HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pendidikan Karakter di Sekolah Luar Biasa Bagian A Negeri Denpasar-Bali

Judul Skripsi : Pendidikan Karakter di Sekolah Luar Biasa Bagian A Negeri Denpasar-Bali

A. Latar Belakang

SLB yang berbasis pendidikan karakter salah satunya, yaitu SLB/A Negeri Denpasar. Sekolah Luar Biasa Bagian A dibangun dan diperuntukan bagi anak-anak cacat atau anak yang tidak normal (dalam pengertian diluar kebiasaan) dan memiliki hendaya penglihatan atau tunannetra. Jadi SLB/A Negeri Denpasar merupakan sekolah yang diperuntukan untuk anak-anak penyandang tunanetra. Secara Psikologis mereka memiliki kekurangan.

Dalam pembejarannya sehari-hari karena SLB/ A N merupakan sekolah yang dipergunakan untuk penyandang cacat mata atau tunanetra. Sehingga dari jenis penggunaan perangkat pembelajaran berbeda dengan anak normal. Contohnya: siswa-siswa di SLB/A N Denpasar menggunakan jenis huruf Braillo yang khusus diperuntukan untuk anak tunanetra. Fakta tersebut memberi indikasi bagi Sekolah Luar Biasa dan guru-guru yang mengajar di sekolah tersebut untuk wajib memiliki pengetahuan serta memiliki model dan metode-metode khusus dalam proses implementasi pendidikan karakter serta aplikasinya pada pembelajaran di sekolah.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah implementasi pendidikan karakter pada di Sekolah Luar Biasa Bagian A Negeri Denpasar-Bali?
  2. Apakah kendala yang dihadapi guru dalam implementasi pendidikan karakter di Sekolah Luar Biasa Bagian A Negeri Denpasar- Bali?
  3. Bagaimankah solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala implementasi pendidikan karakter di Sekolah Luar Biasa Bagian A Negeri Denpasar-Bali?

C. Kajian Teori

Pendidikan Karakter

Menurut Lickona Dalam Berkowitz & Bier dalam bukunya What Works In Character Education: A research-driven guide foe educators. Menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah “character education is a deliberate effort to develop good character based on core virtues are objectively good for individuals and society” (Berkowitz & Bier, 2005). Artinya, pendidikan karakter adalah upaya yang dilakukan dengan sengaja untuk mengembangkan karakter yang baik berlandaskan kebajikan-kebajikan inti yang secara objektif baik bagi individu maupun masyarakat.

Jenis – Jenis Pendidikan Karakter

Menurut Yahya Khan (2010) Ada empat jenis karakter yang selama ini dikenal dan dilaksanakan dalam proses pendidikan, antara lain:

  • Pendidikan karakter berbasis nilai religuis, yang merupakan kebenaran wahyu Tuhan (konservasi moral)
  • Pendidikan karakter berbasis nilai budaya, antara lain yang berupa budi pekerti, pancasila, apresiasi satra, keteladanan tokoh-tokoh sejarah dan para pemimpin bangsa (konservasi lingkungan)
  • Pendidikan karakter berbasis lingkungan (konservasi lingkungan)
  • Pendidikan karakter berbasis potensi diri, yaitu sikap pribadi, hasil proses kesadaran pemberdayaan potensi diri yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan (konsevasi humanis).

Sekolah Luar Biasa

Pada dasarnya sekolah mempunyai peranan penting di dalam menumbuh kembangkan karakter siswa menuju kearah yang lebih positif. salah satunya adalah SLB. Berikut Pengertian SLB, fungsi SLB, dan Jenis-jenis anak-anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di SLB.

D. Metodelogi Penelitian

Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari – Mei 2012.

Data atau informasi yang paling penting untuk dikumpulkan dan dikaji dalam penelitian ini sebagian besar berupa data kualitatif. Sesuai dengan bentuk penelitian dan jenis sumber data yang digunakan, maka teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Wawancara mendalam (in-dept interviewing), Observasi langsung, Mencatat dokumen (content analysis),  Dalam penelitian kualitatif proses analisis dilakukan sejak awal bersamaan dengan proses pengumpulan data.

Teknik analisis dalam penelitian ini bersifat induktif yaitu teknik analisis yang tidak dimaksudkan untuk membuktikan suatu prediksi atau hipotesis penelitian, tetapi simpulan dan teori yang dihasilkan berbentuk dari data yang dikumpulkan.

 

E. Simpulan

1. Proses penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dilakukan pada saat terjadinya proses pembelajaran. Tahapan-tahapan Proses pembelajaran tersebut antara lain, dari tahap perencanaan sampai tahap evaluasi. Tapi jika ditinjau secara holistik implementasi pendidikan karakter tidak terintegrasi secara optimal. Dari perangkat pembelajarn masih menggunakan RPP dan Silabus non karakter. Sehingga analisis integrasi nilai-nilai karakter yanga diintegrasikan pada mata pelajaran IPS, IPA, Kesenian dan Penjaskes tidak jelas. Dari segi format penilaian belum jelas sehigga belum ada acuan patokan penilaian yang dipakai guru untuk menentukkan apakah implementasi pendidikan karakter dapat diimplementasikan denga baik.

2. Kendala yang dihadapi dalam implementasi pendidikan karakter antara lain: pada saat proses integrasi berlangsung guru-guru sering sekali mengalami kendala secara psikologis karena siswa-siswi di SLB/A Negeri Denpasar merupakan siswa yang tidak mempunyai fisik yang sempurna sehingga dalam impelementasi pendidikan karakter di SLB/A Negeri Denpasar, membutuhkan penanganan khusus dan metode pembelajaran yang khusus. Kendala lain dalam implementasi pendidikan karakter adalah materi dari setiap mata pelajaran yang diajarkan, karena tidak semua materi bisa diintegrasikan pada nilai-nilai pendidikan karakter serta kurangnya pemahaman dari guru tentang pendidikan karakter. Dari faktor guru. Guru kurang memahami hakekat serta nilai-nilai yang bisa dikatagorikan pendidikan karakter. Dari perangkat pembelajaran seperti RPP silabus tidak menunjukkan perencanaan nilai-nilai karakter yang akan diintegrasikan pada siswa sehingga sulit untuk menentukkan nilai-nilai karakter yang akan diintegrasikan pada siswa.

3. Solusi yang dilakukan dalam mengatasi kendala implementasi pendidikan karakter antara lain: guru selalu berupaya melakukan integrasi pendidikan karakter pada setiap materi yang diajarkan khususnya pada mata pelajaran IPS, Kesenian, IPA, dan Penjaskes. Solusi lain yang dilakukan antara lain guru selalu berupaya menyediakan media pembelajaran untuk siswa. Melalui media pembelajaran tersebut diharapkan dapat menumbuhkan daya kreativitas siswa di dalam berolah pikir. Model dan metode juga menjadi solusi di dalam integrasi pendidikan karakter. Jadi, dapat disimpulkan bahwa solusi yang dilakukan antara lain. melakukan pendekatan secara individual, memberikan metode dan model pembelajaran yang dapat diterima siswa, serta media pembelajaran juga dijadikan solusi untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi pendidikan karakter.

Incoming search terms:

Leave a Reply