangan Sumberdaya Manusia Universitas Surabaya
  12. Desain dan Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu Menurut Standar ISO 9001:2000 di Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Surabaya
  13. Penggunaan Rancangan Sistem Manajemen Sumberdaya Manusia Untuk Country Brand Director di Pasar Asia
  14. Pengaruh Soft Skill Terhadap Kesiapan Kerja Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean Pada Mahasiswa S1 Fakultas Bisnis Dan Ekonomika Universitas Surabaya
  15. Peran Action Control Terhadap Perilaku Bermasalah Mahasiswa Fbe Di Perguruan Tinggi “X” Surabaya
  16. Pengaruh Karakteristik Pekerjaan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kebosanan Sebagai Variabel Intervening Pada Akademi Maritim Yogyakarta
  17. Pengelolaan Human Capital Dalam Sistem Pengendalian Manajemen Untuk Meningkatkan Competitive Advantage Salon Shinjuku
  18. Evaluasi Action Control Dan Result Control Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Hotel Z
  19. Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian Manajemen Dengan Menggunakan Kerangka Malmi Dan Brown Dalam Mendukung Strategi Pada PT. II di Surabaya
  20. Evaluasi Personnel Control Sebagai Upaya Meningkatkan Loyalitas Karyawan UD Segar Jaya Makassar

 

Analisis Beban Kerja (Workload Analysis) Pada PT. PLN (Persero) Rayon Ngagel, Surabaya

Intisari

Beban kerja yang harus ditanggung dalam suatu unit organisasi erat hubungannya dengan efisiensi dan efektivitas suatu perusahaan. Hal ini dikarenakan beban kerja tersebut termasuk pada pengaturan sumber daya manusia yang merupakan sumber daya penting dalam perusahaan. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam hal efisiensi sumber daya manusia, antara lain dengan lebih mengoptimalkan jumlah karyawan agar melakukan aktivitas secara tepat. Aktivitas yang dilakukan dijabarkan dalam tugas-tugas dan pekerjaan yang harus dilakukan oleh para karyawan untuk dapat mencapai tujuan dari organisasi. PT.PLN (Persero) Rayon Ngagel telah memiliki susunan struktur organisasi beserta dengan job description yang tertulis untuk tiap bagian sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Namun pada kenyataannya tugas dan pekerjaan yang dilakukan banyak yang tidak sesuai denganjob description yang ada. Beberapa karyawan ada yang melakukan tugas dan pekerjaan yang sangat banyak dan ada pula yang sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi uraian pekerjaan pada bagian administrasi dan teknik karyawan pada Rayon Ngagel, menghitung penggunaan waktu kerja pada setiap bagian, melakukan analisis beban kerja dengan metode work sampling. Selanjutnya peneliti melakukan perhitungan terhadap beban kerja secara mental untuk masingOmasing karyawan dengan menggunakan NASA-TLX. Berdasarkan perhitungan analisa beban kerja secara fisik & mental, peneliti membuat profil pemetaan jumlah karyawan yang dibutuhkan dengan melihat aktivitas tugas yang dilakukan oleh setiap karyawan.

Hasil Penelitian

Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat pendistribusian beban kerja yang kurang merata pada bagian administrasi maupun teknik. Pendistribusian beban yang tidak merata tersebut juga disebabkan karena adanya perubahan sistem kerja (penggunaan aplikasi teknologi & penghapusan tenaga outsourcing) yang diterapkan oleh manajemen. Perubahan yang terjadi berpengaruh terhadap kondisi & perilaku kerja dari karyawan menjadi kurang nyaman yang pada akhimya akan menurunkan semangat serta motivasi dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Kondisi tersebut lambat laun akan mempengaruhi moral kerja karyawan sehingga kurang dapat memberikan hasil yang optimal bagi perusahaan.

Hubungan Antara Beban Kerja dan Self-Efficacy dengan Stres Kerja pada Dosen Universitas X

