HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Perbedaan Kecemasan Antara Mahasiswa PMDK, Reguler, dan Swadana

Perbedaan Kecemasan Antara Mahasiswa PMDK, Reguler, dan Swadana Semester V di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

ABSTRAK

Kecemasan sering dialami oleh semua manusia, kekhawatiran tentang sejumlah aktivitas seperti prestasi akan menimbulkan kecemasan. Adanya pembagian mahasiswa menjadi kelompok  PMDK, Reguler, dan Swadana menyebabkan meningkatnya kecemasan pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecemasan antara mahasiswa PMDK, Reguler, dan Swadana Semester V di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan    pendekatan observasional analitik. Sampel dari penelitian ini berjumlah 60 mahasiswa, pengambilan sampel mengunakan teknik simple random sampling dengan matching. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala L-MMPI dan TMAS. Data dianalisa menggunakan uji anova dengan hasil P = 0.726 (P>0,05) sehingga hasil yang diperoleh non signifikan. Kesimpulannya tidak ada perbedaan kecemasan pada mahasiswa PMDK, Reguler, dan Swadana.

Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelompokan mahasiswa menjadi kelompok PMDK, Reguler, dan Swadana telah sesuai dipandang dari sudut psikiatri khususnya kecemasan. Peneliti menyarankan kepada mahasiswa untuk menjadikan tuntutan berprestasi sesuai dengan kemampuan. Untuk pihak kampus peneliti menyarankan untuk mengantisipasi terjadinya kecemasan pada mahasiswa dengan memberikan pengarahan dan bimbingan secara proporsional.

Kata Kunci : Kecemasan, Mahasiswa, Anova

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kecemasan adalah keadaan suasana – perasaan (mood) yang ditandai oleh gejala – gejala jasmaniah seperti ketegangan fisik dan kekhawatiran tentang masa depan yang menyebabkan seseorang mengantisipasi kemungkinan datangnya bahaya atau kemalangan di masa yang akan datang dengan perasaan khawatir. Kecemasan mungkin melibatkan perasaan, perilaku, dan respon – respon fisiologis (Barlow dan Durand, 2006). Sensasi kecemasan sering dialami oleh hampir semua manusia. Perasaan tersebut ditandai oleh rasa ketakutan yang difus, tidak menyenangkan, dan mungkin juga merasa gelisah. Kecemasan segera mengarahkan seseorang untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah ancaman atau meringankan akibatnya, misal dengan belajar giat untuk mempersiapkan menghadapi ujian (Kaplan dan Sadock, 1997).

Sejumlah studi menunjukkan bahwa orang yang meyakini bahwa perasaan cemas dapat membimbing pada hasil positif seperti solusi yang lebih baik dari masalah, meningkatkan motivasi atau mencegah dan meminimalisir hasil negatif, dapat membantu mereka dalam menghadapi ketakutan dan kegelisahan (Pitaloka, 2007). Jalur penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS dibagi menjadi 3 jalur seleksi, yaitu : Jalur PMDK, Jalur SPMB Nasional (Reguler), dan Jalur SPMB Swadana. Menurut pengamatan peneliti, para mahasiswa yang masuk melalui jalur – jalur tersebut secara umum memiliki karakteristik yang berbeda.

Mahasiswa yang masuk melalui jalur PMDK pada umumnya lebih percaya diri dalam menghadapi suasana belajar di Fakultas Kedokteran. Selain karena faktor kecerdasan, mereka juga memiliki jadwal belajar yang lebih teratur dan metode belajar yang lebih efektif dibanding mahasiswa reguler dan Swadana sehingga lebih siap dalam menghadapi ujian. Hal ini menghindarkan mereka dari stress berlebih dan kecemasan dalam menyelesaikan studi di Fakultas Kedokteran, bahkan beberapa dari mereka mampu meraih predikat cumlaude. Meskipun begitu, predikat cumlaude tidak selalu hanya menjadi milik mahasiswa PMDK saja, beberapa mahasiswa reguler pun mampu meraih gelar cumlaude saat kelulusan. Sedangkan mahasiswa Swadana pada umumnya memiliki rasa percaya diri yang lebih rendah dibandingkan mahasiswa PMDK dan Reguler yang disebabkan perasaan malu atas predikat mereka sebagai mahasiswa Swadana. Mereka juga terbilang kurang dari segi metode dan jadwal belajar, hal ini menyebabkan mereka rentan terhadap kecemasan. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa mahasiswa Swadana yang dapat menyelesaikan studi dengan baik dan tepat waktu.

Incoming search terms:

Leave a Reply