HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Evaluasi Sistem Penerimaan Kas dr Penjualan Ekspor pd CV Mugiharjo Furniture

Judul Tesis : Evaluasi Sistem Penerimaan Kas dari Penjualan Ekspor ada CV Mugiharjo Furniture

 

A. Latar Belakang

MUGIHARJO adalah produsen mebel yang berorientasi ekspor. Jenis produk yang dihasilkan adalah meja, kursi, almari, mirror. Perusahaan ini memproduksi barang-barangnya dengan memanfaatkan kekayaan alam yaitu berasal dari kayu yang diolah menjadi furniture. Sebagian besar penerimaan kasnya berasal dari penjualan ekspor. Kas adalah aktiva yang tidak produktif, oleh karena itu harus dijaga supaya jumlah kas tidak terlalu besar sehingga tidak ada “idle cash”. Karena sifat kas yang sangat mudah untuk dipindahtangankan dan tidak dapat dibuktikan pemiliknya, maka kas mudah digelapkan. Oleh karena itu perlu diadakan pengawasan yang ketat terhadap kas. Pada umumnya suatu sistem pengawasan intern terhadap kas akan memisahkan fungsi-fungsi penyimpanan, pelaksana dan pencatatan (Zaki Baridwan : 85). Selain itu juga dibutuhkan suatu sistem informasi penerimaan kas yang dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam panyampaian informasi.

Dalam sistem informasi penerimaan kas dari hasil ekspor CV MUGIHARJO sistem pembayaran yang digunakan dengan Telegrafic Transfer (TT) dimana setiap ada order buyer harus mengirimkan uang muka sebesar 25%. Sistem pembayaran ini hanya atas dasar kepercayaan antara eksportir dan importir. Dengan sistem yang dilakukan oleh perusahaan tersebut masih mempunyai banyak resiko. Selain hal ini CV MUGIHARJO juga sering mengalami keterlambatan dalam penerimaan kas, sehingga harus menahan dokumen-dokumen ekspor yang harus dikirim ke buyer. Hal ini dapat merugikan bagi perusahaan karena akan menghambat proses yang lain yang akan berpengaruh pada kegiatan ekspor selanjutnya. Pada CV MUGIHARJO juga belum terdapat desain sistem penerimaan kas dari hasil ekspor secara tertulis, padahal perusahaan tersebut sudah sering melakukan kegiatan ekspor.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana sistem penerimaan kas dari penjualan ekspor pada CV MUGIHARJO ?
  2. Apa saja kelebihan dan kelemahan sistem penerimaan kas dari penjualan ekspor pada CV MUGIHARJO ?

 

C. Landasan Teori Tesis

Pengertian Ekspor

Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang-barang dari peredaran masyarakat dan mengirimkan barang-barang tersebut ke luar negeri sesuai ketentuan pemerintah dengan mengharapkan pembayaran dalam bentuk valuta asing (Amir, MS, 2004:100).

Pengertian Sistem Akuntansi

Menurut Barry E. Chusing (dalam Baridwan, 1982 : 16) sistem informasi akuntansi adalah suatu set sumber daya manusia dan modal dalam suatu organisasi yang bertugas untuk menyiapkan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari kegiatan pengumpulan dan pengolahan data transaksi. Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan (Mulyadi, 2001 : 3).

 

D. Kesimpulan

  1. Kegiatan utama CV MUGIHARJO adalah ekspor, sehingga penerimaan kas juga berasal dari penjualan ekspor yang pembayarannya menggunakan sistem pembayaran advance payment dengan media telegraphic transfer (T/T), yaitu buyer membayar sebesar 25% dari total yang harus dibayarkan pada saat permintaan order. Sisanya dibayarkan seminggu setelah barang dikapalkan, sebelum barang sampai ke tangan buyer. Alasan CV MUGIHARJO menggunakan T/T karena pada dasarnya sudah ada unsur kepercayaan dengan buyer dan proses pembayaran yang lebih cepat karena perintah pembayaran yang diterbitkan dan ditagihkan antar bank koresponden menggunakan telex atau telegram.
  2. Fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas adalah departemen pemasaran, departemen keuangan, departemen produksi, departemen gudang produk, departemen ekspor, departemen akuntansi.
  3. Dokumen yang digunakan dalam sistem penerimaan kas adalah surat order, rencana kerja, bukti serah terima produk, shipping intruction, delivery order, invoice, packing list, PEB, PE, B/L, SKA/COO, Certificate of Fumigation, bukti transfer pembayaran sebagian, bukti transfer sisa pembayaran.

 

E. Saran

  1. Untuk menghindari resiko tidak terbayarkan oleh importir sebaiknya dibuat sales contract yang merupakan kesepakatan antara importir dan ekspotir.
  2. Sebaiknya dibuat sistem yang tertulis yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam proses pencatatan penerimaan kas yang merupakan hasil dari penjualan ekspor untuk memudahkan pengawasan dan untuk memudahkan karyawan melakukan tugasnya.
  3. Agar tercipta sistem pengendalian intern yang baik, sebaiknya diadakan pemeriksaan mendadak untuk mengetahui apakah tugas karyawan sudah sesuai dengan prosedur, diadakan perputaran jabatan sebagai internal check antar karyawan, dan diadakan penghitungan saldo kas secara periodik dan mendadak untuk menghindari terjadinya penggelapan kas.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Sistem Penerimaan Kas Dari Penjualan Ekspor Pada Cv Mugiharjo Furniture
  2. Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Pengeluaran Kas Di Pt. Batik Keris Sukoharjo
  3. Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Pengukuran Kinerja Pada Rsud Pandan Arang Kabupaten Boyolali
  4. Dampak Praktik Akuntansi Mismatching Terhadap Persistensi Earnings
  5. Pengaruh Kepemilikan Institusional, Likuiditas Aset Dan Tangibility Terhadap Struktur Modal Perusahaan Manufaktur Dalam Bidang Food And Baverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007 Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Kontrol

Leave a Reply

Alamat IDTesis Surabaya

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)