HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Pengaruh Corporate Governance Mechanisms trhdp Cost Of Equity Capital

Judul Tesis : Pengaruh Corporate Governance Mechanisms terhadap Cost Of Equity Capital

 

A. Latar Belakang Tesis

Laporan keuangan menjadi alat utama bagi perusahaan untuk menyampaikan informasi keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen (Schipper dan Vincent, 2003). Menurut Standar Akuntansi Keuangan, laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba-rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan-laporan tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pengguna laporan keuangan (khususnya pemegang saham dan investor) untuk pengambilan keputusan (khususnya keputusan investasi).

Namun, akhir-akhir ini laporan keuangan telah menjadi isu sentral karena dianggap sebagai sumber penyalahgunaan informasi yang merugikan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut. Pada tahun 1998 sampai dengan 2001 telah terjadi banyak skandal keuangan di perusahaanperusahaan publik dengan melibatkan persoalan laporan keuangan. Beberapa kasus yang terjadi di Indonesia, seperti PT Lippo Tbk. dan PT Kimia Farma Tbk. juga melibatkan pelaporan keuangan yang berawal dari terdeteksinya manipulasi laba yang dilakukan oleh manajemen (Boediono, 2005). Pada tahun 2003 juga terungkap skandal keuangan yang melibatkan Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar 1,7 triliun, padahal pada tahun 2002 BNI menempati peringkat ketujuh Corporate Governance Perception Index (CGPI), yang berarti bahwa BNI mendapatkan penilaian yang baik dalam menerapkan praktik good corporate governance (GCG).

 

B. Rumusan Masalah

Apakah corporate governance mechanisms, yang terdiri dari kualitas informasi keuangan, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, komposisi dewan komisaris independen, ukuran dewan komisaris, dan keberadaan komite audit berpengaruh (baik secara bersama-sama atau individu) terhadap cost of equity capital?

 

C. Landasan Teori

Agency Theory

Agency theory merupakan teori dasar yang digunakan dalam penelitian ini karena perspektif hubungan keagenan merupakan dasar yang digunakan untuk memahami corporate governance. Jensen dan Meckling (1976) mendefinisikan hubungan keagenan sebagai suatu kontrak antara manajer (agent) dengan pemilik (principal) perusahaan. Satu atau lebih principal memberi wewenang dan otoritas kepada agent untuk melakukan kepentingan principals.

Earnings Management

Copeland (1968) dalam Utami (2005) mendefinisikan earnings management sebagai, “some ability to increase or decrease reported net income at will”. Ini berarti earnings management mencakup usaha manajemen untuk memaksimumkan atau meminimumkan laba, termasuk perataan laba sesuai dengan keinginan manajemen. Shcipper (1989) dalam Christianti (2007) mendefinisikan earnings management sebagai campur tangan dalam proses penyusunan laporan keuangan eksternal dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Pengertian Corporate Governance

Menurut teori keagenan, salah satu cara untuk mengatasi masalah ketidakselarasan kepentingan antara manajer dan pemegang saham adalah melalui pengelolaan perusahaan yang baik (good corporate governance). Corporate governance merupakan suatu mekanisme yang digunakan untuk memastikan bahwa supplier keuangan, misalnya pemegang saham (shareholders) dan pemberi pinjaman (bondholders) perusahaan memperoleh pengembalian (return) dari kegiatan yang dijalankan oleh manajer dengan dana yang telah mereka tanamkan/pinjamkan, atau dengan kata lain, bagaimana supplier keuangan perusahaan melakukan kontrol terhadap manajer (Shleifer dan Vishny, 1997).

 

D. Metode Penelitian

Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan telah menerbitkan laporan keuangan pada tahun 2003 – 2007.

Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling.

Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder dan dikumpulkan dengan metode dokumentasi.

 

E. Kesimpulan Tesis

  1. Hasil uji ketepatan perkiraan menunjukkan nilai adjusted R2 sebesar 0,328. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 32,8% sedangkan 67,2% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dicantumkan pada model penelitian.
  2. Pengujian statistik F menghasilkan nilai Fhitung sebesar 15,173 dengan signifikansi (p-value) sebesar 0,000. Nilai signifikansi (p-value) ini signifikan pada taraf signifikansi 5%. Hal ini berarti bahwa variabel discretionary accruals, kepemilkan manajerial, kepemilikan institusional, komposisi dewan komisaris independen, ukuran dewan komisaris, dan keberadaan komite audit (variabel independen) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel cost of equity capital (variabel dependen).

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pengaruh Corporate Governance Mechanisms terhadap Cost Of Equity Capital
  2. Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas dari Pembayaran Rekening Air Minum pada PDAM Kota Surakarta
  3. Penilaian Tingkat Kesehatan Pada Lima Badan Kredit Kecamatan (BKK) di Surakarta Tahun 2008 dengan Menggunakan Analisis Rasio Perbankan Dan Tingkat Non Performing Loan (NPL)
  4. Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Penerimaan Kas pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
  5. Analisis Pengaruh Net Income, Roa, Roe dan Status Kepemilikan Bank terhadap Probabilitas

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?