HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Dimensi Profesionalisme Auditor trhdp Pertimbangan Tingkat Materialitas

Judul Tesis : Pengaruh Dimensi Profesionalisme Auditor terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas dalam Proses Pengauditan Laporan Keuangan

 

A. Latar Belakang

Materialitas itu sendiri adalah besarnya nilai yang dihilangkan atau salah saji informasi akuntansi, yang dilihat dari keadaan yang melingkupinya dapat mengakibatkan perubahan atau pengaruh terhadap pertimbangan orang yang meletakan kepercayaan terhadap informasi tersebut, karena adanya penghilangan atau salah saji itu (Mulyadi, 2002 :158). Materialitas adalah dasar penetapan standar auditing tentang standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. Oleh karena itu, materialitas memiliki pengaruh yang mencakup semua aspek audit dalam audit atas laporan keuangan. Suatu jumlah yang material dalam laporan keuangan suatu entitas tertentu mungkin tidak material dalam laporan keuangan entitas lain yang memiliki ukuran dan sifat yang berbeda. Begitu juga, kemungkinan terjadi perubahan materialitas dalam laporan keuangan entitas tertentu dari periode akuntansi satu keperiode akuntansi yang lain.

Mengapa auditor harus mempertimbangkan dengan baik penaksiran materialitas pada tahap perencanaan audit, karena seorang auditor harus bisa menentukan berapa jumlah rupiah materialitas suatu laporan keuangan kliennya. Jika auditor dalam menentukan jumlah rupiah materialitas terlalu rendah, auditor akan mengkonsumsi waktu dan usaha yang sebenarnya tidak diperlukan, sehingga akan memunculkan masalah yang akan merugikan auditor itu sendiri maupun Kantor Akuntan Publik tempat dimana dia bekerja, dikarenakan tidak efisiennya waktu dan usaha yang digunakan oleh auditor tersebut untuk menentukan jumlah materialitas suatu laporan keuangan kliennya. Sebaliknya jika auditor menentukan jumlah rupiah materialitas terlalu tinggi, auditor akan mengabaikan salah saji yang signifikan sehingga ia memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian untuk laporan keuangan yang sebenarnya berisi salah saji material, yang akan dapat menimbulkan masalah yang dapat berupa rasa tidak percaya masyarakat terhadap Kantor Akuntan Publik dimana auditor tersebut bekerja akan muncul karena memberikan pendapat yang ceroboh terhadap laporan keuangan yang berisi salah saji yang material (Mulyadi, 2002: 161).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah dimensi profesionalisme auditor secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas untuk tujuan audit laporan keuangan klien?
  2. Apakah dimensi profesionalisme auditor secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas untuk tujuan audit laporan keuangan klien?

 

C. Landasan Teori

Konsep Materialitas

Konsep materialitas dan konsep resiko adalah unsur penting dalam merencanakan audit dan merancang pendekatan yang akan digunakan dalam melaksanakan audit (Arens dan Locbeckee,2001: 250). Konsep materialitas merupakan faktor yang penting dalam mempertimbangkan jenis laporan yang tepat untuk diterbitkan dalam keadaan tertentu.

Konsep Profesionalisme

Bidang akuntansi telah melakukan usaha yang sungguh-sungguh untuk mendapatkan label “profesi”. Badan yang menyusun standar, proses pengujian dan lisensi, asosiasi profesional, dan kode etik merupakan bukti adanya struktur profesional untuk akuntansi dan akuntan. Sikap Profesional tercermin pada pelaksanaan kualitas yang merupakan karakteristik atau tanda suatu profesi atau seorang profesional.

Judgment Audit

Dalam pelaksanaan prosedur audit yang mendetail, auditor membuat berbagai pertimbangan (judgment) yang mempengaruhi dokumentasi bukti dan keputusan pendapat auditor (Taylor, 2000). Kenyataan ini membuat auditor harus mengenali resiko-resiko dan tingkat materialitas suatu saldo akun yang telah ditetapkan pada saat perencanaan audit. Persoalanya adalah bagaimana auditor mengkomunikasikan masalah tersebut dengan para stafnya, terlebih bila diakui subyektifitas dan pemahaman atas suatu resiko sangat tinggi. Judgment dari auditakan dijumpai pada setiap tahap-tahap audit. Pada tahap perencanaan audit, judgment digunakan untuk menetapkan prosedur-prosedur yang akan dilaksanakan. Hal ini dikarenakan judgment pada tahap awal audit ditentukan berdasarkan pertimbangan pada tingkat materialitasyang diramalkan.

 

D. Metode Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah para auditor yang bekerja di kantor akuntan publik di kota Semarang.

Sampel penelitian diambil dengan teknik Proportional Simpel Random Sampling, yang berjumlah 75 auditor.

Variabel independen dalam penelitian ini adalah Pengabdian pada profesi, Kewajiban Sosial, Kebutuhan untuk Mandiri, Hubungan dengan Sesama Profesi, Keyakinan terhadap Peraturan Profesi, sedangkan variabel dependennya adalah Pertimbangan Tingkat Materialitas auditor.

Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner.

Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik diskriptif dan statistik.

 

E. Kesimpulan

  1. Pengabdian pada profesi, kewajiban sosial, kebutuhan untuk mandiri, hubungan dengan sesama profesi dan keyakinan terhadap peraturan profesi secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas auditor.
  2. Berdasarkan koefisien determinasi persamaan regresi, (R2) atau R Square sebesar 0,696. Koefisien ini mempunyai arti bahwa variabel bebas tersebut secara bersama-sama memberikan sumbangan terhadap variabel terikat sebesar 69,6% sedangkan sisanya 30,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Sedangkan sumbangan variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial yaitu dapat dilihat berdasarkan koefisien determinasi parsial variabel pengabdian pada profesi sebesar 11,42%, kewajiban sosial sebesar 6,55%, kebutuhan untuk mandiri sebesar 28,94%, hubungan dengan sesama profesi sebesar 10,04%, dan keyakiann terhadap peraturan profesi sebesar 9,48%.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pengaruh Earnings Per Share (EPS) dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Perubahan Harga Saham Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ)
  2. Pengaruh Efisiensi Modal Kerja terhadap Rentabilitas pada Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia
  3. Pengaruh Efisiensi Pengendalian Biaya dan Tingkat Perputaran Modal Kerja terhadap Rentabilitas Ekonomi
  4. Pengaruh Modal Sendiri dan Modal Pinjaman terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Pada Koperasi
  5. Pengaruh Motivasi Belajar dan Metode Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Akuntansi

Leave a Reply