HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Manajemen: Analisis Pengendalian Kualitas dgn Menggunakan Metode C-Chart

Judul Tesis : Analisis Pengendalian Kualitas dengan Menggunakan Metode C-Chart Pada PT. Tomoko Daya Perkasa Metallizing Industri Palur – Karanganyar

 

A. Latar Belakang

Untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing dipasar, perlu adanya perhitungan dan perencanaan yang mantap, sebelum perusahaan mulai memproduksi atau memasarkan produknya. Agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas maka perusahaan melakukan berbagai usaha salah satunya dengan melakukan pengawasan disetiap proses produksi. Proses produksi adalah kegiatan dengan melibatkan tenaga manusia, bahan serta peralatan untuk menghasilkan produk yang berguna Yamit (1998 : 116). Proses produksi akan berakhir ketika produk yang dihasilkan dilakukan pengepakan untuk siap dipasarkan kepada konsumen. Dengan demikian dalam proses produksi terjadi berbagai macam proses antara lain proses pembuatan, proses perakitan, proses pengujian dan proses pengepakan.

Pengawasan hasil produksi sangat diperlukan untuk menekan jumlah produk cacat. Produk cacat adalah produk yang tidak sesuai dengan standar yang ditentukan oleh PT.Tomoko Daya Perkasa, misalnya produk tersebut menekuk, melipat, kelihatan bintik transparan dibawah lampu, bila dipijat keras dan gembuk, ukuran atau lebar tidak sesuai dengan permintaan konsumen dan bila diraba terlalu keras. Produk cacat disini disebabkan oleh kesalahan mesin. Hal ini menyebabkan perlunya ditentukan besarnya rata-rata kerusakan produk per unit, batas pengendalian atas dan batas pengendalian bawah. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka diambil tema penelitian mengenai pengendalian kualitas produk pada sebuah perusahaan dengan judul “Analisis Pengendalian Kualitas dengan Menggunakan Metode C-Chart pada PT. Tomoko Daya Perkasa Metallizing Industri Palur-Karanganyar”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana proses pembuatan plastik metalis pada PT. Tomoko Daya Perkasa ?
  2. Berapa rata-rata kerusakan produk akhir per unit di PT. Tomoko Daya Perkaya ?
  3. Berapa batas pengendalian atas dan batas pengendalian bawah produk akhir di PT. Tomoko Daya Perkaya ?

 

C. Landasan Teori

Produksi

Produksi menurut Ahyari (1994 : 6) diartikan sebagai kegiatan yang dapat menimbulkan tambahan manfaat atau penciptaan faedah baru. Faedah atau manfaat ini dapat terdiri dari beberapa macam, misalnya faedah bentuk, faedah waktu, faedah tempat serta kombinasi dari faedah tersebut. Sedangkan produksi menurut Render dan Heizer (2001 : 2) produksi adalah penciptaan barang dan jasa.

Inspeksi

Menurut Handoko (1994 : 427) inspeksi adalah kegiatan implementasi kualitas utama, yang berjalan dengan basis hari kehari. Tujuan inspeksi adalah menghentikan pembuatan komponenkomponen rusak atau menghentikan jasa yang tidak berguna. Inspeksi dibagi menjadi dua yaitu inspeksi floor dan inspeksi terpusat. Kebaikankebaikan inspeksi floor antara lain menghemat kegiatan penanganan bahan, memungkinkan bahan-bahan bergerak lebih cepat dan mencegah kerusakan-kerusakan yang lebih parah. Sedangkan kelemahan-kelemahannya adalah karyawan dan mesin-mesin harus menunggu para pemeriksa dan pemeriksa harus membawa peralatanperalatan inspeksi kesetiap tempat.

Pengendalian Kualitas

Menurut Ahyari (1987 :239) yang dimaksud dengan pengendalian kualitas adalah suatu aktivitas (manajemen perusahaan) untuk menjaga dan mengarahkan agar kualitas produk atau jasa perusahaan dapat dipertahankan sebagaimana telah direncanakan.

Dari pengertian diatas, maka dapat dilihat bahwa pengendalian kualitas merupakan tindakan prefentif (penjagaan) yang dilaksanakan sebelum kualitas produk atau jasa tersebut terjadi, dan sebagai usaha untuk mengarahkan agar kesalahan kualitas tersebut tidak terjadi dalam proses produksi, sehingga usaha untuk memenuhi standar kualitas dapat tercapai.

D. Kesimpulan Tesis

Ada lima tahapan dalam proses pembuatan plastik metalis antara lain :

  • Tahap inspeksi bahan baku

Pada tahapan ini, dilakukan check fisik bahan baku oleh bagian quality control (QC) dan penimbangan barang (plastik) oleh BMK.

  • Tahap rewinding I

Pada tahap ini dilakukan penggabungan roll plastik yang akan dimetalis.

 

Dari analisis control C-chart diketahui

Rata-rata kerusakan produk per unit sebesar 347,9167 dengan standar deviasi sebesar 18,6525 dan batas pengendalian atas sebesar 403,8742 serta batas pengendalian bawah sebesar 291,9591. Hal ini menunjukkan bahwa pada bulan januari 2005 sampai dengan desember 2005 kualitas produk yang dihasilkan masih belum memenuhi standar yang diharapkan. Sebab masih ada yang out of control yaitu pada saat jumlah produk rusak sebesar 450, 430 dan 410 (bulan Januari, Februari dan Juni).

 

E. Saran

Pengendalian kualitas produk yang dilakukan oleh PT. Tomoko Daya Perkasa sudah baik dalam arti pengendalian dilakukan tidak hanya pada produk akhir saja, tetapi pada semua aspek yang berkaitan dalam proses produksi mulai dari bahan baku, proses rewinding I, proses metallizing, proses rewinding II dan proses slitting serta tahap packing dan pengiriman. Namun, pada bulan Januari 2005 sampai Desember 2005 kualitas produk yang dihasilkan masih belum memenuhi standar yang diharapkan sebab masih ada yang out of control yaitu pada saat jumlah produk rusak sebesar 450, 430 dan 410 (Bulan Januari, Februari, dan Juni). Kerusakan itu disebabkan oleh kesalahan mesin dan pengawasan yang kurang ketat pada saat proses produksi oleh karyawan.

 

Contoh Tesis Manajemen

  1. Pelayanan Kesehatan Bagi Peserta Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta
  2. Analisis Pengendalian Kualitas dengan Menggunakan Metode C-Chart Pada PT.TOMOKO
  3. Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen terhadap Produk Koran Solopos
  4. Penerapan Service Excellent Terhadap Pelayanan digaleri Indosat Cabang Solo
  5. Penerapan Bauran Pemasaran pada PT. Batik Danar Hadi Surakarta

 

 

Leave a Reply