HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Administrasi Negara: VEGETARIAN (Kajian Kebiasaan Makan pd Umat Buddha Maitreya)

Judul Tesis :  VEGETARIAN (Suatu Kajian Kebiasaan Makan pada Umat Buddha Maitreya)

 

A. Latar Belakang

Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi, membantu pertumbuhan badan dan otak. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein, Kabohidrat, lemak dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan. Makanan diperlukan untuk membina kesehatan. Back to Nature atau kembali kealam merupakan salah satu upaya manusia untuk menyelaraskan diri dengan kehidupan alam. Makanan alami untuk kebutuhan manusia tidak akan menghalangi menikmati hidup bahagia dan selaras dengan alam. Oleh karena itu pengetahuan tentang gizi menjadi penting bagi kita guna mempertahankan derajat kesehatan yang lebih obtimal. Pengaturan pola makanan bukan rahasia lagi sebagai salah satu kunci terpenting untuk menjamin kesehatan pribadi. Oleh karena itu, tidaklah heran jika saat ini semakin banyak ditemukan berbagai konsep alternatif tentang healthy food misalnya berupa diet berdasarkan golongan darah, jus kombinasi, herbal dan juga vegetarian. Dalam pengaturan pola makanan juga dianjurkan adanya keseimbangan.

Salah satunya konsep alternatif tentang healthy food adalah pola hidup vegetarian. Vegetarian adalah salah satu bentuk tekad kembali ke alam (Pebi Purwosuseno: 2007). Berbagai penyakit timbul karena cara hidup yang kurang sehat atau perilaku yang salah. Hal yang paling ditakuti oleh orang adalah pikiran tentang kemungkinan terserang penyakit tertentu yang akhirnya mematikan. Sejalan dengan meningkatnya angka kematian akibat beberapa penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah, kanker, kegemukan, hipertensi, stress, dan kolestrol tinggi, pola hidup sehat dengan vegetarian merupakan pilihan yang paling tepat (Mohammad, 1996: 12).

 

B. Landasan Teori

Sejarah Umum Agama Buddha Maitreya

Maitreya berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti kasih yaitu membawakan kebahagiaan, sukacita, harapan dan kecemerlangan bagi umat manusia. Buddha Maitreya adalah Buddha yang dikenal oleh semua kalangan sebagai Buddha bahagia, Buddha sukacita, Buddha penuh tawa ria, Buddha yang penuh berkah. Buddha Maiteya memiliki kasih sayang yang sangat besar terhadap semua mahluk hidup di dunia. Wujud Buddha Mitreya yang tampak pada zaman sekarang adalah wujud dari Biksu Berkantong. Senyuman-Nya yang memenuhi wajah, daun telinga yang terkulai ke bawah, perut yang bulat dan besar, leher dan perut tampak terbuka.

Vihara Pematangsiantar

Vihara yang ada di siantar di dirikan pada tahun 1990 yang di dirikan di atas lahan kosong yang dibagun atas kontak batin dari Buddha Maitreya kepada Yayasan Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (MAPANBUMI). Vihara ini dengan asektur yang sederhana, seperti bagunan biasa namun tidak meninggalkan ciri etnik Cina yang mendominasi agama Buddha Maitreya. Karena vihara ini kecil maka namanya yakni Vihara Madya Maitreya. Pada tanggal 13 november 2005 baru di resmikan oleh Walikota Pematangsiantar R. E. Siahaan sebagai tempat peribadahan dan secara resmi sebagai daerah kunjungan wisata. Vihara Madya Maitreya merupakan vihara satu-satunya bagi Umat Buddha Maitreya yang ada di Pematangsiantar.

