HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Pengaruh Kualitas Laba trhdp Cost Of Equity Capital dgn Informasi Asimetri

Judul Tesis : Pengaruh Kualitas Laba terhadap Cost Of Equity Capital dengan Informasi Asimetri sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris pada Industri Manufaktur yang Terdaftar di BEI dengan Menggunakan Path Analysis)

 

A. Latar Belakang

Biaya Modal (cost of capital) adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik yang berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, maupun laba ditahan untuk mendanai suatu investasi atau operasi perusahaan. Saat investasi meningkat maka cost of capital akan menurun. Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang (Tandelilin, 2001 : 3). Seorang investor membeli sejumlah saham saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan, baik itu berupa kenaikan harga saham maupun sejumlah deviden di masa yang akan datang.

Penentuan besarnya biaya modal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa besarnya biaya riil yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh dana yang diperlukan. Biaya modal (cost of capital) merupakan variabel yang penting dalam pengambilan keputusan suatu perusahaan. Cost of capital digunakan antara lain untuk menentukan tingkat pengembalian suatu investasi dan untuk mempengaruhi komposisi struktur permodalan perusahaan. Struktur biaya modal didasarkan pada beberapa asumsi yang berkaitan dengan risiko dan pajak. Asumsi dasar yang digunakan dalam estimasi biaya modal adalah risiko bisnis dan risiko keuangan adalah tetap (relatif stabil). Dengan demikian, cost of capital ini mempengaruhi operasional suatu perusahaan dan tingkat keuntungan yang akan didapatkannya. Mengingat betapa pentingnya cost of capital ini, maka berbagai kebijakan diambil oleh manajemen perusahaan untuk mengurangi biaya ini.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah kualitas laba mempengaruhi informasi asimetri ?
  2. Apakah kualitas laba serta informasi asimetri sebagai variabel intervening berpengaruh terhadap cost of equity capital ?

 

C. Landasan Teori

Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan bagian utama dalam pelaporan keuangan yang dapat dijadikan sarana penting untuk mengkomunikasikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, yaitu pemegang saham, kreditor, pemerintah, dan sebagainya. Lampiran keuangan bertujuan untuk memberikan informasi kepada pemakai laporan agar dapat membantu menterjemahkan aktivitas ekonomi dari suatu perusahaan, oleh karena itu laporan keuangan menjadi perhatian utama bagi penggunanya untuk mengambil keputusan. Seiring dengan kegunaan dari laporan keuangan tersebut maka laporan keuangan harus disajikan dengan benar sesuai dengan standar pelaporan yang berlaku.

Teori Keagenan

Teori keagenan menurut (Mursalim, 2005) adalah suatu model kontraktual antara dua atau lebih orang (pihak), dimana salah satu pihak disebut agent dan pihak yang lain disebut principal. Hubungan keagenan dalam Jensen dan Meckling (1976) seperti dikutip Setiawati (1999) adalah suatu kontrak antara dua pihak yang memuat pendelegasian pekerjaan dan wewenang oleh pihak I (prinsipal) kepada pihak II (agent) agar bersedia melakukan pekerjan tersebut untuk kepentingan pihak I.

 

Informasi Asimetri

Hubungan agensi dapat menimbulkan masalah informasi asimetri. Informasi asimetri merupakan suatu keadaan dimana manajer memiliki akses informasi atas prospek perusahaan yang tidak dimiliki oleh pihak luar perusahaan (Komalasari dan Baridwan, 2001). Informasi asimetri timbul ketika manajer lebih mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan di masa depan dibandingkan pemegang saham dan stakeholder lainnya. Menurut Scott (2000), terdapat dua jenis informasi asimetri yaitu Adverse Selection dan Moral Hazard.

 

D. Metode Penelitian

Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia selama tahun 2006. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, dan sampel akhir berjumlah 75 perusahaan. Data diuji dengan menggunakan analisis jalur untuk mengetahui hubungan kausalitas antara variabel eksogen dan variabel endogen. Uji t dan R2 digunakan untuk menguji secara parsial dan uji F digunakan untuk pengujian secara simultan.

 

E. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, dapat diketahui bahwa laba merupakan salah satu alat untuk mengukur kinerja perusahaan yang dapat mempengaruhi keputusan investasi. Dengan adanya alasan tersebut akan mendorong timbulnya praktik manajemen laba. Manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan dapat bersifat efisien artinya meningkatkan keinformasian laba dalam mengkomunikasikan informasi privat, ataupun dapat bersifat oportunis yang berarti pihak manajemen melaporkan laba secara oportunis untuk memaksimalkan kepentingan pribadinya. Dari dua cara dalam melakukan tindak manajemen laba tersebut, tindakan yang bersifat oportunis inilah yang dapat menyebabkan informasi laba tidak mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenarnya yang berakibat kualitas laba menjadi rendah. Hal tersebut dapat berakibat investor tidak lagi meyakini bahwa laba (earnings) adalah ukuran yang reliabel dalam menunjukkan kinerja perusahaan (Scott, 2000).

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan dalam Laporan Tahunan Perusahaan
  2. Pengaruh Pengalaman Terhadap Peningkatan Keahlian Auditor dalam Bidang Auditing
  3. Analisis Aplikasi Metode Perhitungan Zakat Perusahaan Studi Kasus PD. Lisha Mart
  4. Pengaruh Kualitas Laba terhadap Cost Of Equity Capital dengan Informasi Asimetri Sebagai Variabel Intervening
  5. Pengaruh Biaya Keagenan dan Struktur Kepemilikan terhadap Kebijakan Dividen Studi pada Perusahaan Manufaktur