HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Metode Jigsaw dan TGT dengan Media Kartu dari Kemampuan Memori dan Interaksi Sosial

Judul Tesis : Pembelajaran Kimia Menggunakan Metode Jigsaw dan TGT dengan Media Kartu Ditinjau dari Kemampuan Memori dan Interaksi Sosial Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Dalam proses pembelajaran dibutuhkan interaksi edukatif antara satu siswa dengan siswa lain, antar siswa dalam satu kelompok belajar, antara kelompok siswa dengan kelompok siswa dan antara siswa dengan guru. Interaksi edukatif dalam proses pembelajaran merupakan suatu interaksi sosial. Menurut kamus besar bahasa Indonesia , interaksi sosial berarti hubungan yang dinamis antara orang perseorangan dan orang perseorangan, antara perseorangan dan kelompok dan antara kelompok dan kelompok. Jadi antar komponen yang terlibat dalam proses pembelajaran selalu terjadi interaksi yang saling mempengaruhi khususnya antar siswa dengan siswa.

Dalam pembelajaran kimia menggunakan metode Jigsaw dan TGT, siswa saling beriteraksi dalam proses diskusi untuk memecahkan masalah, berargumentasi dalam penyelesaian masalah, menjelaskan penyelesaian masalah kepada temanteman dalam kelompoknya, bersaing secara sehat dalam menyelesaikan kuis maupun game. Jadi kemampuan siswa beriteraksi sosial dengan teman maupun dengan guru mutlak sangat diperlukan dalam proses pembelajaran.

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah pengaruh penggunaan metode Jigsaw dan TGT dengan media kartu terhadap prestasi belajar kimia?
  2. Adakah pengaruh kemampuan memori siswa kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kimia?
  3. Adakah pengaruh interaksi sosial kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kimia?

C. Tinjauan Pustaka

Metode Jigsaw

Metode pengajaran Jigsaw dikembangkan oleh Elliot Aronson. Menurut Anita Lie (2002: 68) “Jigsaw yaitu teknik mengajar dimana siswa dalam pembelajaran berlangsung diharapkan bekerja sama dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan ketrampilan berkomunikasi. Menurut Slavin (2008: 14) Jigsaw adalah adaptasi dari teknik teka teki Elliot Aronson.

Metode TGT (Team Games Tournament )

Metode TGT (Teams Games Tournament) dikembangkan oleh David De Vries dan Keith Edwars. Dalam TGT para siswa dalam tim belajar yang terdiri atas empat orang yang berbeda-beda tingkat kemampuan, jenis kelamin dan latar belakang etniknya. Metode ini pada dasarnya sama dengan metode kooperatif yang lain tetapi kuis yang harus dikerjakan siswa pada akhir kegiatan diganti dengan turnamen mingguan dimana siswa memainkan game akademik dengan anggota tim lain untuk menyumbangkan point bagi skor timnya. Pada metode TGT dimasukkan dimensi kegembiraan yang diperoleh dari penggunaan permainan yang menyenangkan.

Media kartu

Salah satu contoh media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah kartu. Media pembelajaran kartu sudah sangat familiar dan mudah digunakan serta mudah dibuat tanpa memerlukan keahlian khusus disamping biaya pembuatannya juga sangat murah.

Kemampuan Memori

Memori berarti mengingat atau menyimpan. Menurut Abu Ahmadi (2009: 73) Ingatan atau memori merupakan suatu daya jiwa yang dapat menerima, menyimpan dan memproduksi kembali pengertian-pengertian atau tanggapan-tanggapan kita. Kemampuan memori secara sempit dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menerima atau memasukkan kesan-kesan, menyimpan kesan-kesan itu dan mengeluarkan kembali kesan-kesan yang pernah diterima.

Interaksi Sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidupnya manusia selalu berhubungan dan berinteraksi secara sosial dengan orang lain. Demikian juga dalam proses pembelajaran, antara satu siswa dengan siswa yang lain saling berinteraksi dua arah atau interaksi dalam kelompok.

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dan dilaksanakan pada bulan November 2011 – Juli 2012.

Populasinya terdiri dari siswa kelas X SMA Negeri 1 Rawalo tahun pelajaran 2011/2012. Sampel yang diambil adalah 2 kelas yaitu Kelas X4 dan X2 dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas X4 diberikan metode Jigsaw, sedangkan X2 diberikan metode TGT.

Data dikumpulkan dengan tes untuk prestasi kognitif dan kemampuan memori, serta angket untuk prestasi afektif dan interaksi sosial.

Hipotesis diuji menggunakan ANAVA.

E. Kesimpulan

1. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa tidak terdapat pengaruh penggunaan metode Jigsaw dan TGT terhadap prestasi belajar kognitif maupun pada materi pokok tatanama sederhana dan persamaan reaksi siswa kelas X SMA N 1 Rawalo tahun ajaran 2011/2012 yang ditunjukkan oleh rerata prestasi kognitif berturut-turut untuk metode Jigsaw dan TGT adalah 74,7; 76,7.

2. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa ada pengaruh kemampuan memori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar ranah kognitif siswa pada materi pokok tatanama sederhana dan persamaan reaksi siswa kelas X SMA N 1 Rawalo tahun ajaran 2011/2012, masing-masing dengan rerata 77,6; 73,9. Siswa yang memiliki kemampuan memori tinggi cenderung lebih mudah mengingat informasi yang sudah diterima berdasarkan pengalaman belajarnya.

3. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa ada pengaruh interaksi sosial tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif pada materi pokok tatanama sederhana dan persamaan reaksi siswa kelas X SMA N 1 Rawalo tahun ajaran 2011/2012 masing-masing dengan rerata: 78,6; 73,0. Siswa yang memiliki interaksi sosial tinggi cenderung lebih mudah mengkomunikasikan informasi kepada teman dalam kelompoknya hal ini berpengaruh terhadap prestasi belajar kognitif.

Incoming search terms:

Leave a Reply

Alamat IDTesis Surabaya

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)