HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Model Kooperatif Tipe Jigsaw dan Direct Instruction Berbantuan Komputer

Judul Tesis : Pembelajaran Matematika dengan Model Kooperatif Tipe Jigsaw dan Direct Instruction Berbantuan Komputer Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Penggunaan alat peraga oleh guru dalam pembelajaran matematika masih sangat kurang. Alat peraga yang sering digunakan adalah alat peraga tradisional dan masih minimnya penggunaan alat peraga matematika berbantuan komputer. Proses pembelajaran berbantuan komputer belum banyak dilakukan oleh guru. Pada kenyataannya sering terjadi siswa merasa jenuh belajar matematika dengan pendekatan dan metode mengajar guru yang monoton. Untuk mengatasi kejenuhan dalam belajar matematika salah satu usaha guru adalah dengan memanfaatkan media komputer.

Komputer digunakan sebagai salah satu cara untuk menyampaikan materi pembelajaran karena sifatnya yang dapat mengakses berbagai macam data. Menurut Oemar Hamalik (2008: 236) komputer adalah suatu medium interaktif, di mana siswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi dalam bentuk mempengaruhi atau mengubah urutan yang disajikan. Penggunaan komputer dalam pembelajaran mempunyai nilai lebih karena dapat memberi siswa pengalaman kinestetik melalui penggunaan keyboard komputer.

Komputer mempunyai kemampuan yang tinggi dalam membantu pengajaran, seperti operasi aljabar, statistik, animasi, audio visual dan lainlainnya. Berbagai kemudahan dan fasilitas dapat diperoleh dari penggunaan media komputer dapat meningkatkan motivasi dan minat siswa untuk belajar matematika. Menurut Arif S.Sadiman, dkk (1984: 16) penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Fasilitas yang ada pada komputer antara lain adalah software sebagai media pembelajaran.

Software tersebut dapat berupa perangkat lunak dari microsoft office seperti powerpoint, excel , word ataupun software lain seperti Flash MX, Free hand , Swissmax dan masih banyak lagi software lainnya. Dengan media pembelajaran menggunakan software dalam komputer tersebut diduga siswa akan terlibat secara aktif untuk mengamati dan menemukan konsep pokok bahasan matematika.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah penggunaan model kooperatif tipe Jigsaw akan memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model Direct Instruction berbantuan komputer?
  2. Apakah prestasi belajar matematika siswa dengan motivasi tinggi lebih baik daripada siswa dengan motivasi sedang, dan apakah prestasi belajar matematika siswa dengan motivasi sedang lebih baik daripada siswa dengan motivasi rendah?
  3. Apakah pembelajaran dengan model kooperatif tipe Jigsaw memberikan prestasi lebih baik dibanding model Direct Instruction berbantuan komputer pada siswa dengan motivasi belajar matematika yang tinggi?

C. Landasan Teori

Media Komputer

Sejak ditemukan ENIAC pada tahun 1946 di Amerika, perkembangan komputer sangat pesat. Begitu hebatnya perkembangan produk teknologi ini sehingga diperoleh ukuran komputer yang semakin kecil namum kapasitas dan kemampuannya semakin tinggi dan canggih. Oleh karena itu tidak heran jika dalam berbagai aktivitas kehidupan manusia komputer memegang peranan penting dalam membantu mempermudah dan memperlancar berbagai kegiatan.

Model Direct Instruction

Suatu pembelajaran dikelas disebut model pembelajaran jika:

  • ada kajian ilmiah dari penemunya
  • ada tujuannya
  • ada tingkah laku yang spesifik
  • ada lingkungan spesifik yang diperlukan agar tindakan/kegiatan pembelajaran tersebut dapat berlangsung secara efektif

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Model pembelajaran kooperatif belum banyak digunakan/diterapkan dalam proses belajar mengajar disekolah, walaupun masyarakat Indonesia pada umumnya memiliki sifat gotong royong saling tolong menolong dalam bermasyarakat. Padahal semua metode pembelajaran kooperatif menyumbangkan ide bahwa siswa yang bekerja sama dalam belajar dan bertanggung jawab terhadap teman satu timnya mampu membuat diri mereka belajar sama baiknya.

Pengertian Motivasi Belajar

Oemar Hamalik (2008: 158) mengatakan bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Menurut Dimyati (2006: 80), seorang siswa belajar karena didorong oleh kekuatan mentalnya. Kekuatan mental itu berupa keinginan, perhatian, kemauan, atau cita-cita.

D. Metodelogi Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan di SMP se-Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2008/2009.

Sampel penelitian diperoleh dengan teknik stratified cluster random sampling, hingga diperoleh 247 siswa sebagai responden.

Data dikumpulkan dengan dokumentasi,  angket dan tes.

Analisis data dengan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama dengan uji asumsi normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan uji komparasi ganda.

E. Kesimpulan

1. Penggunaan model kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran matematika memberikan prestasi yang lebih baik dibanding pembelajaran dengan model-model direct instruction berbantuan komputer. Rata-rata prestasi belajar yang diperoleh siswa pada pokok bahasan menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah pada pembelajaran matematika dengan model kooperatif tipe Jigsaw lebih baik dibandingkan dengan rata-rata prestasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan model direct instruction berbantuan komputer.

2. Siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan motivasi tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dibanding siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan motivasi sedang dan rendah. siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan motivasi sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan motivasi rendah. Rata-rata prestasi belajar siswa yang mempunyai motivasi tinggi lebih baik dibanding dengan rata-rata prestasi belajar siswa dengan motivasi sedang dan rendah. Rata-rata prestasi belajar siswa dengan motivasi sedang lebih baik daripada rata-rata prestasi belajar siswa dengan motivasi rendah.

3. Pembelajaran dengan model kooperatif tipe Jigsaw memberikan prestasi lebih baik dibanding dengan pembelajaran direct instruction berbantuan komputer pada siswa dengan motivasi tinggi. Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw memberikan rata-rata prestasi belajar yang lebih baik dibanding pembelajaran direct instruction berbantuan komputer pada siswa dengan motivasi tinggi.

Leave a Reply