HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pembelajaran Kooperatif Melalui Model RTE dan Snowball Dilengkapi Pemberian Tugas

Judul Skripsi : Pembelajaran Kooperatif Melalui Model RTE dan Snowball Dilengkapi Pemberian Tugas Ditinjau dari Kreativitas dan Motivasi Belajar Siswa SMA Konsep GHS

A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran yang dilaksanakan dengan pendekatan serta metode yang sesuai diharapkan dapat mencapai tujuannya. Tujuan pembelajaran meliputi aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif. Ketiga aspek ini saling berkaitan satu sama lain. Aspek kognitif dipengaruhi oleh aspek psikomotorik dan afektif yang dimiliki siswa. Dengan demikian pembelajaran yang dilaksanakan harus bisa mencapai ketiga aspek tersebut.

Dari uraian latar belakang masalah diatas, dipandang perlu untuk mengadakan penelitian mengenai penggunaan pembelajaran kooperatif dilengkapi pemberian tugas pada materi gerak harmonik sederhana melalui model RTE dan penggunaan pembelajaran kooperatif dilengkapi pemberian tugas pada materi gerak harmonik sederhana melalui model Snowball.

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah pengaruh penggunaan pembelajaran kooperatif melalui RTE dan Snowball terhadap prestasi belajar fisika siswa pada konsep gerak harmonik sederhana?
  2. Adakah pengaruh kreativitas siswa kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika siswa pada konsep gerak harmonik sederhana?
  3. Adakah pengaruh motivasi belajar siswa kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika siswa pada konsep gerak harmonik sederhana?

C. Kajian Teori

Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif berarti prosedur pembelajaran yang terdiri dari dua atau lebih siswa yang menyiapkan keahlian dirinya untuk bekerja aktif dan terkoordinir untuk belajar dengan kelompok siswa yang memiliki keilmuan dan tingkah laku yang berbeda-beda diatur dengan pendidikan bertingkat pada suatu kelas yang umum.

Rotating Trio Exchange (RTE)

Rotating trio exchange (pertukaran trio memutar) merupakan salah satu pembelajaran aktif dengan teknik pengelompokan, dimana anggota-anggota kelompoknya tidak tetap. Seperti yang dikemukan oleh Silberman (2006) rotating trio exchange merupakan cara terperinci bagi siswa untuk mendiskusikan permasalahan dengan sebagian teman sekelas mereka. Pada model ini, membagi kelas ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 3 orang, menata kelas sehingga setiap kelompok dapat melihat kelompok lainnya di kiri dan di kanannya, memberikan pada setiap trio tersebut pertanyaan yang sama untuk didiskusikan.

Pengertian Kreativitas

Konsep tentang kreativitas termasuk konsep yang luas dan kompleks sehingga sulit merumuskan secara tepat apa yang dimaksud dengan kreativitas tersebut, berikut dikemukakan definisi kreativitas dari para ahli atau peneliti yang pernah membahas masalah tersebut. Freedam (1982) yang dikutip oleh H. Edy Tri Sulistyo dkk (2003:53) mengemukakan “Kreativitas sebagai kemampuan untuk memahami dunia, menginterpretasi pengalaman dan memecahkan masalah dengan cara yang baru dan asli”.

Pengertian Motivasi Belajar

Pengertian motivasi juga dikemukakan oleh Mc. Donald yang dikutip oleh Oemar Hamalik (2008:106), “motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan”.

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2 x 2 dilaksanakan juli sampai desember 2011.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Rembang Tahun Ajaran 2011/2012 yang terdiri dari 6 kelas.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas, yaitu kelas XI A4 menggunakan RTE dan kelas XI A5 menggunakan Snowball.

Data dikumpulkan dengan lembar observasi, angket dan tes.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji non parametrik Kruskal Wallis.

E. Kesimpulan

1. Penggunaan pembelajaran kooperatif melalui model RTE dan Snowball memiliki pengaruh terhadap prestasi fisika siswa pada sub konsep Gerak Harmonik Sederhana. Rerata kelas RTE kemampuan kognitif adalah 78,17 sedangkan rerata kelas Snowball kemampuan kognitif adalah 70,23. Rerata kelas RTE kemampuan psikomotorik adalah 74,13 sedangkan rerata kelas Snowball kemampuan psikomotorik adalah 64,73. Rerata kelas RTE kemampuan afektif adalah 80,93 sedangkan rerata kelas Snowball kemampuan afektif adalah 60,97. Siswa yang diberi pembelajaran fisika dengan pembelajaran kooperatif melalui model RTE memiliki prestasi fisika yang lebih baik daripada melalui model Snowball.

2. Antara kreativitas kategori tinggi dan rendah memiliki pengaruh terhadap prestasi fisika siswa pada sub konsep Gerak Harmonik Sederhana. Siswa yang memiliki kreativitas kategori tinggi memiliki kemampuan kognitif dan psikomotorik fisika yang lebih baik dari pada siswa yang memiliki kreativitas kategori rendah.

3. Antara motivasi belajar kategori tinggi dan rendah tidak memiliki pengaruh terhadap prestasi fisika siswa pada sub konsep Gerak Harmonik Sederhana. Siswa yang memiliki motivasi belajar kategori tinggi memiliki prestasi fisika yang seimbang dengan siswa yang memiliki motivasi belajar kategori rendah.

Leave a Reply