Intisari

Dewasa ini, kondisi dosen sebagai pekerja sangatlah penting. Kenyamanan  dalam bekerja merupakan hal terpenting dalam menciptakan kinerja dan hasil yang maksimal. Faktor yang dapat memengaruhi terjadinya stress kerja dapat dapat muncul dari faktor eksternal maupun faktor internal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui adanya hubungan antara beban kerja dan self-efficacy dengan stres kerja, (2) mengetahui adanya hubungan antara beban kerja dengan stress kerja, (3) mengetahui adanya hubungan antara self-efficacy dengan stress kerja, dan (4) gambaran terkait beban kerja, self-efficacy, dan stress kerja yang dialami oleh dosen.Populasi penelitian ini adalah dosen dari 7 fakultas di Universitas X. Sampel penelitian berjumlah 90 subjek dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan angket beban kerja, self-efficacy, dan stres kerja. Hipotesis mayor penelitian diuji dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hipotesis minor penelitian diuji dengan menggunakan analisis pearson.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara beban kerja dan self-efficacy dengan stres kerja  ? = 0,647 (p<0,05). Terdapat juga hubungan positif antara beban kerja dengan stres kerja  ? = 0,782 (p<0,05) dan ada hubungan negatif antara self-efficacy dengan stres kerja ? = -0,539 (p<0,05). Gambaran terkait tiga variabel yaitu mayoritas dosen merasakan tingkat beban kerja dan stress kerja yang rendah serta tingkat self-efficacy yang dimiliki berada pada tingkat tinggi. Kesimpulan penelitian ini menemukan bahwa bukan hanya faktor eksternal yang dapat memengaruhi stress kerja namun juga dapat dipengaruhi oleh faktor internal. Dari hasil yang didapat telah diketahui bahwa perlunya perhatian dari pihak universitas terhadap dosen-dosen penting adanya. Hal ini dikarenakan agar kinerja dari dosen tetap maksimal. Disarankan juga kepada dosen untuk memperhatikan kondisi fisik dan psikologis dengan cara rutin berolahraga dan lebih menyikapi positif terkait dengan kondisi kerja sebagai dosen. Hal ini diperlukan mengingat hasil dari aspek physical demand dan temporal demand menunjukkan bahwa cukup banyak aktivitas  fisik yang diperlukan untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan, serta cukup besarnya tekanan yang dirasakan oleh dosen.

Hubungan Antara Kecemasan Menghadapi Pensiun dengan Semangat Kerja Pada Pegawai PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pusat Surabaya

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji hubungan antara kecemasan menghadapi pensiun dengan semangat kerja pada pegawai PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pusat Surabaya.Penelitian ini merupakan penelitian populasi.Subjek penelitian adalah semua pegawai PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pusat Surabaya Selatan yang akan memasuki cuti besar dengan usia pegawai antara 50-54 tahun, dan mereka akan pensiun dalam kurun waktu 2-6 tahun lagi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang menggunakan subjek penelitian sebanyak 22orang. Hasil analisis korelasi “Spearman Ranked-Order” r = 0,792 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara dua variabel.Kesimpulan daripenelitian ini adalah bahwa ada hubungan antara kecemasan menghadapi pensiun dengan semangat kerja pada pegawai PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pusat Surabaya.

Pengaruh Dimensi Service Quality Terhadap Customer Satisfaction Serta Pengaruh Customer Satisfaction dan Trust Terhadap Customer Loyalty BCA di Surabaya

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi service quality, yang terdiri dari reliability, responsiveness, empathy, assurance, dan tangibles terhadap customer satisfaction BCA di Surabaya, menganalisis pengaruh customer satisfaction terhadap customer loyalty BCA di Surabaya, serta menganalisis pengaruh trust terhadap customer loyalty BCA di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode path analysis, yang diolah dengan software LISREL v. 8.70. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 150 orang yang diambil dari sejumlah nasabah BCA yang ada di Surabaya.

Pendekatan Penelitian

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dan jenisnya adalah convenience sampling. Skala pengukuran menggunakan skala perbedaan semantik dengan skor 1 s.d 7. Dalam penelitian ini juga dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas alat ukur, selanjutnya dilakukan uji asumsi klasik, dan uji overall model fit serta structural model fit.

 

Hasil Penelitian

Hasil dari penelitian ini, yaitu: (1) Tidak ada perbedaan antara model yang dikembangkan dengan data penelitian, karena memiliki nilai probabilitas ?² 0,146 > 0,05, bahkan tingkat kesesuaiannya relatif tinggi, yaitu mencapai 98,40% (GFI). (2) Berdasarkan model struktural pertama dapat dibuktikan bahwa dimensi service quality, yang terdiri dari reliability, responsiveness, empathy, assurance, dan tangibles mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap customer satisfaction. Kemampuan menjelaskan lima dimensi service quality tersebut secara simultan terhadap customer satisfaction relatif besar, yaitu mencapai 91,60%. (3) Berdasarkan model struktural kedua dapat dibuktikan bahwa customer satisfaction dan trust mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap cutomer loyalty. Kemampuan menjelaskan customer satisfaction dan trust secara simultan terhadap customer loyalty juga relatif besar, yaitu mencapai 76,50%.

Pemetaan Pola Pengungkapan Intellectual Capital Perusahaan-Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2011

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kedalaman pengungkapan dan penyajian informasi intellectual capital dalam annual report perusahaan perbankan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia.

Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode content analysis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa annual report dari perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011, yaitu sebesar 32 perusahaan dan jurnal-jurnal terkait intellectual capital. Penelitian diawali dengan membuat daftar perusahaan perbankan yang akan diteliti, dilanjutkan pengumpulan data dari Bursa Efek Indonesia dan website bank yang bersangkutan, kemudian melakukan perhitungan dengan content analysis. Dari tahapan ini akan diperoleh hasil berupa data pemetaan atas pengungkapan intellectual capital dalam annual report perusahaan-perusahaan yang diteliti yang dapat dianalisis.

Hasil Penelitian

Hasil pemetaan ini menunjukkan hasil yang sama dengan penelitian-penelitian lain yang terkait, yaitu bahwa belum terdapat kerangka yang sistematis pada pelaporan intellectual capital dalam annual report, namun terdapat pola-pola khusus dalam pelaporannya.

Studi Deskriptif Kohesivitas Kelompok Karyawan di Yayasan Nurul Hayat Surabaya

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan kohesivitas kelompok karyawan di Yayasan Nurul Hayat Surabaya berdasarkan jenis kelamin, usia, lama kerja, unit kerja, status pernikahan, tingkat pendidikan, dan asal daerah.

Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif murni dengan sumber data yang berasal dari data primer melalui penyebaran kuesioner. Adapun lingkup bahasan pada penelitian ini berdasarkan empat faktor kohesivitas kelompok oleh Forsyth yaitu Kekuatan Sosial, Kesatuan dalam Kelompok, Daya Tarik dan Kerjasama dalam Kelompok. Metode pengolahan yang digunakan melalui perhitungan mean, devisiasi standar, koefisien variasi, diagram batang dan tabulasi silang yang digunakan dengan bantuan SPSS for Windows 15.00. Dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor kohesivitas tertinggi adalah kekuatan sosial dengan mean 5,96. Sedangkan berdasar karakteristik responden kohesivitas tertinggi dialami karyawan laki-laki, berusia >40 tahun, lama kerja > 5 tahun, unit kerja Operasional, pendidikan terakhir SMA/SMK/Sederajat, asal daerah Surabaya dan belum menikah.

Studi Deskriptif Tentang Kompetensi Professional Scm Yang Dimiliki Lulusan Jurusan Teknik Industri, Dan Manajemen Jejaring Bisnis Universitas Surabaya

Penelitian ini bertujuan utuk menggambarkan kompetensi Professional SCM yang dimiliki lulusan Perguruan Tinggi khususnya Jurusan Teknik Industri, dan Manajemen Jejaring Bisnis Universitas Surabaya sebelum bekerja, dengan tuntutan kompetensi sesudah bekerja yang dibutuhkan di dunia profesi Supply Chain Management dan diukur melalui teori Professional SCM.Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS 17.0 for Windows. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non probability sampling dengan jenis convenience sampling. Data diperoleh melalui data sekunder, dan survei dengan menyebar kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden yang terdiri dari 44 responden alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Surabaya, 56 responden alumni Manajemen Jurusan Jejaring Bisnis Universitas Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kemampuan alumni Universitas Surabaya yang dimiliki saat baru lulus, dengan kebutuhan kompetensi Professional SCM di dunia kerja profesi Supply Chain.

Pemodelan Sustainable Lifestyle terhadap Kesiapan Menghadapi ASEAN Economic Community dengan Structural Equation Modeling (Studi Kasus: Kota Surabaya)

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan sustainable lifestyle terhadap kesiapan masyarakat dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC). Kedua hal tersebut adalah sesuatu yang tidak bisa diukur secara langsung, sehingga penelitian diawali dengan perumusan indikator pengukur untuk kedua hal tersebut. Didapatkan 10 indikator untuk merefleksikan penerapan sustainable lifestyle dan 15 indikator untuk merefleksikan kesiapan masyarakat dalam menghadapi AEC, ke-15 indikator ini dikelompokkan menjadi dua kelompok variabel yaitu kemampuan individual dan daya saing produk lokal.

Pendekatan Penelitian   

Pengumpulan data melalui kuisioner yang melibatkan 202 responden menunjukkan bahwa penerapan sustainable lifestyle tergolong tinggi dengan nilai sebesar 3,40 (dari nilai maks. 5), dan tingkat kesiapan masyarakat menghadapi AEC tergolong sedang yaitu sebesar 3,29 (dari nilai maks. 5).

Hasil Penelitian

Dengan menggunakan Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS – SEM), didapatkan bahwa penerapan sustainable lifestyle signifikan mempengaruhi kesiapan masyarakat dalam menghadapi AEC dengan koefisien korelasi 0,47. Tingkat kesiapan menghadapi AEC dapat direfleksikan oleh variabel “Kemampuan Individual” sebesar 51% dan oleh variabel “Daya Saing Produk Lokal” sebesar 70%, dengan dua indikator yang memiliki nilai pengaruh yang terbesar dan sekaligus merupakan kelemahan masyarakat yang memerlukan perbaikan adalah perlunya peningkatan pengembangan bakat dan ketrampilan pribadi serta perlunya peningkatan kesadaran para produsen lokal untuk melakukan penyesuaian diri daam hal manajemen untuk menghadapi AEC.

