HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Administrasi Negara: Studi ttg Pengetahuan dan Tatacara Pengelolaan Petani Cabai

Tesis Administrasi Negara: Studi Tentang Pengetahuan dan Tatacara Pengelolaan Petani Cabai di Desa Batu Karang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo

 

A. Latar Belakang

Permasalahan petani merupakan permasalahan yang tidak asing lagi pada saat sekarang ini. Berbagai macam masalah dan persoalan petani sudah dibahas oleh berbagai ahli, baik ahli eksakta seperti pertanian dan ahli sosial. Masalah petani yang telah dibahas itu, berbeda-beda sesuai dengan tingkat atau kondisi masalah pertanian yang dihadapi oleh para petani tersebut dalam memperoduksi. Cara-cara yang dilakukan oleh petani juga berbeda-beda pada setiap jenis tanaman seperti petani sawah yang menanam padi berbeda dengan petani ladang yang menanam kopi.

Sejarah pertanian telah mencatat bahwa pola pertanian masyarakat petani awal adalah pertanian subsisten. Mereka menanam berbagai jenis tanaman pangan sebatas untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Mereka menanam berbagai jenis biji – bijian, antara lain padi, gandum, dan jagung, ataupun tanaman sayur-sayuran. Bentuk pertanian yang ada sangat individual ; kalau mau dikatakan bersifat sosial, itu masih sangat sempit cakupannya, hanya dalam keluarga. Tujuan utama pembangunan subsektor tanaman pangan dan hortikultura adalah peningkatan produksi dan kesejahteraan petani yang dicapai melalui upaya peningkatan pendapatan, produksi dan produktivitas usaha tani.

 

B. Rumusan Masalah

Peelitian ini juga melihat bagaimana pengetahuan dan pengelolaan masyarakat tentang pertanian cabai dan bagaimana pengetahuan mereka dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi petani cabai sehingga tanaman cabai tetap bertahan sebagai tanaman utama.

 

C. Landasan Teori

Asal Mula Tanaman Cabai

Cabai yang ditanam oleh masyarakat desa Batukarang ini, menurut sejarahnya berasal dari seorang perantau yang datang dari Lampung, yang bernama Zending Bangun. Dia dulunya merupakan penduduk desa Batukarang yang bertempat tinggal di daerah kesain rumah kuta. Pengetahuan dan pengalaman yang didapat di daerah perantauan diajarkan kepada seorang kenalannya di desa ini yang bernama Binangun Bangun. Orang kedua ini adalah seorang yang pernah mengecap pendidikan di sekolah menengah pertama pada jaman awal kemerdekaan, di sekolah ia juga pernah mendapat pengajaran tentang ilmu hayat (ilmu tumbuh-tumbuhan). Mereka mencoba menerapkan pengetahuannya terhadap tanaman cabai ini secara bersama-sama di daerah pertanian masing-masing pada Tahun 70-an.

 

Pengalaman/Percobaan Pemula Yang Baik

Petani di Desa batukarang mengganti tanaman mereka dari tanaman Vanili ke Cabai dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup. Cabai dijadikan sebagai tanaman utama Karena petani melihat bahwa dari tanaman sebelumnya yaitu vanili tidak bisa menjamin pemenuhan kebutuhan hidup mereka selanjutnya. Mereka memikirkan kalau tetap bertahan dan mengharapkan dari tanaman vanili adalah sesuatu hal yang tidak mungkin. Karena tanaman ini telah terserang penyakit dan harganya di pasaran semakin lama semakin menurun tidak menentu.

 

Permintaan Pasar

Di Desa Batukarang kebetulan sudah ada tempat penjualan cabai,. Menurut penuturan mereka, bahwa tempat penjualan cabai ini dapat menerima berapa saja cabai yang ada pada mereka baik itu cabai yang merah maupun cabai yang hijau. Memang mengenai permintaan pasar ini, sebelum adanya tempat penjualan cabai didesa inipun, permintaan terhadap buah cabai sudah tinggi karena banyak pabrik-pabrik membutuhkan buah cabai sebagai penyedap dalam pengelolaan makanan. Baik itu pabrik yang ada di kota Medan maupun untuk keperluan eksport.

