HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Komunikasi: Sistem Kerja Biro Iklan Media Lini Bawah di PT. Cipta Warna Pesona

Judul Tesis: Sistem Kerja Biro Iklan Media Lini Bawah di PT. Cipta Warna Pesona (D’ Network)

 

A. Latar Belakang

Institut Periklanan Inggris mendefiniskan istilah periklanan sebagai pesan-pesan penjualan yang paling persuasif yang diarahkan kepada para calon pembeli yang paling potensial atas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya yang semurahmurahnya (Frank Jefkins, 1996 : 5). Definisi ini menjelaskan bahwa pesan persuasif merupakan cara yang digunakan untuk menarik perhatian para calon pembeli untuk membeli produk barang atau jasa tertentu dengan menekan biaya untuk menghasilkan pesanpesan persuasif tersebut.

William Wells mendefinikan periklanan sebagai berikut: ”Advertising is paid nonpersonal from an identified using mass media to persuade or influence an audience” (William Wells, Dkk, 1999 : 13). Media massa dalam hal ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengkomunikasikan dan menyampaikan pesan agar tepat sasaran ke dalam benak konsumen. Media massa yang paling sering digunakan untuk beriklan adalah mediamedia yang termasuk dalam cakupan Above The Line (ATL) atau media lini atas seperti media televisi, media cetak seperti majalah dan koran serta radio. Untuk mendukung kegiatan ATL maka diperlukan sebuah media pendukung untuk mewujudkan kegiatan periklanan yang berkesinambungan yakni media Below The Line (BTL) atau media lini bawah yang berperan dalam mengadakan kegiatan pameran, event, merchandising dan lainlain untuk memperkuat promo produk yang dilakukan pada media ATL, karena untuk mengiklankan suatu produk tidaklah cukup jika hanya mengandalkan ATL saja.

 

B. Tujuan

  1. Untuk mengetahui tentang peran dan fungsi biro iklan Below The Line dalam dunia periklanan.
  2. Untuk mengetahui proses kerja biro iklan Below The Line dari mulai pencarian klien sampai finishing cetak desain.

 

C. Tinjauan Pustaka

Periklanan

Media promosi yang sering digunakan untuk menyampaikan informasi tentang produk adalah media periklanan. Periklanan merupakan salah satu media yang digunakan perusahaan, bisa diklasifikasikan menurut tujuannya yaitu, untuk memberikan informasi, membujuk dan mengingatkan (Kotler, 1993 : 362). Meskipun periklanan merupakan bagian dari promosi, tetapi menurut Daniel Starch keduanya memiliki pengertian dan tujuan yang berbeda. Menurut beliau promosi bertujuan untuk merangsang kegiatan pembelian di tempat (immediately stimulate purchase), sedangkan periklanan bertujuan untuk mengubah jalan pikiran (state of mind) calon konsumen untuk membeli.

Fungsi Iklan

Periklanan memiliki fungsi yang sangat beragam dan unik. Wells, Burnet dan Moriarty menyebutan bahwa meskipun setiap periklanan atau kampanye mencoba untuk mencapai tujuan yang unik dari sponsor, periklanan memiliki tiga fungsi dasar, yaitu:

  1. Provides products and brands information
  2. Provides incentives to take action
  3. Provides remainders and reinforcement

Below The Line Media

Below The Line Media atau media lini bawah adalah kegiatan periklanan yang tidak melibatkan pemasangan iklan di media komunikasi massa dan tidak mengharuskan adanya komisi kepada perusahaan iklan (Frank Jefkins, 1996 : 381). Seringkali perusahaan iklan mendapatkan honorarium khusus dari pengiklan. Pada umumnya, kegiatan periklanan lini bawah ini bersifat penjualan promosi, yaitu kegiatan pemasaran yang dilakukan di tempat penjualan (point of purchase).

 

E. Kesimpulan

  1. Peran Biro Iklan Below The Line di dalam dunia periklanan adalah sebagai wadah untuk menangani komunikasi dua arah antara produsen ke konsumen, atau dari konsumen ke produsen yang terwujud dalam Brand Experience dan Activation. Selain itu juga untuk mendukung kegiatan periklanan yang dilakukan oleh Biro Iklan Above The Line.
  2. Sistem kerja Biro Iklan Below The Line secara umum dapat dikategorikan menjadi 9 tahapan:
    1. Pengajuan Proposal, yang berisi surat rekanan, portofolio dan profil perusahaan kepada calon klien.
    2. Presentasi Perusahaan, dilakukan setelah pengajuan proposal dan mendapat panggilan oleh klien. Presentasi ini menjelaskan seluk beluk biro dari iklan.
    3. Briefing Produk, penjelasan yang dilakukan oleh klien dengan mengundang satu atau lebih biro iklan mengenai produk atau proyek akan dikerjakan
    4. Proses Kreatif, merupakan proses inti dari sebuah biro iklan. Baik dan buruknya biro iklan dapat dilhat dari hasil kreatif mereka.
  3. Seorang mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Media harus benar– benar siap untuk memasuki dunia kerja yang lengkap dengan segla kewajiban, tanggung jawab dan konsekuensi yang harus ditanggung. Sebenarnya hal ini tidak perlu dijadikan kekhawatiran yang berlebihan, karena pada prinsipnya dunia kerja periklanan tidak menakutkan seperti yang dibayangkan. Proses kreatif berjalan sebagaimana terjadi di kampus. Berlaku revisi, deadline dan tahapan kreatif yang menguras tenaga waktu dan pikiran. Perbadaannya adalah di dunia kerja perlu ditekankan profesionalisme yang perlu dipatuhi setiap karyawan, tidak terkecuali bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Media.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Sistem Kerja Biro Iklan Media Lini Bawah di PT. Cipta Warna Pesona (D’ Network)
  2. Strategi Promosi yang dilakukan Koran Jitu dalam Mencari dan Mempertahankan Klien
  3. Trend Mode Remaja dalam Iklan (Studi Analisis Semiotik tentang Trend Mode Remaja dalam Iklan-Iklan pada Majalah Gadis, Aneka Yess dan Cosmo Girl)
  4. Komunikasi Pemasaran “Telkomsel flash” (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Aktivitas Bauran)
  5. Perannan Public Relations dalam Pengelolaan Kesekretariatan PT. Telkom Kandatel Yogyakarta

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?