Evaluasi Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan pada PT. II

Dampak dari aktivitas produksi suatu perusahaan dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan yang merugikan berbagai pihak. Hal ini merupakan suatu beban sosial, yang harus ditanggapi secara serius. Akuntansi Manajemen Lingkungan atau Environmental Management Accounting (EMA) merupakan sebuah konsep yang membantu perusahaan dalam memuat dampak-dampak bisnis dalam bentuk unit moneter. Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan membantu perusahaan dalam permasalahan lingkungan dengan mencatat seluruh aktivitas produksinya untuk dilaporkan dalam laporan biaya lingkungan perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada perusahaan manufaktur, yaitu PT. II. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan PT. II serta peran akuntan dalam penerapannya. Dari hasil penelitian pada PT. II diketahui bahwa perusahaan belum seutuhnya menerapkan Akuntansi Manajemen Lingkungan. Biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam mengelola lingkungan sebesar 20.07% dari total biaya operasional perusahaan. Dari diterapkannya Akuntansi Manajemen Lingkungan pada tahun 2010 hingga sekarang permasalahan yang disebabkan oleh lingkungan masih terjadi diantaranya tingginya tingkat turnover pada sumber daya manusia dan sering terjadinya kebakaran. Dari hasil evaluasi pada penelitian ini dapat diketahui bahwa akuntan perusahaan berperan penuh dalam penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan, namun akuntan perlu melakukan studi lingkungan lebih lanjut untuk memahami penerapannya, karena penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan pada PT. II baru berjalan tiga tahun.

Analisis Penerapan Corporate Social Responsibility Berdasar Prinsip Good Corporate Governance di PT ENSEVAL PUTERA MEGATRADING, Tbk

Setiap badan usaha, dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara tidak langsung pasti membutuhkan masyarakat dan lingkungan disekitarnya. Keberadaan badan usaha dapat memberikan dampak yang positif maupun negatif bagi masyarakat disekitarnya. Para pelaku dunia industri mulai menyadari bahwa dalam menjalankan usahanya, selain bertujuan untuk memperoleh profit tentunya juga harus turut memperhatikan aspek lingkungan dan masyarakat. Oleh karena itu, badan usaha memiliki tanggung jawab kepada stakeholders untuk memberikan nilai tambah dan bentuk kepedulian badan usaha terhadap lingkungan disekitar. Hal ini yang menyebabkan badan usaha perlu melakukan kegiatan yang disebut dengan Corporate Social Responsibility (CSR). Dalam melaksanakan CSR, diperlukan acuan/ prinsip untuk dapat menilai pelaksanaan CSR telah berjalan dengan efektif atau tidak. Salah satunya yaitu Prinsip-prinsip dalam Good Corporate Governance (GCG). Dengan adanya prinsip GCG, diharapkan praktik CSR dapat lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu badan usaha yang telah menerapkan program CSR, yaitu PT Enseval Putera Megatrading, Tbk. Badan usaha dagang ini merupakan distributor dari produk-produk kesehatan dan obat-obatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi terkait dengan kendala-kendala yang dihadapi oleh badan usaha dalam menerapkan program CSR. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat membantu pihak manajemen dalam mengembangkan program CSR di masa yang akan datang sehingga sesuai dengan prinsip GCG dan kebutuhan para stakeholders.

Pengukuran dan Peningkatan Efektivitas Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 di Biro Administrasi Pengembangan Sumberdaya Manusia Universitas Surabaya

