HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Pengaruh Pengalaman trhdp Peningkatan Keahlian Auditor dlm Bidang Auditing

Judul Tesis: Pengaruh Pengalaman terhadap Peningkatan Keahlian Auditor dalam Bidang Auditing

 

A. Latar Belakang

Manajemen perusahaan memerlukan jasa pihak ketiga dalam memeriksa laporan keuangan agar laporan keuangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak luar dan dapat neningkatkan kredibilitas perusahaan yang dikelola, sehingga perusahaan mempunyai rasa kepercayaan yang tinggi untuk tetap bekerja sama serta untuk memperoleh keyakinan bahwa laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen perusahaan dapat dipercaya sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Selain itu, pihak eksternal juga tentunya tidak ingin kesempatan atau modal yang ditanamkan ke perusahaan akan jadi sia-sia tanpa memperoleh keuntungan yang diharapkan. Pihak-pihak eksternal yang dimaksud adalah pemilik perusahaan, karyawan, kreditur, investor, badan pemerintah, organisasi nirlaba dan masyarakat (Simamora, 2000).

Sehubungan dengan posisi tersebut, maka auditor dituntut untuk dapat mempertahankan kepercayaan dari kliennya dan dari para pemakai laporan keuangan auditan lainnya. Kepercayaan ini senantiasa harus selalu ditingkatkan dengan didukung oleh suatu keahlian audit. Amanat yang diemban sebagai auditor harus dapat dilaksanakan dengan sikap profesionalisme serta menjunjung tinggi kode etik profesi yang harus dijadikan pedoman dalam menjalankan setiap tugasnya. Mengingat peran dari auditor yang sangat penting dan dibutuhkan dalam dunia usaha, peningkatan profesional auditor sangat penting untuk terus dilakukan dan auditor harus terus-menerus mengikuti perkembangan yang terjadi dalam bisnis dan profesinya dengan mempelajari, memahami, dan menerapkan ketentuan ketentuan baru dalam prinsip akuntansi dan standar auditing yang ditetapkan. Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Standar auditing Profesional akuntan Publik (SPAP), akuntan dituntut untuk dapat menjalankan setiap standar yang ditetapkan oleh SPAP tersebut.

 

B. Rumusan Masalah

Apakah secara parsial dan bersama-sama pengalaman yang diperoleh auditor dari lamanya bekerja, banyaknya tugas pemerikasaan, banyaknya jenis perusahaan yang diaudit mempunyai pengaruh positif terhadap peningkatan keahlian auditor dalam bidang auditing?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Auditing

Sebelum mempelajari auditing dan profesi akuntan publik dengan mendalam, sebaiknya kita perlu mengetahui definisi auditing terlebih dahulu. Definisi auditing pada umumnya yang banyak digunakan adalah definisi audit yang berasal dari ASOBAC (A Statement basic of auditing concepts) dalam karangan Abdul Halim, (2001,hal 1) yang mendefinisikan auditing sebagai : “Suatu proses sitematika untuk menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukit audit secara obyektif mengenai asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian dengan kriteria yang telah ditetapkan dan menyampaikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan”.

Pengertian Pengalaman

Pengalaman merupakan suatu proses pembelajaran dan pertambahan perkembangan potensi bertingkah laku baik dari pendidikan formal maupun non formal atau bisa diartikan sebagai suatu proses yang membawa seseorang kepada suatu pola tingkah laku yang lebih tinggi. Suatu pembelajaran juga mencakup perubahaan yang relatif tepat dari perilaku yang diakibatkan pengalaman, pemahaman dan praktek. (Knoers & Haditono, 1999).

Pengertian Keahlian auditor

Definisi keahlian sampai saat ini masih belum terdapat definisi operasional yang tepat. Menurut Webster’s ninth New Collegiate Dictionary (1983) dalam Murtanto & gudono (1999) mendefinisikan keahlian (expertise) adalah ketrampilan dari seorang yang ahli. Ahli (experts) didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki tingkat ketrampilan tertentu atau pengetahuan yang tinggi dalam subjek tertentu yang diperoleh dari pengalaman atau pelatihan. Trotter (1986) mendefinisikan ahli adalah orang yang dengan ketrampilannya mengerjakan pekerjaan secara mudah, cepat, intuisi, dan sangat jarang atau tidak pernah membuat kesalahan. Menurut Hayes-Roth, dkk (1983) mendefinisikan keahlian sebagai keberadaan dari pengetahuan tentang suatu lingkungan tertentu, pemahaman terhadap masalah yang timbul dari lingkungan tersebut dan ketrampilan untuk memecahkan masalah tersebut.

 

D. Metode Penelitian

Subyek dalam penelitian ini adalah semua auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Propinsi Jawa Barat sebanyak dua belas Kantor Akuntan Publik.

 

E. Kesimpulan

  1. Pengujian hipotesis 1 menunjukkan bahwa pengalaman dari lamanya bekerja sebagai auditor mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keahlian yaitu tercermin dari nilai koefisien sebesar 0,180 dengan probabilitas 0,000. Karena probabilitas < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 gagal ditolak, ini berarti pengalaman yang diperoleh auditor dari lamanya bekerja sebagai auditor berpengaruh positif terhadap peningkatan keahlian auditor dalam bidang auditing
  2. Pengujian hipotesis 2 menunjukkan bahwa pengalaman yang diperoleh dari banyaknya tugas pemeriksaan yang dilakukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keahlian yaitu tercermin dari nilai koefisien sebesar 0,135 dengan probabilitas 0,026. Karena probabilitas < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis 2 gagal ditolak, ini berarti pengalaman yang diperoleh dari banyaknya tugas pemeriksaan yang dilakukan berpengaruh positif terhadap peningkatan keahlian auditor dalam bidang auditing.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan dalam Laporan Tahunan Perusahaan
  2. Pengaruh Pengalaman Terhadap Peningkatan Keahlian Auditor dalam Bidang Auditing
  3. Analisis Aplikasi Metode Perhitungan Zakat Perusahaan Studi Kasus PD. Lisha Mart
  4. Pengaruh Kualitas Laba terhadap Cost Of Equity Capital dengan Informasi Asimetri Sebagai Variabel Intervening
  5. Pengaruh Biaya Keagenan dan Struktur Kepemilikan terhadap Kebijakan Dividen Studi pada Perusahaan Manufaktur

 

Leave a Reply