HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Komunikasi: Potret Kehidupan Anak-Anak Aceh Pasca Tsunami dlm Komik

Judul Skripsi : Potret Kehidupan Anak-Anak Aceh Pasca Tsunami dalam Komik ”Kisah dari Aceh” (Studi Komunikasi Massa dengan Analisis Semiotika terhadap Komik ”Kisah dari Aceh” Karya Garin Nugroho, Tahun 2005)

 

A. Latar Belakang Skripsi

Komik merupakan bacaan yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang-orang tua. Namun dalam masyarakat kita masih banyak kalangan orang tua yang memandang sebelah mata pada komik. Mereka menganggap komik merupakan pembodohan masyarakat. Memang di Indonesia dapat kita lihat ada beberapa kasus yang menyebabkan komik menjadi momok bagi para orang tua. Hal ini berawal dari kesalahan industri komik Indonesia dalam menerjemahkan segmentasi komik impor. Misalnya, komik ”Crayon Sinchan” yang berasal dari Jepang. Di negara asalnya, komik ini merupakan bacaan untuk usia dewasa. Namun karena tokohnya adalah seorang anak kecil, Indonesia mengimpor komik ini dan menjadikannya bacaan anak-anak tanpa melihat segmentasi sebenarnya di Jepang hingga kemudian menuai protes dari kalangan orangtua. Hal yang sama juga terjadi pada kartun ”The Simpson” dari Amerika. Hal yang semakin memperparah adalah kata-kata makian semacam ’bajingan’, ’bedebah’, atau ’jahanam’ yang sering dilontarkan oleh tokoh-tokoh komik Indonesia seperti Si Buta dari Goa Hantu, Panji Koming, dan Gundala juga dianggap sebagai racun yang harus disingkirkan.

Meski banyak yang meremehkan keberadaan komik, namun hal tersebut tidak mengurangi minat masyarakat terhadap komik. Hal ini terbukti dengan terus membanjirnya komik-komik di pasaran, bahkan banyak komunitas yang terbentuk dari kesamaan minat terhadap komik. Komik memiliki beberapa keunggulan yang membuat pembacanya betah untuk terus mengikuti cerita. Komik menampilkan karakter yang lebih hidup. Komik memiliki kemampuan menggambarkan realita dengan lebih bebas. Komik mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi pembacanya, sehingga pembaca seolah-olah ikut masuk ke dalam alur cerita yang disajikan. Salah satu komik yang memiliki banyak pengajaran nilai untuk anakanak adalah komik ”Kisah dari Aceh”. Komik ini menceritakan tentang anak yang mengalami trauma psikologis akibat bencana Tsunami.

 

B. Rumusan Masalah

Bagaimana komik “Kisah dari Aceh” merepresentasikan tanda mengenai trauma psikologis yang berwujud rasa takut yang berlebih terhadap air (aquaphobia) yang terjadi pada anak-anak pasca bencana Tsunami melalui gambar dan teks?

 

C. Kerangka Pemikiran dan Teori

Komunikasi

Secara etimologis, istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communication, bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama disini maksudnya adalah sama makna. Pengertian tersebut bersifat dasar, dalam arti bahwa komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat. Dikatakan minimal karena kegiatan komunikasi tidak hanya bersifat informatif, yaitu orang lain mengerti dan tahu; tapi juga persuatif, yaitu orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan, dan lain-lain.

Komik

Sejarah komik bermula pada masa pra sejarah di gua Lascaux, perancis Selatan. Didalam gua ini ditemukan torehan gambar bison, sejenis banteng. Cikal bakal gambar ini menurut Bonnet belum mengandung sandi yang membentuknya menjadi bahasa, namun sudah merupakan pesan sebagai upaya komunikasi non verbal paling kuno.Di Mesir, cerita tentang dewa maut dalam dunia roh terdapat di kuburan raja Nakht yang ditoreh diatas kertas papyrus. “Komik” ini kemudian ditemukan juga dalam bentuk mozaik, susunan lempeng dari batu yang berwarna, di Yunani. Karya ini berlangsung hingga abad ke-4 Masehi. Pada jaman Romawi cerita bergambar berkembang pesat yang selanjutnya menyebar hampir seluruh Eropa.