Perkembangan bisnis dan industri dalam era globalisasi dewasa ini yang sarat dengan persaingan menuntut setiap organisasi untuk mampu membuat produk dan jasa yang baik demi memenuhi kebutuhan pelanggan. Tuntutan dan tantangan tersebut tidak hanya berlaku dalam organisasi yang bergerak dalam lingkup bisnis dan industri, tetapi juga perguruan tinggi sebagai salah satu penyedia jasa melalui bidang pendidikan tinggi. Dalam rangka menghasilkan lulusan yang bermutu, perguruan tinggi perlu memiliki suatu sistem manajemen yang bermutu untuk menunjang proses penyelenggaraan pendidikan sehingga pada akhirnya lulusan yang dihasilkan memiliki kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Universitas Surabaya sebagai sebuah perguruan tinggi terkemuka di Jawa Timur bertujuan untuk menjadi salah satu pemasok sumber daya manusia bermutu yang dibutuhkan oleh dunia bisnis dan industri. Dalam rangka menjawab tantangan tekanan eksternal dan internal yang dihadapi, Universitas Surabaya berencana untuk menerapkan sistem manajemen mutu dan bermaksud untuk mendaftarkan diri dalam sertifikasi ISO 9001:2000 dimulai dari beberapa subsistem penunjangnya. Sebuah di antara subsistem penunjang tersebut adalah Biro Adpesdam. Bersama dengan beberapa subsistem yang lain, Biro Adpesdam yang sebelumnya menerapkan sistem manajemennya tengah mengimplementasikan persyaratan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 yang dimulai sejak 24 November 2008. Biro Adpesdam juga bermaksud untuk dapat mengukur dan terus-menerus memperbaiki efektivitas sistem manajemen mutu yang diimplementasikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memenuhi maksud Biro Adpesdam tersebut. Penelitian dimulai dengan melakukan analisis sistem manajemen mutu yang telah dirancang Biro Adpesdam dengan mengidentifikasi adanya ketidaksesuaian dengan standar ISO 9001:2000. Hasil dari gap identification menyebutkan bahwa Biro Adpesdam belum memenuhi persyaratan klausul 4 sebesar 23,33% karena pengendalian distribusi dokumen luar dan pemeliharaan dokumen-dokumen belum dilaksanakan. Ketidaksesuaian untuk klausul 5 ialah sebesar 37,5% yang disebabkan oleh belum dilaksanakannya tinjauan manajemen. Persyaratan klausul 6 telah dipenuhi seutuhnya. Ketidaksesuaian untuk klausul 7 ialah sebesar 6,06% yang disebabkan oleh belum adanya pemeliharaan rekaman dan hal-hal lain terkait realisasi layanan, sedangkan ketidaksesuaian untuk klausul 8 ialah sebesar 29,11% akibat belum pernah dipenuhinya proses pemantauan, pengukuran dan perbaikan, audit internal, pengendalian layanan tidak sesuai, pengukuran kepuasan pelanggan, serta tindakan koreksi. Secara keseluruhan, ketidaksesuaian sistem manajemen mutu Biro Adpesdam dengan persyaratan standar ISO 9001:2000 adalah sebesar 18,8%.

Semua ketidaksesuaian tersebut telah dipenuhi pada saat sistem manajemen mutu mulai diimplementasikan dan dipelihara. Pelaksanaan audit internal pada 9-12 Desember 2008 yang menghasilkan 14 ketidaksesuaian minor dan 9 opportunity for improvement, serta tinjauan manajemen pada 17 Desember 2008 menghasilkan tindakan-tindakan perbaikan dan meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu Biro Adpesdam secara bertahap. Hasil initial audit pada 20 Januari 2009 oleh badan sertifikasi yang hanya menghasilkan 2 temuan berupa weakness oleh badan sertifikasi menyebutkan Biro Adpesdam telah mengimplementasikan sistem manajemen mutu dengan baik dan efektif. Selebihnya, pada main audit pada 5-6 Pebruari 2009, auditor dari badan sertifikasi hanya memperoleh sebuah temuan berupa weakness.

Selanjutnya, pengukuran dan evaluasi kepuasan pelanggan pada 18-21 Februari 2009 yang dilakukan melalui in-depth interview dan penyebaran kuesioner kepuasan pelanggan terhadap 11 dosen, 20 karyawan dan 6 pimpinan unit dijadikan sebagai masukan mengenai persepsi dan tingkat kepuasan pelanggan terhadap efektivitas sistem manajemen mutu Biro Adpesdam. Upaya tindak lanjut dan perbaikan untuk menanggapi hasil wawancara tersebut telah didiskusikan dengan Kepala Biro Adpesdam dan unit tersebut berencana untuk membahas tindak lanjut melalui tinjauan manajemen guna melaksanakan tindakan perbaikan dalam waktu dekat, antara lain sosialisasi layanan Biro Adpesdam, perbaikan pada sistem performance appraisal dan pembenahan layanan asuransi kesehatan bagi para pelanggan Biro Adpesdam.

Desain dan Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu Menurut Standar ISO 9001:2000 di Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Surabaya

Intisari

Perkembangan bisnis dan industri dalam era globalisasi dewasa ini sarat dengan persaingan untuk memuaskan pelanggan. Setiap organisasi berusaha untuk memenuhi tuntutan pelanggan akan produk atau jasa yang bermutu tinggi. Satu di antara usaha yang dilakukan oleh organisasi adalah menggunakan sumber daya manusia yang bermutu dalam proses untuk menjamin mutu dari produk atau jasa yang dihasilkan oleh proses. Perguruan tinggi merupakan salah satu pemasok sumber daya manusia bermutu tersebut. Untuk dapat menghasilkan lulusan yang bermutu, perguruan tinggi harus memulai dengan membenahi sistem manajemennya menjadi suatu sistem manajemen yang bermutu. Suatu perguruan tinggi akan dikatakan bermutu jika lulusan yang dihasilkan memiliki kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Pendekatan Penelitian

