HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Psikologi: Kesiapan Menikah pd Wanita Dewasa Madya yg Bekerja

Judul Skripsi : Kesiapan Menikah pada Wanita Dewasa Madya yang Bekerja

 

A. Latar Belakang

Membentuk suatu hubungan dan memilih pasangan dengan bijak merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk menuju suatu pernikahan yang bahagia. Tetapi kadang-kadang pasangan yang terlihat serasi dan saling mencintai belum tentu merasa siap untuk menikah. Hal ini dikarenakan suatu pernikahan meliputi banyak aspek kehidupan dan memerlukan tanggung jawab lebih dari individu yang akan menikah. Untuk mencapai keluarga yang bahagia dan kekal dibutuhkan sumber dan keterampilan khusus dari masing-masing pasangan, seperti apakah pasangan tersebut sudah cukup matang secara personal untuk menerima tanggung jawab dalam pernikahan (Blood, 1978).

Oleh karena itu, sebelum memasuki dunia pernikahan diperlukanlah suatu kesiapan (Blood, 1978). Kesiapan menikah merupakan keadaan siap atau bersedia dalam berhubungan dengan seorang pria atau seorang wanita, siap menerima tanggung jawab sebagai seorang suami atau seorang istri, siap terlibat dalam hubungan seksual, siap mengatur keluarga, dan siap untuk mengasuh anak (Duvall & Miller, 1985). Jika seseorang telah memiliki kesiapan maka pernikahan yang bahagia dan kekal akan dapat dicapai oleh pasangan suami-istri.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana kesiapan menikah wanita dewasa madya yang bekerja?
  2. Alasan apa yang membuat wanita dewasa madya yang bekerja belum menikah?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Kesiapan Menikah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002), nikah adalah perjanjian antara laki-laki dan perempuan untuk bersuami istri (dengan resmi), perkawinan, membentuk keluarga dengan lawan jenis, bersuami atau beristri. Berdasarkan pengertian kesiapan dan menikah, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kesiapan menikah adalah keadaan siap dalam berhubungan dengan seorang pria atau seorang wanita, siap menerima tanggung jawab sebagai seorang suami atau seorang istri, siap terlibat dalam hubungan seksual, siap mengatur keluarga, dan mengasuh anak.

Pengertian Dewasa Madya

Menurut Erikson (dalam Hoyer & Roudin, 2003) masa dewasa ini terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu masa dewasa dini usia 20 sampai 35 tahun, masa dewasa madya usia 35 sampai 60 tahun dan dewasa lanjut dimulai dari usia 60 tahun ke atas. Erickson (dalam Hurlock, 1999) mengatakan dewasa madya merupakan masa krisis antara generativitas dengan stagnasi yang berarti selama usia madya individu akan menjadi lebih sukses atau sebaliknya, tidak akan mengerjakan apapun lagi.

Pengertian Wanita Bekerja

Bekerja merupakan usaha untuk mendapatkan makanan, tempat tinggal, dan pakaian, serta untuk membantu keluarga. Bekerja juga dapat memberikan rasa puas sebagai individu dewasa, sebagai pengembangan ketrampilan, menunjukkan kompetensi, menerapkan pengetahuan, dan membangun self-esteem (Hoyer & Roudin, 2003).

 

D. Metodologi Penelitian

Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena dianggap lebih dapat memberikan informasi tentang fenomena yang ada.

Prosedur pengambilan responden penelitian ini adalah dengan menggunakan pengambilan sampel berdasarkan pengambilan sampel bola salju (snowball sampling).

Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 3 (tiga) orang.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam.

Alat bantu yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tape recorder dan pedoman wawancara.

 

E. Kesimpulan

Ditemukan alasan mengapa mereka belum juga menikah di usianya yang sudah mencapai dewasa madya adalah karena mereka belum menemukan sosok pria yang sesuai dengan diri mereka untuk membentuk pernikahan yang bahagia dan kekal. Pada setiap responden ditemukan ada sedikit perbedaan menyangkut status melajang yang mereka miliki. Pada responden I, AI tidak terlalu berharap akan menikah dikarenakan AI telah merasa pesimis akan mendapatkan pasangan di usianya yang sudah tua. Pada responden II, MI tidak terlalu memikirkan untuk menikah, karena saat ini MI masih menikmati hidupnya seorang diri dan masih bisa melakukan semuanya sendiri. Sedangkan pada responden III, TK sangat siap dan sangat ingin untuk menikah secepat mungkin, sehingga TK terus mencari pasangan yang seiman dan bertempat tinggal di daerah yang sama tidak seperti pasangannya yang lalu.

 

Contoh Skripsi Psikologi

  1. Pengaruh Senam Lansia Terhadap Penurunan Tingkat Depresi pada Orang Lanjut Usia
  2. Studi Kasus Masalah Belajar dari Lingkungan Budaya
  3. Prestasi Belajar Siswa Materi Pokok Kelarutan dan Hasil
  4. Kesiapan Menikah pada Wanita Dewasa Madya yang Bekerja
  5. Konflik Kehidupan Seorang Clubber

 

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?