HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Komunikasi: Freelance dan Pola Komunikasi

Judul Tesis : Freelance dan Pola Komunikasi (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Freelance dalam Memasarkan Produk LKS di CV. Grahadi Surakarta)

 

A. Latar Belakang

Kesuksesan perentangluasan pasar LKS dengan cepat dan sigap ditangkap oleh para pengusaha percetakan dan penerbitan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan melibatkan guru sebagai penyusun materi, serta merta LKS diproduksi secara besar-besaran dan pendistribusiannya pun diorganisasi dengan menggunakan sistem dan mekanisme pemasaran yang profesional. Oleh karena itu, wajar jika munculnya penerbit-penerbit baru yang memproduksi buku pelajaran dan LKS semakin menjamur. (“LKS Vs Keputusan Mendiknas”, http://www.suaramerdeka.com/harian/0509/03/mur15.htm diakses tanggal 16 Des 2007,05:02 WIB)

LKS dapat dianggap sebagai suatu media atau alat pembelajaran, karena dipergunakan guru sebagai perantara dalam melaksanakan kegiatan pengajaran untuk mencapai tujuan instruksional khusus atau tujuan pembelajaran khusus. LKS ialah lembar kerja yang berisi informasi dan perintah atau instruksi dari guru kepada siswa untuk mengerjakan suatu kegiatan belajar dalam bentuk kerja, praktek, atau dalam bentuk penerapan hasil belajar untuk mencapai suatu tujuan. (Bulu, 1993:8)

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Bagaimana peran freelance sebagai komunikator dalam memasarkan LKS?
  2. Bagaimana pola-pola komunikasi freelance dengan CV. Grahadi dalam memasarkan LKS?
  3. Bagaimana pola-pola komunikasi freelance dengan konsumen (pihak sekolah) dalam memasarkan LKS?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pola Komunikasi

Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama disini maksudnya adalah sama makna. Akan tetapi, pengertian komunikasi yang dipaparkan ini bersifat dasar, dalam arti kata bahwa komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat. Dikatakan minimal karena kegiatan komunikasi tidak hanya informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu, tetapi juga persuasif, yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan melakukan suatu perbuatan atau kegiatan dan lain-lain (Effendy, 1999:9).

Komunikasi Interpersonal (Antarpribadi)

Secara umum, komunikasi yang terjadi antara freelance dengan Grahadi dan pihak sekolah adalah komunikasi interpersonal. Untuk itu penulis mencoba menjelaskan apa dan bagaimana komunikasi interpersonal itu sendiri, sehingga nantinya dapat memberi masukan untuk menganalisa pola komunikasi freelance dalam memasarkan produk LKS.

 

Perencanaan Komunikasi

Perencanaan komunikasi merupakan suatu usaha yang sungguhsungguh, sistematik dan berkesinambungan untuk mengorganisasi kegiatan manusia dalam menggunakan sumber daya komunikasi yang efisien dan melaksanakan kebijakan komunikasi yang berhubungan dengan tujuan pembangunan masyarakat tertentu, sarana-sarana dan prioritas-prioritas yang ditetapkan, serta di dalam menjaga lembaga-lembaga ekonomi, sosial dan organisasi politik.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini termasuk studi deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel“purposive sampling.” Untuk mengarahkan penggalian informasi pada fokus penelitian digunakan panduan pertanyaan. Teknik wawancara mendalam ini ditujukan kepada semua informan atau narasumber dengan pertanyaan berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Informan dalam penelitian ini adalah 6 orang sales freelance Grahadi, 4 orang dari manajemen Grahadi, 4 orang dari pihak sekolah yang menjadi konsumen Grahadi. Data dalam penelitian ini berwujud sumber tertulis, yaitu data-data mengenai freelance Grahadi, serta kutipan dari hasil wawancara dengan informan yang diperoleh melalui wawancara menggunakan teknik rekam dan pencatatan. Melalui gabungan antara sumber tertulis dan pernyataan informan, penulis melakukan analisa berkaitan dengan topik yang diangkat.

 

E. Kesimpulan

Freelance Sebagai Komunikator

Freelance sebagai komunikator karena peneliti melihat posisi freelance sebagai pihak yang berperan aktif menyampaikan pesan dan ide-ide dalam sebuah proses komunikasi pemasaran antara freelance dengan Grahadi dan freelance dengan konsumen (pihak sekolah). Pesan yang disampaikan freelance sebagai komunikator terkait dengan pemasaran LKS Simpati. Agar komunikasi pemasaran yang dilakukannya efektif, maka freelance membuat perencanaan komunikasi.

Pola Komunikasi Freelance dengan CV. Grahadi

Pola komunikasi antara freelance dengan Grahadi yang ditemukan dalam penelitian ini adalah:

  1. Pola komunikasi satu arah (linear) dari Grahadi kepada freelance (one way traffic communications). Pola komunikasi satu arah nampak pada kekuatan (power) Grahadi sebagai patron yang dapat mengatur freelance layaknya atasan kepada bawahan. Freelance sebagai klien berkewajiban patuh dan setia kepada Grahadi sebagai patron. Grahadi mempunyai kekuatan dalam menentukan aturan main, melakukan sita jaminan dan menentukan jumlah pengambilan LKS oleh freelance. Namun ada yang istimewa dalam pola hubungan patron klien antara Grahadi dengan freelance.
  2. Pola komunikasi dua arah – timbal balik (Two way reciprocal communication) antara freelance dengan Grahadi nampak dalam hubungan kemitraan antara freelance dengan Grahadi. Freelance adalah mitra Grahadi yang tidak bisa semua urusan yang terkait dengan pekerjaan freelance diatur oleh Grahadi.
  1. Pola Komunikasi Freelance dengan Konsumen (Pihak Sekolah)

Sekolah adalah lahan pemasaran LKS Simpati bagi freelance Grahadi. Disebut lahan pemasaran karena end user LKS Simpati adalah murid atau anak didik di SMP, SMA dan SMK. Freelance masuk kesekolahan untuk memasarkan LKS, dengan berhubungan dengan satu atau lebih pihak sekolahan yang terdiri dari kepala sekolah, guru, tata usaha (TU), bagian pengadaan buku dan satpam. Tetapi dari semua pihak tersebut, gurulah yang paling berpengaruh untuk menentukan digunakan atau tidaknya LKS untuk anak didiknya.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Peran Public Relations dalam Meningkatkan Penjualan, Mutu dan Citra Produk di PT. Coca-Cola Botling Indonesia Central Java
  2. Kegiatan Marketing Communication PT. INDOSAT, Tbk Surabaya dalam Mensosialisasikan
  3. Peran Kegiatan Media Kliping Bagi Public Relation PT. TELKOM KANDATEL Yogyakarta
  4. Image Building UNS-SOLO (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Peranan Humas Universitas Sebelas Maret dalam Membangun Citra Positif Universitas)
  5. Laporan Kuliah Kerja Media Mekanisme Kerja Media Planner Di Pt. Srengenge Cipta

 

Leave a Reply