HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Metode Inkuiri Terbimbing Menggunakan Virtual Lab dan Real Lab

Judul Tesis :  Pembelajaran Fisika dengan Metode Inkuiri Terbimbing Menggunakan Virtual Lab dan Real Lab Ditinjau dari Gaya Belajar dan Gaya Berfikir Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Fakta telah membuktikan bahwa SMA Negeri 1 Kebumen dapat mengukir prestasi sampai ke tingkat nasional bahkan internasional melalui olimpiade sains. Lulusan siswa SMA Negeri 1 Kebumen tiap tahunnya juga banyak yang diterima di beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta ternama di berbagai kota di Indonesia. Ini terjadi karena dukungan modal siswa yang berasal dari sekolah-sekolah unggulan di sekitar Kebumen bahkan ada beberapa yang berasal dari kabupaten lain seperti Banyumas, Cilacap maupun Purworejo.

Para siswa yang berlatar belakang dan motivasi belajar tinggi tersebut merupakan potensi yang bisa dikembangkan dan ditingkatkan apabila mendapat pelayanan belajar secara maksimal dengan fasilitasi yang relevan. Fasilitas pembelajaran yang mencukupi akan dapat menggali dan memberdayakan kemampuan intrinsik yang dimiliki siswa seperti gaya belajar dan gaya berpikir yang mereka miliki.

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah perbedaan prestasi belajar siswa antara pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing menggunakan media Virtual Lab dan Real Lab?
  2. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai gaya belajar visual dan kinestetik?
  3. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki gaya berpikir sekuensial (otak kiri) dan gaya berpikir acak (dominansi otak kanan)?

C. Kajian Teori

Metode Pembelajaran Inkuiri

Inkuiri merupakan salah satu metode atau kegiatan penyajian materi pelajaran untuk memperoleh pengetahuan yang dilakukan dengan cara menemukan dan mengorganisasikan konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui penyelidikikan. Melalui metode ini siswa mempunyai kesempatan yang luas untuk mencari dan menemukan sendiri apa yang dia butuhkan untuk memecahkan masalah dengan mengembangkan ketrampilan intelektual dan daya pikir kritis.

Metode Inkuiri Terbimbing

Sund dalam Momi Sahromi (1986:55) mengatakan bahwa “ada tiga macam metode inkuiri yaitu inkuiri terbimbing (Guided Inquiry), inkuiri terbuka, bebas (Open Inquiry) dan inkuiri bebas termodifikasi (Modified Free Inquiry)”.

Laboratorium Real

Lunetta (1998, p. 249) dalam Susan R. Singer, 2005 p. 31). Mendefinisikan bahwa: “laboratories as experiences in school settings in which students interact with materials to observe and understand the natural world”. Artinya bahwa laboratorium sebagai tempat pengalaman di sekolah yang di dalamnya para siswa berinteraksi dengan benda-benda untuk mengamati dan memahami alam semesta).

Laboratorium Virtual

Laboratorium virtual (Virtual Lab) merupakan laboratorium dengan alat dan bahan yang digunakan untuk kegiatan praktikum berupa seperangkat komputer lengkap dengan program aplikasi (software) yang dirancang khusus untuk kegiatan eksperimen. Software ini berisi animasi-animasi alat bahan dan desain interaktif untuk kegiatan eksperimen. Jadi siswa tinggal menjalankan eksperimen sesuai dengan lembar kerja yang telah disediakan. Dalam laboratorim virtual (Virtual Lab) siswa dapat mengumpulkan data dengan cepat dalam situasi apapun, dan juga memungkinkan untuk melakukan eksperimen yang tidak dapat dilakukan di laboraturium real pada umumnya.

Gaya Belajar

”Gaya belajar adalah kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi”. (Bobbi DePorter, 2008 : 112-113). Ada dua faktor utama tentang bagaimana seseorang belajar. Pertama, bagaimana ia menyerap informasi dengan mudah (modalitas) dan kedua, bagaimana cara ia mengatur dan mengolah informasi tersebut (dominasi otak). Jika seseorang sudah akrab dengan gaya belajarnya maka ia dapat mengambil langkah-langkah penting untuk membantu dirinya belajar lebih cepat dan mudah.

Gaya Berpikir

Dapat dijelaskan bahwa seseorang yang memiliki gaya berpikir sekuensial cenderung memiliki dominansi otak kiri, sedangkan seseorang yang memiliki gaya berpikir acak cenderung memiliki dominansi otak kanan dalam memproses informasi untuk menghasilkan solusi terhadap permasalahan atau informasi yang diterima melalui alat inderanya. Aktivitas yang berbeda akan memerlukan cara berpikir yang berbeda pula. Keuntungan seseorang mengetahui gaya berpikirnya adalah dirinya dapat mengetahui cara mana yang lebih dominan. Disamping itu orang tersebut mengetahui apa yang dapat ia lakukan untuk mengembangkan cara berpikir yang lain.

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas X (sepuluh) SMA Negeri 1 Kebumen Kabupaten Kebumen.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X (sepuluh) SMA Negeri 1 Kebumen Kabupaten Kebumen, yang terdiri dari sepuluh kelas dengan jumlah 320 siswa.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling, yaitu sampel yang diambil berdasarkan kelompok (kelas). Dengan teknik tersebut, diambil empat kelas secara acak dengan menggunakan undian dari kelas X-2 sampai dengan X-9 di SMA Negeri 1 Kebumen.

Peneliti menggunakan rancangan dengan desain faktorial 2x2x2

E. Kesimpulan

  1. Siswa yang belajar menggunakan media Virtual Lab memperoleh rata-rata prestasi belajar fisika lebih tinggi (67,73) dibandingkan dengan siswa yang belajar menggunakan media Real Lab (64,06). Hal ini karena media Virtual Lab lebih memberikan kemudahan kepada siswa dalam memahami konsep listrik dinamik. Sehingga ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan media Virtual Lab dan Real Lab pada materi listrik dinamik.
  2. Siswa visual learners memperoleh rata-rata prestasi yang sama dengan siswa kinestetik learners meskipun diberikan pembelajaran dengan media yang berbeda. Dapat dismpulkan tidak ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara siswa visual learners dan kinestetik learners pada materi listrik dinamik.
  3. Pemikir acak memperoleh rata-rata prestasi lebih tinggi dari pada pemikir sekuensial baik pada kelas Virtual Lab maupun Real Lab. Ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki gaya berpikir sekuensial (otak kiri) dengan siswa yang memiliki gaya berpikir acak (otak kanan) pada materi listrik dinamik.

Leave a Reply