HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Pengaruh Tindakan Supervisi trhdp Profesionalisme dgn Kepuasan Kerja

Judul Tesis : Pengaruh Tindakan Supervisi terhadap Profesionalisme Akuntan Publik Yunior dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Moderating

 

A. Latar Belakang

Pada dasarnya kepuasan kerja adalah hal yang bersifat individual. Setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku pada dirinya. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan pada masing-masing individu. Semakin banyak aspekaspek pada pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu tersebut, maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan dan sebaliknya.

Kebanyakan riset telah berusaha menemukan hal-hal apa yang dikaitkan dengan kepuasan kerja, namun tidak mungkin untuk merinci secara tepat bagaimana kepuasan kerja ditentukan. Penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati (1997) tentang hubungan antara profesionalisme internal auditor dengan kinerja, kepuasan, komitmen dan keinginan untuk pindah membuktikan bahwa profesionalisme berhubungan dengan kepuasan kerja internal auditor. Kalbers dan Fogarty dalam Rahmawati (1997) meneliti tentang profesionalisme internal auditor dengan menggunakan dimensi profesionalisme berdasarkan pada teori yang ditemukan oleh Hall (1968). Teori profesionalisme tersebut yaitu pengabdian pada profesi, kewajiban sosial, kemandirian, keyakinan terhadap peraturan profesi dan hubungan dengan sesama profesi. Penelitian yang dilakukan oleh Aranya dan Ferris dalam Rahmawati (1997) menunjukkan bahwa akuntan publik mempunyai komitmen profesional yang lebih tinggi dibanding dengan internal auditor.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah aspek-aspek dalam tindakan supervisi berpengaruh secara signifikan terhadap profesionalisme akuntan publik yunior ?
  2. Apakah kepuasan kerja yang berfungsi sebagai variabel moderating ikut memperkuat pengaruh langsung aspek-aspek tindakan supervisi terhadap profesionalisme akuntan publik yunior ?

 

C. Landasan Teori

Konsep Profesionalisme

Tenaga kerja profesional adalah mereka yang telah terlatih untuk melaksanakan tugas yang kompleks secara independen dan yang dalam memecahkan masalah yang timbul dalam pelaksanaan tugas ini dengan menerapkan keahlian dan pengalamannya (Derber dan Schwartz dalam Puspa dan Riyanto, 1999). Komitmen profesional merupakan kekuatan relatif dengan keterlibatan dengan komitmen profesi serta keyakinan terhadap nilai-nilai dan tujuan profesi, keinginan untuk bekerja dengan sunggung-sunggung demi profesi dan keinginan untuk mempertahankan keberadaan dalam profesi.

Etika Profesional

Etika profesional bagi praktik akuntan di Indonesia disebut dengan istilah kode etik dan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, sebagai organisasi profesi akuntan. Etika profesional yang dikeluarkan oleh IAI diberi nama Kode Etik Akuntan Indonesia. Dalam Kode Etik Akuntan Indonesia lima pasal pertama mengatur etika anggota IAI pada umumnya (termasuk anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik). Pasal enam kode etik tersebut ditujukan khusus untuk mengatur prilaku anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik.

Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja didefinisikan sebagai suatu sikap umum yang merupakan hasil dari beberapa sikap khusus terhadap faktor-faktor pekerjaan, penyesuaian diri dan hubungan sosial individu di lingkungan kerja (As’ad, 1995). Robin dalam bukunya yang berjudul “Organizational Behavior” mendefinisikan kepuasaan kerja sebagai tingkat perasaan positif seseorang terhadap pekerjaannya. Artinya jika seseorang merasakan kepuasan kerja yang tinggi maka secara umum dia menyukai dan menilai tinggi pekerjaannya dan dia bersikap positif terhadap pekerjaannya.

 

D. Kesimpulan

  1. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa masing-masing aspek dalam tindakan supervisi yang berupa kepemimpinan dan mentoring, kondisi kerja serta penugasan berpengaruh terhadap profesionalisme akuntan publik yunior. Hal ini ditunjukkan dengan thitung yang lebih besar dari ttabel dan signifikansi yang lebih kecil dari 0,05, sehingga H0 masingmasing hipotesis ditolak.
  2. Hasil uji F dari regresi berganda 1 diperoleh Shitung sebesar 0,001, untuk regresi berganda 2 diperoleh Shitung sebesar 0,000, sedangkan untuk regresi berganda 3 diperoleh Shitung sebesar 0,001. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel dalam model regresi berganda secara bersama-sama berpengaruh terhadap profesionalisme akuntan publik yunior.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pengaruh Tindakan Supervisi Terhadap Profesionalisme
  2. Pengaruh Computer Anxiety Dan Computer Attitude Terhadap Keahlian Akuntan Pendidik
  3. Analisis Pengaruh Tingkat Inflasi, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika
  4. Analisis Rasio Arus Klas Sebagai Pembeda Antara Bank Bangkrut Dan Non Bangkrut
  5. Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas Pada Pt.Mutu Gading

Leave a Reply