HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Perbedaan Persepsi Mahasiswa Akuntansi Mengenai Profesi Akuntan

Judul Tesis : Perbedaan Persepsi Mahasiswa Akuntansi Mengenai Profesi Akuntan (survei pada Fakultas Ekonomi UNS tahun 2009)

 

A. Latar Belakang

Dalam Kode Etik Akuntan Indonesia disebutkan bahwa tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggungjawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dan berorientasi kepada kepentingan publik. Lebih lanjut disebutkan bahwa salah satu dari empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi seorang akuntan adalah profesionalisme. Seorang akuntan haruslah merupakan seorang individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.

Prinsip Ketujuh Kode Etik Akuntan Indonesia menyebutkan bahwa prinsip Profesionalisme berarti setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Prinsip profesionalisme seorang akuntan akan terwujud dengan baik apabila akuntan tersebut merasa bahwa profesi akuntan adalah penting dan memiliki tanggung jawab yang besar dalam masyarakat. Dengan demikian akuntan tersebut berusaha menjalankan tugas dengan sebaikbaiknya dan menjaga nama baik profesinya. Karena itulah, salah satu hal penting yang perlu ditekankan dalam pendidikan akuntansi adalah bagaimana membentuk nilainilai dan persepsi positif mahasiswa terhadap profesi akuntan.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat perbedaan persepsi mahasiswa akuntansi mengenai profesi akuntan antara mahasiswa junior dan mahasiswa senior?
  2. Apakah terdapat perbedaan persepsi mahasiswa akuntansi mengenai profesi akuntan antar program studi yang berbeda (S1 Reguler, S1 Ekstensi, dan Diploma 3)?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Persepsi

Pengertian persepsi menurut KBBI (2002 : 863) adalah tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu atau merupakan proses seseorang mengetahui beberapa hal yang dialami oleh setiap orang dalam memahami setiap informasi tentang lingkungan melalui panca indera. Jadi, persepsi dapat diartikan sebagai proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami setiap informasi tentang lingkungannya melalui panca inderanya (melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan merasakan). Hal ini terjadi karena persepsi melibatkan penafsiran individu pada objek tertentu maka masingmasing objek akan memiliki persepsi yang berbeda walaupun melihat objek yang sama.

Pendidikan Akuntansi

Sistem pendidikan akuntansi selalu mengalami evolusi dari periode ke periode sejalan dengan perkembangan bisnis, yang pada akhirnya disebabkan oleh perubahan teknologi. Dalam kaitan ini sistem pendidikan akuntansi menghadapi suatu tantangan yang berasal dari variabelvariabel perubahan tersebut. Seberapa jauh sistem pendidikan akuntansi memenuhi tantangan terhadap variabel perubahan akan ditentukan oleh seberapa jauh aspek penelitian mendapatkan peran (Fauzi, 1998). Pembicaraan mengenai sistem pendidikan akuntansi sudah terkandung dua dimensi: pengajaran dan penelitian (Choi dalam Fauzi, 1998). Menurut Machfoedz (1997), penelitian yang dilakukan para dosen akuntansi baik kualitas maupun kuantitasnya masih rendah. Ada beberapa penghambat: pertama, tingginya opportunity cost dari sebuah penelitian; kedua, kurangnya kemampuan metodologi untuk melakukan riset; terakhir, lingkungan yang kurang mengapresiasikan sebuah riset.

Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)

Profesi akuntan di Indonesia memasuki era baru dengan terbitnya SK Menteri Pendidikan Nasional No. 179/U/2001. Dengan adanya aturan baru tersebut sebutan profesi akuntan hanya dapat diberikan kepada mereka yang telah selesai menempuh Pendidikan Profesi Akuntansi. Mereka yang lulus PPAk juga berhak mendapatkan nomor register akuntan dari Departemen Keuangan Republik Indonesia.

 

D. Metode Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi S1 Reguler, S1 Ekstensi, dan Diploma 3 di FE UNS. Penelitian ini tidak dilakukan terhadap populasi secara keseluruhan karena adanya keterbatasan tenaga, waktu, dan biaya.

Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling.

Data dalam penelitian ini adalah data primer.

Dalam penelitian ini dikumpulkan datadata sehubungan dengan permasalahan yang telah dikemukakan terdahulu dengan menggunakan metode kuesioner.

Pengujian hipotesis pada penelitian persepsi responden terhadap profesi akuntan digunakan alat uji statistik IndependentSamples T Test.

Penelitian ini menggunakan instrumen pengumpulan data primer berupa kuesioner.

 

E. Kesimpulan Tesis

Berdasarkan hasil uji IndependentSamples T Test dapat disimpulkan bahwa pada program S1 Reguler terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara mahasiswa akuntansi junior dan senior mengenai profesi akuntan, yaitu kelompok pernyataan mengenai akuntan sebagai karir, akuntansi sebagai disiplin ilmu, dan akuntan sebagai profesi. Pada program S1 Ekstensi juga terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara mahasiswa akuntansi junior dan senior mengenai profesi akuntan, namun hanya pernyataan mengenai akuntansi sebagai disiplin ilmu. Begitu juga dengan program Diploma 3 Akuntansi, terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara mahasiswa akuntansi junior dan senior mengenai profesi akuntan, yaitu kelompok pernyataan mengenai akuntan sebagai profesi dan akuntansi sebagai aktivitas kelompok. Oleh karena itu, kurikulum dan proses pengajaran perlu ditingkatkan untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam mempelajari akuntansi dan meningkatkan persepsi mereka mengenai profesi akuntan. Mungkin perlu diundang dosen tamu dan praktisi yang dapat memberi gambaran yang benar dan positif mengenai karir akuntan.

Berdasarkan hasil uji IndependentSamples T Test dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara mahasiswa akuntansi S1 Reguler, S1 Ekstensi, dan Diploma 3 mengenai profesi akuntan. Tugas kita semua memberi gambaran yang jelas mengenai profesi akuntan agar mahasiswa akuntansi mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang jelas mengenai profesi akuntan itu sendiri.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Sistem Pemberian Kredit Bagi Nasabah Baru pada PT. BPR Sukadana Surakarta
  2. Pengaruh Karakteristik Dewan Komisaris terhadap Pengungkapan Intellectual Capital
  3. Perbedaan Persepsi Mahasiswa Akuntansi Mengenai Profesi Akuntan
  4. Persistensi Laba, Akrual, Aliran Kas dan Booktax Differences
  5. Rancangan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas Sederhana

 

 

 

Leave a Reply

Alamat IDTesis Surabaya

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)