HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Administrasi Negara: Strategi Nelayan Tradisional dlm Meningkatkan Ekonomi Keluarga

Judul Tesis: Strategi Nelayan Tradisional dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga (Studi Antropologis tentang Mata Pencaharian Hidup Tambahan Bagi Masyarakat Nelayan di Desa Sei Nagalawan Dusun 3 (tiga) Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai)

 

A. Latar Belakang

Desa Sei Nagalawan sudah berdiri sekitar tahun 1800, yakni pada saat terjadi migrasi suku bangsa Banjar yang berasal dari Pulau Kalimantan menuju Pulau Sumatera. Migrasi yang mereka lakukan bermula pada daerah Langkat Sumatera Utara dengan tujuan membuat atap sebuah bangsal di perkebunan Langkat. Seiring berjalannya waktu suku Banjar tersebut mulai bertambah dan mereka meminggir sampai ke daerah Nagalawan.

Sampai sekarang ini, migrasi yang mereka lakukan guna untuk mencari kehidupan yang lebih baik dengan kondisi lingkungan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya nelayan tradisional. Sama halnya dengan komunitas masyarakat lainnya, nelayan juga memiliki peran dan tanggung jawab pada keluarganya, yaitu pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga yang meliputi biaya-biaya seperti biaya pendidikan anak, tempat tinggal, air dan listrik, biaya sosial dan biaya untuk kebutuhan lainnya. Namun, dengan pendapatan nelayan yang cukup minim, nelayan tradisional merupakan kelompok masyarakat yang hidupnya jauh lebih miskin dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya seperti petani atau pengrajin. Hidupnya sangat tergantung kepada alam, musim banyaknya hasil tangkapan, sehingga pendapatan nelayan pun tidak menentu.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana kehidupan ekonomi nelayan sebelum memiliki mata pencaharian lain?
  2. Apa saja yang dilakukan nelayan sebagai bentuk strategi dalam meningkatkan ekonomi keluarga?
  3. Berapa besar pendapatan sebagai nelayan tradisional yang diperoleh dari mata pencaharian lain?

 

C. Landasan Teori Tesis

Kependudukan

Jumlah penduduk di Desa Sei Nagalawan adalah 2438 jiwa pada tahun 2007, yang terdiri dari 600 kepala keluarga dan tersebar ke dalam 3 (tiga) dusun yang ada.

Sarana Pendidikan

Sarana pendidikan di Desa Sei Nagalawan masih sedikit. Hal tersebut dikarenakan jarak yang mereka tempuh cukup jauh yang memerlukan alat transportasi. Di samping itu, karena keterbatasan ekonomi yang dimiliki oleh masyarakat Desa Sei Nagalawan, sehingga banyak diantara mereka yang tidak mampu untuk membayar pendidikannya bahkan ada yang tidak bersekolah sama sekali yang mengakibatkan perekonomian mereka tidak pernah maju karena masyarakat yang tinggal di Desa Sei Nagalawan masih banyak yang buta huruf. Oleh karena itu, sarana pendidikan yang terdapat di Desa Sei Nagalawan masih sangat sedikit. Dengan demikian, pemerintah hanya dapat membantu melalui pembangunan sekolah untuk memudahkan masyarakat di Desa Sei Nagalawan agar dapat bersekolah tanpa membayar biaya apapun, tetapi tanpa menyediakan fasilitas yang lengkap bagi anak-anak di Desa Sei Nagalawan.

 

Sarana Perdagangan

Sarana perdagangan yang mereka miliki hanya berupa kedai/toko kelontong yang bentuknya juga sangat sederhana dan itu merupakan milik pribadi. Kedai/toko kecil tersebut menjual makanan, minuman, rokok, sandal, obat-obatan dan juga sayur-sayuran seadanya. Sarana perdagangan tersebut mereka buat karena jarak pasar dengan tempat tinggal mereka sangat jauh yang disebut dengan Pasar Bengkel yang juga menjual segala jenis kebutuhan mereka.

 

D. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif untuk memperoleh informasi tentang usaha-usaha lain yang dijadikan sebagai strategi dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

Peneliti melakukan wawancara mendalam dengan informan kunci seperti tokoh adat atau tokoh masyarakat dikalangan nelayan, untuk memperoleh informasi tentang persoalan mendasar yang menyebabkan terjadinya kemiskinan nelayan di Desa Sei Nagalawan dan kondisi perekonomian nelayan sebelum memeiliki mata pencaharian hidup tambahan serta program-program yang diberikan kepada pemerintah dalam membantu pengembangan desa ini.

Peneliti melakukan wawancara serta observasi non partisipasi yang dilakukan untuk mengamati aktifitas dan cara-cara yang ditempuh keluarga nelayan dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

 

E. Kesimpulan

Nelayan diartikan sebagai orang yang secara aktif melakukan pekerjaan dalam operasi penangkapan ikan atau binatang air lainnya atau tanaman air. Jadi, orang-orang yang hanya melakukan pekerjaan seperti membuat jaring menyangkut alat-alat/perlengkapan ke dalam perahu/kapal tidak dimasukkan sebagai nelayan, tetapi ahli mesin, juru masak yang bekerja di atas kapal penangkap ikan dimasukkan sebagai nelayan. Sistem ekonomi perikanan laut ialah di antara faktor-faktor produksi yakni sumber alam, alat-alat penangkapan, tenaga kerja, dan organisasi kerja dengan faktor-faktor distribusi yakni pemasaran hasil perikanan.

Secara umum masyarakat desa nelayan memang dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kaya dan kaya sekali di satu pihak, dan kelompok ekonomi sedang, miskin, miskin sekali dilain pihak. Mereka telah menganggap diri mereka telah kehilangan kesempatan untuk memperbaiki tingkat sosial ekonomi mereka. Selama usia produktif atau semasa muda, mereka hampir semua bekerja sebagai nelayan. Kini, sisa-sisa tenaga yang tidak dapat lagi digunakan dilaut, kini dialihkan ke bidang pertanian sebagai pilihan mata pencaharian tambahan. Mereka cenderung mendramatisasikan keadaan kemiskinan mereka dalam bentuk sukarnya penghidupan dan pekerjaan mereka, dan dalam kecilnya pendapatan mereka hanya cukup atau bahkan kurang untuk menutup kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

 

Contoh Tesis Administrasi Negara

  1. Perkawinan Antarbangsa (Studi Kasus Perkawinan Campur Antara Orang Batak dengan Wisatawan Asing di Samosir)
  2. Pertanggungjawaban Pidana Pimpinan Perusahaan yang Melalukan Tindak Pidana Pencurian Listrik Ditinjau dari UU Ketenagalistrikan
  3. Perubahan Adat Perkawinan pada Masyarakat Pakpak Kelasen
  4. Prosedur Permohonan Pengurusan NPWP Orang Pribadi Pada KPP Pratama Medan Belawan
  5. Rabab (Studi Deskriptif Mengenai Perubahan Kesenian Tradisional Rabab di Daerah Muaralabuh, Sungai Pagu, Solok Selatan, Sumbar)

 

Incoming search terms:

Leave a Reply