Fakultas Teknik, khususnya Jurusan Teknik Industri di Universitas Surabaya, bertujuan untuk menjadi salah satu pemasok sumber daya manusia bermutu yang dibutuhkan oleh dunia bisnis dan industri. Salah satu sistem manajemen mutu yang paling popular saat ini adalah sistem manjemen mutu ISO 9000. Persyaratan untuk sistem manajemen mutu terdapat dalam ISO 9001:2000. Jika suatu organisasi dapat menerapkan persyaratan sistem manajemen mutu ini, diharapkan organisasi tersebut dapat memiliki sistem mutu yang mendasar untuk mengendalikan mutunya. Perancangan sistem manajemen mutu Jurusan Teknik Industri menurut persyaratan ISO 9001:2000 dimulai dengan gap identification. Ini dilakukan untuk mendapatkan sejauh mana kesesuaian sistem manajemen mutu Jurusan Teknik Industri dengan sistem manajemen mutu menurut standar ISO 9001:2000.

Hasil Penelitian

Dari gap identification diketahui bahwa untuk klausul 4 tentang sistem manajemen mutu persentase ketidaksesuaian sebesar 76,7%. Untuk klausul 5 tentang tanggung jawab manajemen ketidaksesuaian sebesar 42,9%. Untuk klausul 6 tentang pengelolaan sumber daya, Jurusan Teknik Industri telah memenuhi seluruh persyaratan. Persyaratan dari klausul 7 tentang realisasi produk yang belum dipenuhi sebesar 16,7%. Sedangkan untuk klausul 8 tentang pengukuran dan pemantauan masih terdapat ketidaksesuaian sebesar 60,8%.

Secara keseluruhan, ketidaksesuaian sistem manajemen mutu Jurusan Teknik Industri dengan standar ISO 9001:2000 sebesar 39,8%. Untuk memenuhi persyaratan­ persyaratan standar ISO 9001:2000, dilakukan pemetaan proses untuk mengidentifikasi proses-proses di Jurusan Teknik Industri. Selanjutnya dilakukan perancangan prosedur dan rekaman untuk proses Jurusan Teknik Industri yang terdiri atas : Prosedur Pengendalian Dokumen, Prosedur Pengendalian Rekaman, Prosedur Audit Mutu Internal, Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai, Prosedur Tindakan Koreksi, Prosedur Tindakan Pencegahan, dan Prosedur Desain Kurikulum, Rekaman hasil audit internal, Rekaman pemantauan dan pengukuran produk, Rekaman sifat ketidaksesuaian dan tindakan yang perlu, Rekaman tindakan koreksi, dan Rekaman tindakan pencegahan.

Penggunaan Rancangan Sistem Manajemen Sumberdaya Manusia Untuk Country Brand Director di Pasar Asia

Intisari

Era Globalisasi dan Perdagangan Bebas telah menjadikan persaingan bisnis menjadi sangat kompetitif. Dalam aspek makro dampak internasionalisasi ini membuat perusahaan harus diperlakukan secara global, dan membuat para manajer menghadapi tantangan besar. Perencanaan pasar, produk, dan produksi harus dikoordinasikan dengan seluruh basis dunia. Dalam aspek mikro, untuk menjadi sukses, satu bisnis harus mengembangkan visi, misi dan strategi yang tepat, yang harus didukung oleh sistem manajemen sumber daya manusia yang tepat. Pada dasarnya, semua klasifikasi pekerjaan membutuhkan desain sistem manajemen sumber daya manusia yang tepat. “X” j? Rm adalah perusahaan global dari AS, memproduksi alas kaki, pakaian, dan peralatan untuk olahraga dengan merek yang telah dipasarkan secara global, itu berarti bahwa penjualan produk telah mencapai seluruh dunia. Country brand director memiliki tanggung jawab terhadap satu merek di perusahaan tertentu di masing-masing negara. Wilayah pemasaran perusahaan X dibagi menjadi empat wilayah besar, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Amerika Latin, dan Asia Pasifik. Wilayah Asia Pasifik meliputi Cina (termasuk Hong Kong). Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru. Australia. Singapura, dan Malaysia. Dan Asia dikelompokkan sebagai wilayah di mana kondisi ekonomi kurang stabil, dan itu menjadi tantangan besar bagi direktur merek negara yang memiliki tugas di pasar Asia. Pada dasarnya, sistem manajemen sumber daya manusia terdiri dari rekrutmen, pemeliharaan, pelatihan dan pengembangan. Tiga aspek harus merujuk pada beberapa faktor, seperti strategi bisnis, teknologi, desain organisasi / proses kerja, persyaratan perilaku / peran, pasar tenaga kerja, dan lingkungan hukum. Sistem manajemen sumber daya manusia dapat direkomendasikan untuk direktur merek negara di perusahaan X untuk pasar Asia. Desain sistem manajemen sumber daya manusia ini menggunakan kerangka kerja sistem dasar untuk analisis individu, kelompok dan organisasi dari Staw untuk mendukung pengembangan sistem manajemen sumber daya manusia yang terintegrasi.