 

Aktivitas-aktivitas yang Berlangsung di Vihara

Aktivitas-aktivitas yang sring berlangsung di vihara sangatlah banyak jika dilihat dari adat istiadat umatnya aktivitas berupa pernikahan, memberkati anak baru lahir, pemberkatan rumah serta pemakaman yang memerlukan bantuan para pandita serta merayakan tahun baru Cina atau Imlek. Selain itu sembayang meramal nasib dimana umat menyatakan sesuatu hal yang akan terjadi pada masa yang akan datang yang dinamakan sembayang Ciam Sie. Sembayang ini dilakukan dengan membakar tiga batang dupa, kemudian umat mengacau alat sembayang Ciam Sei yang terbuat dari atom yang berukuran panjang satu meter dan beraksara cina, begitu seterusnya hingga ada satu jarum yang jatuh kelantai.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, berupa pengamatan dan wawancara.

Wawancara yang dilakukan pada umat Buddha Maitreya dengan informan pangkal seperti Pandita dan staff yang berada di vihara, dan informan kunci adalah umat Buddha Maitreya yang telah lama mengikuti ajaran Buddha Maitreya, sedangkan informan biasa dilakukan wawancara sambil lalu yaitu kepada pengikut ajaran Buddha Maitreya.

Penelitian ini dilakukan di vihara Pematangsiantar dan vihara Medan sebagai pelengkap data.

 

D. Kesimpulan Tesis

Kebiasaan makan vegetarian adalah kebiasaan makan yang tidak mengkomsumsi makanan yang berasal dari produk hewani. Umat Buddha Maitreya merupakan masyarakat yang menganut atau salah satu kelompok yang menerapkan vegetarian dalam kehidupan mereka sehari-hari. Menjadi seorang vegetarian didasari dengan adanya larangan dari Buddha Maitreya untuk memakan daging. Fungsi menjadi seorang vegetarian pada umat Buddha Maitreya yang ada di Pematangsiantar dan Medan yakni membersihan mulut dari makanan hewani, mendekatkan diri kepada Tuhan, mengasihi hewan dan untuk mendapatkan pikiran yang jernih. Dari segi kesehatan vegetarian juga mempunyai fungsi dimana semakin bertambahnya pengetahuan tentang penyakit dan asupan makanan semakin terjaga. Umat Buddha juga memaknai vegetarian itu secara mendalam dalam kehidupan mereka.

Pengetahuan bahan makanan yang dimakan setiap harinya Umat Buddha Maitreya sangatlah tinggi diaman mereka dapat mengatur pola makan yang baik, sehingga mereka mengaku jarang terkena penyakit dan defisiensi vitamin. Bagi mereka keuntungan kebiasaan menjadi seorang vegetarian itu memiliki segudang manfaat dilihat dari sisi kerohanian dan sisi kesehatan. Jika pun seseorang ada yang terkena penyakit itu dapat diakibatkan karena tidak teraturnya dalam memilih makanan dan dosa karma yang telah ada dalam dirinya. Untuk menghilangkan dosa karma itu harus ada pertobatan.

 

E. Saran

  1. Menjaga pola makan yang baik dan menghindari kebiasaan makan yang dapat mengakibatkan penyakit, dan perilaku seperti merokok dan minim minuman alkohol serta narkoba.
  2. Untuk Pemerintah agar memberikan seminar-seminar tentang kesehatan dalam menjaga keseimbangan makanan pada masyarakat, agar masyarakat indonesia menjadi masyarakat yang sehat bebas dari penyakit.

 

Contoh Tesis Administrasi Negara

  1. Tekap (Persepsi Keluarga Pemulung Tentang Pendidikan di Kel Sirantau, Kec Datuk Bandar Kota Tanjung Balai)
  2. Tekong (Studi Deskriptif Terhadap Pemanfaatan SDA Pesisir Pada Masyarakat Sibolga)
  3. Vegetarian (Suatu Kajian Kebiasaan Makan Pada Umat Buddha Maitreya)
  4. Kopi Si Galar Utang (Kehidupan Sosial Ekonomi Keluarga Petani Kopi di Dusun Sibangun Meriah Desa Bangun Seribu Kec. Silimakuta Kab Simalungun)
  5. Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Studi Tentang Pelayanan STNK di Kantor Bersama Samsat Pematang Siantar)

Leave a Reply