HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pendidikan Karakter Di Sekolah Islam

Contoh Tesis– Pendidikan Karakter Di Sekolah Islam (Studi Kasus SMA Muhammadiyah I dan MA Muallimin Yogyakarta)

Minat Baca Al- Qur'an Pendidikan Karakter Di Sekolah Islam

A. Latar BelakangMasalah

Pendidikan di Indonesia saat ini sedang mengalami masa peralihan, mencari bentuk baru untuk mencapai pendidikan yang lebih demokratis. Peralihan dalam sistem pendidikan merupakan suatu keharusan dengan adanya kenyataan pendidikan banyak dipengaruhi oleh nuansa politik yang bersifat memusat. Pendidikan yang semula dikelola secara memusat bergerak menuju sistem pengelolaan yang bersifat mandiri (Zamroni, 2006: 114). Hal itu merupakan jalan untuk mencapai fungsi dan tujuan pendidikan sesuai  dengan undang-undang nomor  20 tahun 2003 mengenai sistem pendidikan nasional yakni sebagai berikut.Nilai-nilai Pancasilahanya dijadikan sebagai perbincangan tanpa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, akibatnya nilai-nilai itu terasing dan mudah sekali terlupakan.

Mati surinya nilai-nilai Pancasilasepertinya menjadi salah satu penyebab bobroknya mental bangsa.Kenyataan ini semakin menambah citra buruk terhadap dunia pendidikan Indonesia karena nilai-nilai Pancasilaerat kaitannya dengan pendidikan. Di balik pembenahan pendidikan yang dilakukan terus menerus, namun tampaknya hasil yang diinginkan belum juga terwujud. Peralihan pengelolaan dari pusat ke pengelolaan pendidikan secara mandiri masih sedikit pengaruhnya untuk kemajuan dalam bidang pendidikan. Harus diakui memang sulit membenahi bangsa yang telah terperosok terlalu dalam, ditambah lagi korupsi yang merajalela secara tidak langsung terus menghantam sistem pendidikan Indonesia.

B.  Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pemahaman guru mengenai pendidikan karakter di SMA Muhammadiyah 1dan MA Muallimin Yogyakarta?
  2. Apasumber pendidikan karakter di SMA Muhammadiyah 1dan MA Muallimin Yogyakarta?
  3. Bagaimana proses penanaman nilai karakter di SMA Muhammadiyah 1dan MA Muallimin Yogyakarta?
  4. Bagaimana pengamalan (aktualisasi)nilai-nilai pembentuk karakter pada siswadi SMA Muhammadiyah 1dan MA Muallimin Yogyakarta?
  5. Bagaimana kekhasan dalam penanaman pendidikan karakter di SMA Muhammadiyah 1dan MA Muallimin Yogyakarta?

C.  Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman guru mengenai pendidikankarakter bersandar kepada ajaran-ajaran Islam untuk menciptakan manusia ber-akhlaqul karimah. Sumber-sumber pendidikan karakter adalah al-Quran dan sunah/hadis  serta  ijtihad. Penanaman nilaikarakter  dilakukan melaluipembelajaran di kelas, keteladanan para tokoh, guru, dan teman sebaya, pembiasaan berperilaku baik dengan adanya peraturan tata tertib, rapor kepribadian,dan ekstrakurikulerbidang keilmuan, keterampilan, olahraga, seni, dan keorganisasian.Bentuk pengamalannilai-nilai pembentuk karakter lebih kepada kegiatan Islamiseperti shalat berjamaah, membaca dan menghafal al-Quran, bakti sosial, aktif dalam kegiatan keorganisasian IPM,  Hizbul Wathan, Tapak Suci. Kegiatan mubalighintilan, mubalighjumat, mubalighhijarah, puasa, khutbah  jumat, mengisi pengajian, dan upacara bendera. Kegiatan ini mencerminkan nilai religius, kerjasama, kepemimpinan, cinta tanah air, peduli sosial, peduli lingkungan, dan kreatif.

D.  Saran

  1. Perlu adanya pelatihan atau penataran bagi guru secara rutin, dan berkelanjutan  mengenai cara penerapan dan mengevaluasi pendidikan karakter di sekolah.
  2. b.Perlu disusun standar evaluasi pendidikan karakter (evaluasi program, evaluasi proses maupun evaluasi hasil) sebagai tolak ukur keefektifan pendidikan karakter.
  3. Perlu ada rapor kepribadian secara terpisah untuk membantu mengontrol perkembangan perilaku siswa, sehingga proses penanaman karakter kepada siswa akan lebih baik. Tidak ada salahnya jika satuan pendidikan lain juga mencoba menerapkan sistem ini untuk kemajuan generasi penerus bangsa. Suasana dalam pembelajaran akan terasa lebih bermakna apabila guru secara teratur memberikan dorongan moral, seperti motivasi, nasihat, peringatan kepada siswa sebelum pembelajaran berakhir, sehingga siswa akan menjadi lebih dewasa pemikirannya, bersemangat, serta mengetahui makna dari pelajaran yang disampaikan.

Leave a Reply