Pengaruh Soft Skill Terhadap Kesiapan Kerja Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean Pada Mahasiswa S1 Fakultas Bisnis Dan Ekonomika Universitas Surabaya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari soft skill terhadap kesiapan kerja menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada mahasiswa S1 FBE UBAYA. Penelitian ini merupakan penelitian kausal dengan analisis regresi liner sederhana. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 383 Mahasiswa FBE dari ketiga jurusan dan program, yakni Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Internasional yang sedang menempuh studi pada tingkat akhir untuk tahun angkatan 2012.  Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proportional atau stratified sampling, dimana sampel yang diambil sebanyak 196 mahasiswa dan data diambil menggunakan angket yang disebarkan. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan software SPSS 18.0 dimana hasil penelitian menunjukan bahwa soft skill berpengaruh secara signifikan terhadap kesiapan kerja menghadapi MEA dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,870, t-hitung sebesar 12,837 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,668 yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara soft skill (X) terhadap kesiapan kerja mahasiswa dalam menghadapi MEA. Sementara itu, nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,446 atau 44,6% yang berarti bahwa variabel soft skill mampu memberikan kontribusi atas perubahan yang terjadi pada variabel kesiapan kerja menghadapi MEA (Y) sebesar 44,6%. Sedangkan sisanya sebesar 55,4% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian ini.

Peran Action Control Terhadap Perilaku Bermasalah Mahasiswa Fbe Di Perguruan Tinggi “X” Surabaya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran action control terhadap perilaku bermasalah mahasiswa jurusan akuntansi di Universitas Surabaya. Action control yang dimaksud adalah peraturan dalam perencanaan studi, perkuliahan dan ujian/ evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Objek yang digunakan adalah mahasiswa jurusan akuntansi semester 4-8 Universitas Surabaya. Perilaku bermasalah adalah suatu persoalan yang harus menjadi kepedulian para pengajar saat ini. Selain itu, Perilaku bermasalah mahasiswa dapat menghambat universitas untuk mencapai tujuan. Dimana tujuan dari universitas adalah untuk mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan adanya permasalahan tersebut universitas membutuhkan Management Control Systems yang dapat digunakan untuk mengatasi keprihatinan dan inisiatif para pengajar untuk mengurangi perilaku bermasalah mahasiswa. Salah satunya menggunakan action control. Action Control merupakan tindakan pengendalian untuk memastikan tindakan karyawan sudah sesuai dengan tujuan suatu organisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Action control yang ada di FBE sudah baik dan dapat mengurangi perilaku bermasalah. Namun, action control tersebut kurang maksimal karena tidak didukung oleh mahasiswa, dosen, dan karyawan di dalamnya. Salah satu penyebabnya dikarenakan lemahnya control. Penyebab lain adalah faktor diri sendiri (internal) dan orang lain (eksternal).

Pengaruh Karakteristik Pekerjaan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kebosanan Sebagai Variabel Intervening Pada Akademi Maritim Yogyakarta

Peneliti mengambil objek penelitian di Akademi Maritim Yogyakarta (AMY) dengan alasan bahwa terjadi penurunan kinerja pada para pegawai. Dampak dari kinerja yang menurun sesungguhnya berkaitan dengan kurang optimalnya Institusi tersebut dalam menghasilkan lulusan taruna yang memiliki keunggulan dan daya saing dan siap berkembang dalam masyarakat global serta terjadinya beberapa fenomena kebosanan kerja pada pegawai yang akhirnya memberikan dampak pada penurunan Akreditasi. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh karakteristik pekerjaan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan kebosanan sebagai variable intervening di AMY baik secara simultan maupun secara parsial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, kuesioner sebagai alat pegumpul data, sampel seluruh karyawan AMY dengan jumlah responden 75. Teknik analisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Karakteristik Pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kebosanan kerja Pegawai di Akademi Maritim Yogyakarta.: (2) Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kebosanan kerja Pegawai di Akademi Maritim Yogyakarta.; (3) Karakteristik Pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai di Akademi Maritim Yogyakarta: (4 Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai di Akademi Maritim Yogyakarta: (5) Kebosanan memediasi pengaruh Karakteristik Pekerjaan terhadap Kinerja Pegawai Akademi Maritim Yogyakarta. (6) Kebosanan memediasi pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Akademi Maritim Yogyakarta: (7) Pengaruh total karakteristik pekerjaan terhadap kinerja melalui kebosanan lebih kecil dari koefisien pengaruh total lingkungan kerja terhadap kinerja melaui kebosanan, dapat disimpulkan bahwa pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja melalui kebosanan adalah yang dominan.

