HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Upaya Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Indikator Keberhasilan

Penanggulangan KLB  Upaya Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Indikator Keberhasilan

Penanggulangan KLB

Penanggulangan Kejadian Luar Biasa/KLB ~  Kejadian Luar Bisa atau KLB merupakan suatu status yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengelompokkan suatu peristiwa atau penyait tertentu. Biasa nya penyakit tersebut lebih berpengaruh pada penyakit yang biasanya terjadi.

Sehingga KLb dapat didefinisikan sebagai suatu peningkatan kasus yang berbuhungan dengan penyakit, yang memiliki tingkatan yang sangat tinggi.

Hal tersebut secara jelas dijelaskan oleh Departemen Kesehatan tahun 2000:

Kejadian Luar Biasa adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis dalam kurun waktu dan daerah tertentu.

Sedangkan status Kejadian Luar Biasa juga ditetapkan oleh Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004 :

Kejadian Luar Biasa dijelaskan sebagai timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu.

Dari sini perlu diadakanya suatu penanganan atau penanggulangan kejadian luar biasa. Tata cara penanggulangan KLb dikenl dengan sistem kewaspadaan dini atau SKD-KLB. SKD-KLB dapat diartikan suatu upaya yang berkegiatan untuk mengatasi atau mencegah suatu penyakit secara dini dengan melakukan kegiatan yang bersifat mengantisipasi KLB.

Kegiatan yang seprti itu dapat dilakukan dengan cara melakukan pengamatan yang sistematis dan terus menerus mendukung serta bertanggung jawab dengan penuh apa saja yang terjadi dalam suatu masyarakat.

Upaya-upaya yang dilakukan haruslah mendapat pastidipasi penuh dari masyarakat sekitar, agar segala kegiatan yang dilakukan dapat tercapai dengan sempurna. Adapun upaya penanggulangan KLB meliputi :

  1. Penyelidikan epidemilogis.
  2. Pemeriksaan, pengobatan, perawatan, dan isolasi penderita termasuk tindakan karantina. Pencegahan dan pengendalian.
  3. Pemusnahan penyebab penyakit.
  4. Penanganan jenazah akibat wabah. Penyuluhan kepada masyarakat.
  5. Upaya penanggulangan lainnya.

Selain itu untuk melihat serta mengukur hasil yang telah dicapai, dibutuhkannya suatu indikator keberhasilan. Indikator keberhasilan tersebut nantinya akan dijadikan suatu pedoman tertentu. Adapun indikator keberhasilan penanggulangan KLB, meliputi :

  1. Menurunnya frekuensi KLB.
  2. Menurunnya jumlah kasus pada setiap KLB.
  3. Menurunnya jumlah kematian pada setiap KLB.
  4. Memendeknya periode KLB.
  5. Menyempitnya penyebarluasan wilayah KLB.
Incoming search terms:

Leave a Reply