 

D. Metode Peneltiian

Metode penelitian yang digunakan dalam peneleitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif.

Melihat orang pertama yang menanam cabai di desa ini sudah cukup berhasil, adanya pemasaran yang mudah, harga cabai yang tinggi, permintaan pasar yang besar serta didukung dengan keadaan iklim yang dan tanah yang cocok untuk bertani cabai. Sehingga melalui pertimbangan-pertimbangan ini mereka langsung mencoba menanam mengganti tanaman terdahulu.

Kenyataan hasil yang diperoleh dapat membantu tingkat kehidupan ekonomi mereka.

 

E. Kesimpulan

  1. Dalam kehidupan petani di Desa Batukarang, awalnya mereka dituntut untuk mewujudkan perlakuan yang bagaimana yang cocok, karena keadaan alam yang tidak mendukung sama sekali kalau hanya mempertahankan pertanian vanili sebagai andalan kehidupan mereka. Sehingga mereka dipacu untuk tetap berusaha mencari alternatif lain sebagai pengganti tanaman ini.
  2. Mereka mengganti tanamannya dengan tanaman Cabai melalui pertimbangan-pertimbangan antara lain:
    • Mereka melihat bahwa orang yang pertama menanam Cabai di Desa Batukarang pada saat itu sudah cukup berhasil. Dimana lahan pertanian cabainya semakin lama semakin berkembang dengan penghasilan yang cukup lumayan. Melihat keadaan pemula yang baik inilah maka masyarakat Desa Batukarang mulai mencoba mengganti tanaman vanilinya dengan tanaman cabai dan sekaligus mendapatkan pengajaran cara menanam Cabai yang baik dari orang yang telah berpengalaman ini.
    • Kondisi iklim dan tanah yang cocok untuk pertanian cabai. Dimana temperatur udara dan kelembaban tanah di Desa batukarang sesuai untuk pertumbuhan Cabai, sehingga mereka tidak menyia-nyiakan keadaan ini.
  3. Dengan adanya usaha pertanian Cabai ini, tingkat kehidupan masyarakat sehari-hari semakin membaik dengan mendapatkan keuntungan dari berbagai segi yaitu:
    • Untuk mengerjakan usaha ini para petani dapat mengurangi tenaga, karena pekerjaan ini dapat dikerjakan dengan tenaga kerja yang sedikit, kecuali dalam masa panen. Jadi dari segi penggunaan tenaga kerja para petani sudah memperoleh keuntungan, hal ini mengingat usaha pertanian Cabai ini mengutamakan tenaga kerja dari keluarga inti, sementara tenaga dari keluarga inti pada masa sekarang ini tidak berfungsi seperti pada masa lalu. Karena anak-anak di dalam keluarga sibuk dengan sekolahnya.
    • Usaha pertanian Cabai ini dapat dipanen seminggu sekali , hasil panen Cabai sangat menolong bagi kehidupan ekonomi keluarga petani, mengingat kebutuhan keluarga akan uang yaitu membeli kebutuhan akan pangan, sandang dan hal-hal lainnya, khususnya kebutuhan biaya untuk melanjutkan pendidikan anak-anak yang harus ditanggulangi.

 

Contoh Tesis Administrasi Negara

  1. Perkawinan Antarbangsa (Studi Kasus Perkawinan Campur Antara Orang Batak dengan Wisatawan Asing di Samosir)
  2. Pertanggungjawaban Pidana Pimpinan Perusahaan yang Melalukan Tindak Pidana Pencurian Listrik Ditinjau dari UU Ketenagalistrikan
  3. Perubahan Adat Perkawinan pada Masyarakat Pakpak Kelasen
  4. Prosedur Permohonan Pengurusan NPWP Orang Pribadi Pada KPP Pratama Medan Belawan
  5. Rabab (Studi Deskriptif Mengenai Perubahan Kesenian Tradisional Rabab di Daerah Muaralabuh, Sungai Pagu, Solok Selatan, Sumbar)

 

Leave a Reply