Pengelolaan Human Capital Dalam Sistem Pengendalian Manajemen Untuk Meningkatkan Competitive Advantage Salon Shinjuku

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan Intellectual Capital khususnya human capital dalam Sistem Pengendalian Manajemen pada badan usaha yang bergerak di bidang jasa. Penelitian ini dilakukan karena mengingat perusahaan sekarang lebih cenderung untuk berinvestasi pada pengetahuan dan sumber daya manusianya dibanding dengan teknologi dan mesin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan objek badan usaha yang bergerak di bidang jasa yaitu salon Shinjuku yang berada di Surabaya. Dalam penelitian ini dilakukan analisis mengenai pengelolaan human capital di salon Shinjuku dalam Sistem Pengendalian Manajemen yang berguna untuk mendukung competitive advantage. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa salon Shinjuku telah menerapkan human capital dalam sistem pengendalian manajemen dengan cukup baik namun masih diperlukan beberapa perbaikan agar dapat mendukung untuk meningkatkan competitive advantage salon Shinjuku dalam jangka panjang.

Evaluasi Action Control Dan Result Control Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Hotel Z

Persaingan bisnis yang semakin ketat membuat para pengusaha di tuntut semakin  gencar memberikan sesuatu yang baru dan menarik dalam menyampaikan produk berupa barang dan jasa kepada pelanggannya. Khusus bisnis di bidang jasa, layanan merupakan aset penting. Dengan layanan yang baik dapat meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan. Untuk menjaga layanan yang di berikan tersebut perlu adanya sistem pengendalian manajemen yang baik. Salah satu bentuk sistem pengendalian manajemen adalah action control dan result control. Oleh karena itu muncullah gagasan untuk membuat topik evaluasi action control dan result controluntuk meningkatkan kinerja karyawan Hotel Z.

Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian Manajemen Dengan Menggunakan Kerangka Malmi dan Brown dalam Mendukung Strategi Pada PT. II di Surabaya

Kelangsungan hidup perusahaan sangat bergantung pada strategi dan sistem pengendalian yang dipilih. Ketidaksesuaian dua hal tersebut memiliki dampak negatif terhadap perusahaan baik secara internal maupun eksternal. Dalam jurnal ini akan mengevaluasi penerapan sistem pengendalian manajemen dengan kerangka Malmi dan Brown dalam mendukung strategi yang dijalankan oleh salah satu perusahaan yang dijadikan obyek penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem pengendalian manajemen secara keseluruhan di perusahaan sudah cukup baik, hanya ada beberapa hal yang seharusnya perlu mendapat perhatian untuk mendukung penerapan strategi, namun masih belum mendapat perhatian. Hasil penelitian juga menunjukkan pentingnya menaruh perhatian pada setiap elemen sistem pengendalian sebagai satu kesatuan yang saling mendukung, bukan terpecah – pecah dalam mendukung strategi perusahaan.

 

 

Evaluasi Personnel Control Sebagai Upaya Meningkatkan Loyalitas Karyawan UD Segar Jaya Makassar

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem personnel control di UD. Segar Jaya dalam upayanya untuk meningkatkan loyalitas karyawan. Penelitian yang dilakukan ini menggunakan teori merchant yang membahas mengenai sistem pengendalian manajemen, di mana terdapat permasalahan-permasalahan yang menyebabkan dibutuhkannya suatu pengendalian dan bentuk pengendalian dalam suatu perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Obyek penelitian ini merupakan dua perusahaan manufaktur makanan. Penelitian ini berfokus pada bagaimana cara perusahaan melakukan penempatan karyawan sesuai dengan keahliannya, program pelatihan dan pengembangan, menanamkan budaya positif di lingkungan kerja, serta keadilan sistem reward di kedua perusahaan. Temuan pada penelitian menunjukkan bahwa penerapan personnel control dalam upaya meningkatkan loyalitas karyawan di UD Segar Jaya kurang maksimal. Hal tersebut didukung dengan data bahwa perusahaan tidak memiliki SOP berkaitan dengan proses rekrutmen, perusahaan melakukan pelatihan sambil bekerja (on the job training), perusahaan tidak melakukan transformasi visi misi perusahaan kepada karyawan, serta pemberian rewards yang beragam kepada karyawan yaitu bentuk finansial dan non finansial. Hasil ini menunjukkan bahwa personnel control memiliki peran penting untuk membangun loyalitas karyawan karena personnel control dapat meningkatkan kenyamanan bagi karyawan untuk bekerja, di mana terdapat prosedur baku dalam aktivitas operasional di perusahaan.

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?
Powered by