HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Penyediaan Layanan: Kesiapan Penyediaan Layanan IPTV Berbasis ADSL oleh Telkom

Judul Tesis : Analisa Kesiapan Penyediaan Layanan IPTV Berbasis ADSL oleh Telkom (Studi Kasus TELKOM Divre 2 Jakarta)

 

A. Latar Belakang

Internet adalah jaringan yang menjangkau seluruh dunia dan menggunakan IP (Internet Protocol) sebagai basis aliran informasinya. Teknologi IP dapat mengalirkan semua jenis informasi baik data, suara maupun video/Gambar. Begitu teknologi IP diperkenalkan, berbagai teknologi informasi dan komunikasi (InfoCom) berkembang dengan pesat menuju satu muara yang kemudian dikenal luas sebagai konvergensi teknologi InfoCom. Konvergensi ini menghasilkan berbagai jenis aplikasi mulai dari teks, gambar, foto, video, audio hingga ke telpon, videoconference dan TV yang disalurkan di dalam satu infrastruktur yang sama. Dalam rangka merespon perubahan ini, TELKOM mulai tahun 2002 mereposisi portopolio bisnis dan melakukan transformasi menuju full network service provider. Dan secara tegas memperluas scope of business-nya dari sekadar telpon tetap kabel (POTS) menjadi Phone, Mobile dan Multimedia.

Era hyper kompetisi dalam bisnis telekomunikasi dan informasi membawa dampak yang sangat signifikan pada bisnis telpon tetap kabel TELKOM. Hal ini ditunjukkan oleh pertumbuhan negatif sebesar -7,6% dari Rp 7.493,1 miliar pada tahun 2004 menjadi Rp 6.920,2 miliar pada tahun 2005, akibat penurunan pendapatan dari sambungan lokal dan sambungan langsung jarak jauh domestik. Divre 2 Jakarta sebagai Divre dengan jumlah pelanggan telpon tetap kabel terbesar mengalami dampak penurunan pendapatan telpon tetap kabel paling besar. Pendapatan telpon tetap kabel pada tahun 2006-2007, posisi Februari 2007 mengalami penurunan sebesar -9.97%, menurun dari Rp 339,1 miliar pada tahun 2006 menjadi Rp 305,3 pada tahun 2007. Selain penurunan pendapatan pada bisnis telpon tetap kabel, dampak lain adalah churn yang tinggi. Selama tahun 2006, sampai dengan posisi November 2006 jumlah pelanggan telpon tetap kabel yang churn di Divre 2 Jakarta sebesar 200.619 sst.

 

B. Permasalahan

Mengingat bahwa jaringan akses ADSL yang dibangun semula dirancang untuk menyediakan layanan akses broadband internet dengan kualitas best effort sedangkan IPTV adalah layanan yang membutuhkan kualitas yang terkendali (controlled Qos), maka perlu dikembangkan suatu analisa kesiapan penyediaan layanan IPTV berbasis ADSL dengan tanpa mengurangi fungsi semula yaitu sebagai jaringan akses broadband internet (Speedy).

C. Landasan Teori Tesis

Jaringan Adsl-Speedy Divre 2 Jakarta

Jaringan ADSL yang dikembangkan di Divre 2 Jakarta terdiri dari dua tipe, yaitu jaringan ADSL berbasis ATM dan ADSL berbasis IP-DSLAM. Jaringan ADSL tersebut digunakan sebagai jaringan distribusi untuk produk Speedy. Sesuai dengan Keputusan Direktur Utama TELKOM Nomor : 38/YN000/MM-00/2006, tanggal 5 Juli tahun 2006, perihal Standar Layanan Speedy Broadband Access, jaringan ADSL berbasis ATM tidak akan dikembangkan lagi, dan pengembangan jaringan ADSL untuk pemenuhan kebutuhan pelanggan Speedy kedepan akan digunakan ADSL berbasis IPDSLAM. Berkaitan dengan penulisan tesis ini pembahasan jaringan ADSL di Divre 2 Jakarta hanya akan akan difokuskan kepada jaringan ADSL bebasis IPDSLAM.

Jaringan Metro Regional Untuk ADSL

Jaringan Metro Regional (metro access) yang berfungsi sebagai tulang punggung jaringan ADSL secara skematik diilustrasikan pada Gambar 3.5. Jaringan akses metro ADSL Divre 2 Jakarta terdiri dari :

  1. Jaringan Metro Regional Jakarta Pusat – Jakarta Utara
  2. Jaringan Metro Regional Jakarta Timur – Bekasi
  3. Jaringan Metro Regional Jakarta Selatan – Bogor
  4. Jaringan Metro regional Jakarta Barat – Tangerang
  5. Jaringan Akses Tembaga Divre 2 Jakarta

Dalam rangka mendukung program penyediaan layanan IPTV, Executive General Manager (EGM) Divre 2 Jakarta pada tanggal 1 Agustus 2006 mengeluarkan Nota Dinas nomor C.Tel. 696/UM 000/D02-A1043000/2006, perihal Kesiapan Jaringan Akses Untuk IPTV. Salah satu butir Nota Dinas tersebut menetapkan bahwa untuk layanan IPTV menggunakan jaringan ADSL sebagai jaringan distribusinya, jaringan akses tembaga harus memenuhi persyaratan mampu menyalurkan data dengan bitrate sebesar 6 Mbps dan berjarak maksimal 3 km dari DSLAM atau Main Distribution Frame (MDF).

 

D. Metodelogi Penelitian

Mengingat bahwa jaringan akses ADSL yang tersedia semula dirancang untuk menyediakan layanan akses broadband internet dengan kualitas best effort sedangkan IPTV adalah layanan yang membutuhkan kualitas yang terkendali (controlled QoS), maka perlu dikembangkan suatu analisa kesiapan penyediaan layanan IPTV berbasis ADSL dengan tanpa mengurangi fungsi semula yaitu sebagai jaringan akses broadband internet (Speedy).

E. Kesimpulan

  1. Prosentase jaringan akses tembaga TELKOM Divre 2 Jakarta yang mendukung untuk layanan IPTV baru sebesar 38,15%.
  2. Agar jaringan metro regional mampu mendukung layanan IPTV, jika menggunakan teknologi kompresi MPEG-4/AVC jaringan metro regional harus ditambah minimal sebesar satu STM -1. Jika menggunakan teknologi kompresi MPEG-2 jaringan metro regional harus ditambah minimal sebesar dua STM -1.
  3. Pemilihan standar kompresi MPEG untuk layanan IPTV harus mempertimbangkan interoperabilitas elemen jaringan IPTV, harga perangkat, serta peluang dan tantangan bisnis IPTV.

 

Contoh Tesis Penyediaan Layanan

1. Analisa Kesiapan Penyediaan Layanan IPTV Berbasis ADSL oleh Telkon- Studi Kasus Telkom Divre 2 Jakarta

Leave a Reply