 

Komik Sebagai Media Komunikasi

Masyarakat kebanyakan memandang komik sebagai sebuah bacaan anak bermutu rendah yang tak layak dikonsumsi. Hal ini menyebabkan banyak orang tua yang melarang anak-anaknya membaca komik. Padahal komik bisa menjadi satu media yang sangat bermanfaat. Komik menawarkan sesuatu yang berbeda dengan buku atau media lain. Dengan bentuk penyajian yang unik, yaitu menggabungkan antara gambar dan teks. Bila diseleksi dengan baik, komik bias jadi bermanfaat sebagai bahan informasi, edukasi, dan hiburan. Semua itu tergantung bagaimana kita memandangnya. Ada beberapa tipe komik yang memang seharusnya dihindarkan dari anak-anak, namun banyak juga komik yang mengajarkan nilai-nilai moral dan sosial yang baik untuk perkembangan anak mengingat komik merupakan sebuah media yang mampu menciptakan ilusi realistis yang akan mendorong berkembanganya pikiran dan jiwa anak.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini mengungkapkan trauma psikologis anak Aceh korban Tsunami yang berupa aquaphobia, yaitu ketakutan yang berlebih terhadap air. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotik dari Charles Morris, yaitu analisis sintaksis, semantik, dan pragmatik.

Pada tahap analisis sintaksis, peneliti akan mengidentifikasi tanda-tanda yang ada dalam panel-panel komik yang mengandung pesan penderitaan dan perjuangan.

Tahap ini sering disebut tahap denotasi, yaitu menyajikan informasi tentang data. Kemudian dalam analisis semantik, akan dipaparkan hubungan antara tanda-tanda tersebut dengan objek. Hubungan antara tanda dengan objek dapat dikategorikan menjadi ikon, indeks, dan simbol. Kemudian dengan interpretasi, tanda-tanda tersebut akan dianalisis sehingga membentuk sebuah makna. Terakhir, pada tahap analisis pragmatik, peneliti memaparkan analisis terhadap tanda-tanda yang terdapat dalam panelpanel komik agar pesan yang tersembunyi dapat diketahui.

 

E. Kesimpulan

  • Trauma aquaphobia yang berbentuk ketakutan untuk mandi.

Dalam komik ini diceritakan bahwa Noor, sang tokoh utama adalah seorang anak korban Tsunami yang menderita trauma psikologis yang berupa aquaphobia. Ia sangat takut terhadap air sehingga tidak mau mandi. Noor menganggap bahwa air adalah benda yang sangat jahat karena air telah menrampas seluruh keluarga dan harta bendanya. Bapak angkatnya Pak Kumis seringkali memarahi Noor karena Noor tidak mau mandi. Namun Noor adalah seorang anak yang keras kepala. Karena semua orang memaksanya mandi, akhirnya ia kabur.

 

  • Trauma aquaphobia yang berbentuk ketakutan untuk berwudlu

Berwudlu adalah salah satu rukun wajib dalam melaksanakan sholat bagi kaum muslim. Namun, Noor yang menderita aquaphobia tidak mau menggunakan air untuk berwudlu, melainkan tayamum. Tayamum yaitu mensucikan diri dengan menggunakan debu atau tanah sebagai pengganti air. Hal ini boleh dilakukan hanya jika di tempat tersebut tidak ada air bersih. Berbeda dengan kasus Noor. Ia bertayamum bukan karena kekurangan air bersih, melainkan karena ia takut air.

 

Contoh Skripsi Komunikasi

  1. Di Gabungan Koperasi Susu Indonesia Boyolali (Lay Out Alat dan Mesin)
  2. Mekanisme Liputan dan Sajian Berita Seputar Jogja di Jogja Tv Jogjakarta
  3. Potret Kehidupan Anak-Anak Aceh Pasca Tsunami dalam Komik ”Kisah dari Aceh”
  4. Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah Tahun 2008
  5. Lesbianisme dalam Novel (Studi Semiotika tentang Makna Lesbianisme dalam Novel Gerhana)

 

Leave a Reply