HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pendidikan: Model Kooperatif dgn Metode Jigsaw utk Meningkatkan Penguasaan Konsep

Judul Tesis : Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Jigsaw untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dalam Pembelajaran Akuntansi Siswa Kelas XI IS 5 SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Ajaran 2008/2009 (Penelitian Tindakan Kelas)

 

A. Latar Belakang

Pembelajaran kooperatif dengan metode jigsaw dikembangkan agar dapat membangun kelas sebagai komunitas belajar yang menghargai semua kemampuan siswa. Dalam metode ini siswa secara individual berkembang dan berbagi kemampuan dalam berbagai aspek kerja yang berbeda. Selama pelaksanaan metode jigsaw, siswa dituntut untuk menjadi aktif sedangkan guru tidak banyak menjelaskan materi kepada siswa sebagaimana yang terjadi dalam proses belajar mengajar metode konvensional. Metode jigsaw dapat membuat siswa untuk berusaha memahami materi yang menjadi tanggung jawabnya dalam kelompok ahli karena mau tidak mau setiap siswa harus menjelaskan materi tersebut kepada teman dalam kelompok asalnya. Metode jigsaw juga mampu membuat siswa untuk berusaha memahami materi dari kelompok ahli lain karena dalam metode ini setiap siswa diberi kuis mengenai materi dari semua kelompok ahli. Hasil dari kuis akan menentukan skor kelompok sehingga dalam kelompok asal siswa akan saling menyemangati dan membantu temannya untuk memahami semua materi.

Dengan demikian, pengalaman belajar siswa akan semakin banyak dan bervariasi yang akhirnya dapat mengoptimalkan potensi yang ada pada diri siswa sehingga penguasaan konsep materi akuntansi akan meningkat. Dalam metode jigsaw peranan guru sangat kompleks,di samping sebagai fasilitator, guru juga berperan sebagai manajer dan konsultan dalam memberdayakan kelompok siswa. Konsep merupakan suatu kelas atau kategori stimuli/objek yang memiliki ciri-ciri umum. Menurut Gagne dalam Winkel (2005:362) menyatakan bahwa “Penguasaan konsep termasuk dalam kategori hasil belajar kemahiran intelektual”. Hal tersebut dikarenakan pengajaran konsep menyajikan usaha-usaha manusia untuk mengklasifikasikan pengalaman belajar manusia. Jadi dapat disimpulkan bahwa konsep merupakan sesuatu yang sangat luas. Pengajaran konsep mendorong siswa untuk lebih kreatif dalam memahami materi pelajaran yang dihadapinya, karena dengan konsep-konsep dapat mengurangi kerumitan suatu materi atau objek yang dipelajari. Oleh karena itu metode pembelajaran jigsaw sangat sesuai diterapkan sebagai upaya untuk meningkatkan penguasaan konsep dalam pembelajaran akuntansi.

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Apakah model dan metode pembelajaran yang diterapkan dalam proses pembelajaran akuntansi selama ini mampu mengaktifkan siswa di dalam kelas ?
  2. Apakah model pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran akuntansi selama ini telah mampu meningkatkan penguasaan konsep siswa jurusan Ilmu Sosial (IS) di SMA Negeri 8 Surakarta ?

 

C. Landasan Teori Tesis

Pengertian Belajar

Belajar merupakan hal yang penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Menurut Slameto (1995: 2) “Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untukmemperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.” Sedangkan Gage (1984) dalam Martinis Yamin(2005: 99) menyatakan bahwa “Belajar sebagai suatu proses dimana organisme berubah perilakunya diakibatkan pengalaman.” Sejalan dengan kedua pendapat itu Gino (2000: 6) menyatakan bahwa “Belajar adalah suatu kegiatan yang dapat menghasilkan perubahan tingkah laku, baik potensial maupun aktual. Perubahan-perubahan itu berbentuk kemampuan-kemampuan baru yang dimiliki dalam waktu yang relatif lama (konstan).Serta perubahan-perubahan tersebut terjadi karena usaha sadar yang dilakukan oleh individu yang sedang belajar.”

 

Hakikat Model Pembelajaran

Menurut Depdiknas (2002:11), menyatakan bahwa ”Model pembelajaran diartikan sebagai suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau toterial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran, serta mengarahkan kita dalam mendesain pembelajaran “.

 

Hakikat Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan setting kelompok-kelompok kecil dan memperhatikan keberagaman anggota kelompok sebagai wadah siswa bekerja sama dan memecahkan suatu masalah melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya (Slavin, 2008:4). Sedangkan Anita Lie (2008:12) menyatakan bahwa “ Cooperative Learning atau pembelajaran kooperatif merupakan sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur.” Jadi, dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerja sama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran di dalam kelompok yang heterogen. Maksudnya, kelompok heterogen dapat dibentuk dengan memperhatikan keanekaragaman gender, agama, sosio-ekonomi, dan etnik serta kemampuan akademis. Karena tujuannya untuk meningkatkan relasi dan interaksi antaranggota serta memudahkan dalam pengelolaan kelas.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas.

Obyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IS 5 SMA Negeri 8 Surakarta yang berjumlah 36 siswa.

Penelitian ini dilaksanakan dengan kolaborasi antara guru kelas, peneliti, dan melibatkan siswa.

Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan simulasi terlebih dahulu oleh peneliti kepada guru kelas.

Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi.

Prosedur penelitian meliputi tahap : (1) persiapan, (2) penyusunan rencana tindakan, (3) pelaksanaan tindakan, (4) observasi atau pengamatan, dan (5) penyusunan laporan. Proses penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yakni: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interprestasi, dan (4) analisis dan refleksi. Setiap siklus dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, siklus pertama selama 6 x 45 menit dan siklus kedua 6 x 45 menit.

 

E. Kesimpulan

Kondisi-kondisi tersebut di atas, disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

  1. Guru sudah berusaha untuk mengelola kelas dengan baik. Hal tersebut terefleksi dari (a) kemampuan guru dalam memotivasi siswa untuk ikut aktif terlibat dalam proses pembelajaran yang berlangsung, (b) posisi guru yang tidak hanya terpaku di kelas bagian depan tetapi sudah mampu berotasi sehingga dapat memantau siswa yang berada di bagian belakang, (c) guru sudah dapat meningkatkan minat dan semangat siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar maupun pada saat kegiatan kerja kelompok, (d) guru sudah dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan penguasaan konsep terhadap materi yang diajarkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar melalui metode jigsaw.
  2. Guru menyadari pentingnya melakukan suatu evaluasi terhadap proses pembelajaran, agar segala kelemahan yang ada dapat teratasi dengan baik, dan tidak terulang dalam proses pembelajaran berikutnya.

 

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Analisis Kompetensi Profesional Guru Matematika dalam Interaksi Belajar Mengajar di SMA Negeri I Sukoharjo Tahun Pelajaran 2008 / 2009
  2. Prestasi Belajar Mahasiswa yang Berwirausaha dan Mahasiswa yang Tidak Berwirausaha
  3. Pemetaan Lokasi Rawan dan Risiko Bencana Banjir di Kota Surakarta Tahun 2007
  4. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Jigsaw untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep
  5. Penerapan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Menulis Narasi pada Siswa Kelas V

 

Leave a Reply