HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Model STAD Menggunakan Animasi dan LKS Ditinjau dari Kerjasama

Judul Tesis  : Pembelajaran Fisika Model STAD ( Student Team Achievement Division ) dengan Menggunakan Animasi dan LKS Ditinjau dari Kerjasama dan Aktivitas Belajar Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Keberhasilan belajar siswa di bidang pendidikan selama ini dinyatakan dengan prestasi belajar. Prestasi belajar siswa tidak hanya dipengaruhi metode pembelajaran saja, ada faktor lain yang ikut menentukan diantaranya kerja sama dalam belajar. Winkel (1989:109) mengemukakan bahwa “minat adalah gaya penggerak di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan”. Timbulnya minat belajar dari siswa diharapkan menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik sehingga akan menentukan keberhasilan proses pendidikan di sekolah.

Di samping minat belajar yang menentukan keberhasilan proses belajar siswa, kemampuan awal juga memiliki peranan terhadap keberhasilan tersebut. Kemampuan awal adalah kemampuan (pengetahuan) yang telah dimiliki sebelum memperoleh kemampuan (pengetahuan) baru yang lebih tinggi dari suatu kegiatan belajar. Kemampuan awal merupakan prasyarat untuk memperoleh kemampuan baru yang lebih tinggi, sehingga dapat melakukan aktifitas keampuan awal sangat berpengaruh terhadap aktifitas berikutnya. Kemampuan yang diperoleh siswa dari pengalaman belajar sebelumnya dapat menjadi bekal untik mengikuti pengalaman belajar berikutnya.

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh pembelajaran STAD dengan menggunakan media animasi dan LKS terhadap prestasi belajar siswa?
  2. Apakah ada pengaruh tingkat kerjasama kelompok terhadap prestasi belajar siswa?
  3. Apakah ada pengaruh tingkat aktivitas belajar terhadap prestasi belajar siswa?

C. Kajian Teori

Pembelajaran Kooperatif Model STAD

STAD (Student Team Achievement Division), merupakan model pembelajaran Kooperatif yang dikembangkan oleh Robert E Slavin di Universitas John Hopkins, AS, STAD terbentuk dari empat fase kegiatan, yakni :

  • Presentasi kelas
  • Kelompok Belajar
  • Evaluasi Belajar
  • Skor / Nilai Peningkatan Perseorangan

Lembar kerja siswa

LKS adalah suatu lembar kerja siswa yang isinya rangkuman materi pembelajaran, contoh penyelesaian soal dan lembar kerja yang dipakai sebagai pedoman untuk siswa melakukan suatu kegiatan sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Pada LKS ini juga disertakan soal-soal latihan untuk siswa namun tidak disertakan kunci jawabannya. LKS ini dibuat oleh MGMP dengan tujuan untuk menstandarisasi materi esensial yang harus diajarkan di sekolah masing-masing dan sebagai buku pendamping.

Aktivitas Belajar Siswa

Aktivitas belajar siswa merupakan faktor keberhasilan pembelajaran kooperatif. Dalam proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas siswa melalui berbagai pengalaman belajar, dan salah satu keberhasilan proses belajar ditentukan oleh seberapa besar tingkat aktivitas yang dilakukan siswa ada setiap kegiatan belajar mengajar. Aktivitas belajar siswa adalah suatu kegiatan fisik dan mental yang diwujudkan dalam bentuk kerjasama, penciptaan kerja, dan proses berpikir yang terjadi secara simultan dalam kegiatan belajar mengajar.

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Pebruari – Nopember 2009. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri I Tayu Kabupaten Pati Tahun Pelajaran 2008/2009 yang terdiri dari 4 kelas, dengan jumlah sampel 84 siswa, Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran STAD menggunakan animasi dan LKS. variabel moderatornya adalah kerjasama dan aktivitas. Sedangkan variabel terikatnya prestasi belajar siswa.

Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa angket kerjasama, aktivitas dan tes prestasi belajar. Validitas instrumen diuji dengan teknik korelasi Product Moment dari Pearson sedang reliabilitas instrumen diuji dengan rumus alpha.

Data penelitian untuk siswa diperoleh menggunakan angket kerjasama dan aktivitas yang dilaksanakan sebelum pembelajaran dan data prestasi belajar siswa diperoleh dengan metode tes yang dilaksanakan setelah pembelajaran.

Analisis data menggunakan teknik Anava tiga jalan sel tidak sama dan dikomputasi dengan menggunakan perangkat lunak software minitab.

E. Kesimpulan

1. Rata-rata prestasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Tayu Pati menggunakan pembelajaran STAD dengan media animasi lebih tinggi dibandingkan dengan media LKS dengan demikian ada pengaruh pembelajaran fisika menggunakan media animasi dan LKS terhadap prestasi belajar siswa. Secara keseluruhan siswa yang mendapatkan pembelajaran model STAD dengan media animasi memperoleh prestasi belajar lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran model LKS karena siswa tampak lebih tertarik dan berantusias.

2. Rata-rata prestasi belajar siswa yang memiliki kerjasama tinggi lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata prestasi belajar siswa yang memiliki kerjasama rendah. Dengan demikian ada pengaruh kerjasama tinggi dan kerjasama rendah terhadap prestasi belajar siswa

3. Rata-rata pretasi belajar siswa yang memiliki aktifitas belajar tinggi lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata prestasi belajar siswa yang memiliki aktifitas belajar rendah. Dengan demikian ada pengaruh aktifitas tinggi dan aktifitas rendah pada pembelajaran STAD dengan menggunakan media animasi dan LKS terhadap prestasi belajar siswa pada materi keseimbangan kelas XI.

Leave a Reply