HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Pengaruh Biaya Keagenan n Struktur Kepemilikan trhdp Kebijakan Dividen

Judul Tesis : Pengaruh Biaya Keagenan dan Struktur Kepemilikan terhadap Kebijakan Dividen : Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2003-2007

 

A. Latar Belakang

Perusahaan dipandang sebagai kumpulan kontrak antara pihak manajer serta pemegang saham. Manajer yang ditunjuk oleh pemegang saham ditugaskan untuk mengelola perusahaan. Namun kenyataannya kepentingan manajer serta pemegang saham seringkali tidak sejalan.

Setiyono (2006) menjelaskan bahwa dalam perusahaan sering tejadi permasalahan keagenan (agency conflict) yang ditunjukkan sebagai perbedaan kepentingan antara manajemen (agen) dan pemegang saham. Pertentangan ini muncul akibat dari kemungkinan manajer membuat keputusan pendanaan atau struktur modal ataupun pemilihan proyek investasi yang tidak optimal dari sudut pandang pemegang saham. Perilaku manajer ini akan membahayakan kepentingan pemegang saham kerena memungkinkan return yang diterima pemegang saham tidak maksimal. Untuk itu manajemen diberikan sebagian kekuasaan untuk membuat keputusan bagi kepentingan terbaik pemegang saham. Oleh sebab itu, manajemen wajib mempertanggungjawabkan semua upayanya kepada pemegang saham. Konflik antara pihak manajemen serta pemegang saham ini dapat diminimalkan dengan suatu mekanisme pengawasan yang dapat menyejajarkan kepentingan yang terkait. Oleh karena adanya mekanisme pengawasan inilah menyebabkan munculnya suatu kos yang disebut biaya keagenan (agency cost).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh positif antara biaya keagenan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia periode 2003 – 2007?
  2. Apakah ada pengaruh positif antara struktur kepemilikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia periode 2003 – 2007?

C. Landasan Teori

Biaya Keagenan (Agency Cost)

Teori keagenan berusaha untuk menjawab masalah keagenan yang terjadi jika pihak-pihak yang saling bekerja sama memiliki tujuan-tujuan yang berlawanan. Siswanti (2005) menyatakan bahwa dalam konteks manajemen keuangan, konflik keagenan utama yang terjadi dalam perusahaan merupakan hubungan antara (1) pemegang saham dan manajer, (2) manajer dan kreditor, (3) antara manajer, pemegang saham dan debtholder/kreditor.

Dispersi Kepemilikan Saham (Shareholder Dispersion)

Dispersi kepemilikan saham merupakan pemegang saham yang memiliki saham di banyak perusahaan. Jensen dan Meckling (1976) dalam Hariyanto (2004) menyatakan bahwa jika pemegang saham semakin menyebar, maka konsentrasi kepemilikan saham akan terpisah dalam persentase yang kecil sehingga yang menyebabkan kekuatan pemegang saham untuk mengontrol manajer menjadi rendah. Kesulitan dalam melakukan kontrol ini juga akan menimbulkan masalah keagenan terutama karena adanya asimetrik informasi.

Kebijakan Dividen (Dividend Policy)

Dividen merupakan laba ditahan yang dibagikan kepada para pemegang saham berdasarkan prosentase kepemilikannya. Nuringsih (2005) menambahkan bahwa dividen juga dapat dikatakan sebagai keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai return atas keterlibatan mereka sebagai supply capital. Dividen yang dibagi dapat berbentuk uang tunai, aktiva selain kas dan saham sendiri, saham baru. Besarnya dividen yang dibagikan kepada pemegang saham ditentukan oleh kebijakan dividen yang diambil oleh perusahaan. Kebijakan dividen menyangkut tentang keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan seharusnya dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen kas dan pembelian kembali saham atau laba tersebut sebaiknya ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembelanjaan investasi di masa datang (Sartono, 2001).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini berfokus pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2003-2007.

Data penelitian ini diperoleh dari ICMD (Indonesian Stock Market Directory) dan/atau laporan keuangan yang diterbitkan oleh JSX (www.jsx.co.id) dan juga pojok Bursa Efek Indonesia Fakultas Ekonomi UNS.

Metode yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi yaitu menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 164 observasi. Untuk menguji pengaruh antara biaya keagenan dan struktur kepemilikan terhadap kebijakan dividen menggunakan model regresi Ordinary Least Square.

 

E. Kesimpulan

  1. Penelitian ini telah memenuhi semua uji asumsi klasik, meliputi pengujian normalitas, pengujian multikolinieritas, pengujian autokorelasi, dan pengujian heterokedastisitas.
  2. Berdasarkan hasil statistik deskriptif, rata-rata kebijakan dividen pada tahun 2003-2007 bertanda positif, hal itu berarti bahwa rata-rata perusahaan manufaktur di Indonesia mengurangi konflik keagenan dengan cara menaikkan pembayaran dividen.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan dalam Laporan Tahunan Perusahaan
  2. Pengaruh Pengalaman Terhadap Peningkatan Keahlian Auditor dalam Bidang Auditing
  3. Analisis Aplikasi Metode Perhitungan Zakat Perusahaan Studi Kasus PD. Lisha Mart
  4. Pengaruh Kualitas Laba terhadap Cost Of Equity Capital dengan Informasi Asimetri Sebagai Variabel Intervening
  5. Pengaruh Biaya Keagenan dan Struktur Kepemilikan terhadap Kebijakan Dividen Studi pada Perusahaan Manufaktur

 

 

Leave a Reply