HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Administrasi Negara: Sengketa Tanah dan Prosedur Penyelesaiannya

Judul Tesis : Sengketa Tanah dan Prosedur Penyelesaiannya (Studi Kasus tentang Kemajemukan Hukum terhadap Sengketa Tanah dan Prosedur Penyelesaiannya pada Masyarakat Nias)

 

A. Latar Belakang

Permasalahan pertanahan merupakan suatu permasalahan yang cukup komplek dan membutuhkan waktu yang panjang dalam penyelesaiannya. Masalah-masalah pertanahan tersebut akan menimbulkan sengketa tanah. Berbicara tentang sengketa tanah seperti dilangsir oleh media Suara Pembaruan (2007), sedikitnya 3.000 hektare (ha) tanah di kabupaten maupun kota di Sumatera Utara (Sumut) masih bermasalah. Sumatera Utara berada pada urutan ketiga dalam kasus sengketa tanah setelah DKI Jakarta, Surabaya dan Jawa Timur. Persoalan tanah memiliki dampak yang sangat besar, yakni di antara masyarakat yang terlibat persengketaan tersebut sering bertikai. Persoalan tanah sangat sensitif dan berdampak sangat luas, misalnya satu keluarga rela saling membunuh hanya demi mempertahankan status tanah yang dianggap sebagai miliknya.

Pelaksanaan musyawarah dalam penyelesaian sengketa tanah yang terdapat pada masyarakat Madura merupakan fenomena pluralisme hukum yang nyata dalam menyelesaikan persoalan sengketa tanah. Hal ini dituliskan oleh Lucy Dyah Hendrawati (2005) yang mengungkapkan bahwa untuk mempertahankan harga diri dan kehormatan, bisa dilakukan dengan jalan persahabatan dan perdamaian yaitu melalui sumpah pocong Anto Achadiat dalam Ihromi (1993) menyatakan bahwa kasus sengketa yang terjadi pada dua masyarakat Tenda dan Kumba di kabupaten Manggarai Flores Barat, Nusa Tenggara Timur pada dasarnya menempati wilayah yang sama, sebagai upaya penyelesaian sengketa.

 

B. Ruang Lingkup Masalah

  1. Apa saja hal yang mendasari terjadinya sengketa tanah bagi masyarakat Nias?
  2. Bagaimanakah prosedur penyelesaian sengketa tanah di Nias dan siapakah yang menjadi mediator dalam penyelesaian sengketa tersebut?
  3. Bagaimanakah sistem hukum tersebut secara operasional bekerja dalam kehidupan masyarakat Nias?

 

C. Landasan Teori

Kependudukan

Jumlah penduduk Kabupaten Nias tahun 2007 adalah 442.548 jiwa dengan kepadatan penduduk 127 jiwa/km² dan 85.361 rumahtangga. Keadaan penduduk menunjukan bahwasanya lebih banyak jumlah perempuan daripada laki-laki.

Tujuan Perkawinan bagi suku Nias

Pada masyarakat Nias perkawinan memiliki empat tujuan yakni; pertama untuk memperoleh keturunan tempat mewariskan garis keturunannya. Garis keturunan tersebut diwariskan melalui anak laki-laki. Kedua, untuk memperoleh tingkatan kedudukan sosial dasar, sebagai batu loncatan untuk meraih tingkat kedudukan sosial yang lebih tinggi. Fangambatö20 20 perkawinan merupakan syarat untuk memperoleh bosi yang ketujuh. Dari bosi inilah dia mulai berjuang untuk memperoleh bosi yang lebih tinggi, akhirnya dia memperoleh gelar kebangsawanan Balugu, suatu gelar yang menjadi cita-cita hidup seorang laki-laki Nias pada zaman dahulu.

Berdasarkan Sistem Kepemilikan Tanah Secara Ideal

Tanah pada masyarakat Nias terdiri dari tanah anak berdasarkan atas pembagian harta warisan, tanah ulayat yang merupakan tanah leluhur yang diwariskan kepada keturunan berdasarkan marga dan tanah milik pribadi yakni tanah yang dibeli dengan uang pribadi dan tidak di sahkan secara hukum adat.

 

D. Metode Penelitian Tesis

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif.

Informan pangkal yakni Kepala Desa Dahana yakni bapak Christian Harefa dan Kepala Pengadilan Negri Nias yakni bapak P.Joseph Ziraluo.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif.

Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan penelitian yakni pada saat wawancara, dimana informan takut untuk mengungkapkan informasi yang ditanyakan.

 

E. Kesimpulan

Penyelesaian sengketa tanah pada masyarakat Nias didasarkan pada kekeluargaan, adat dan yang terakhir diselesaikan di pengadilan, tapi kebanyakan masalah sengketa yang terjadi diselesaikan secara kekeluargaan dan adat. Masyarakat Nias masih mengenal dan menjunjung tinggi ungkapan dari orangtua mereka terdahulu yakni jika seseorang keluarga membawa permasalahan di pengadilan maka tidak akan dianggap sebagai saudara lagi bahkan akan dikucilkan dalam kegiatan masyarakat. Maka, segala perkara tanah yang terjadi pada masyarakat Nias selalu diselesaikan secara kekeluargaan dan adat dengan menggunakan jasa dari pihak ketiga agar mereka dihargai di tempat mereka tinggal. Pihak ketiga yang diambil tentunya bukan dari garis keturunan kekerabatan mereka melainkan pihak lain yang bukan dari keluarga mereka. Biasanya mereka menggunakan jasa dari Pendeta dan tokoh-tokoh agama.

Penyelesaian secara kekeluargaan dan adat bagi masyarakat Nias tidak terlepas dengan adanya pembayaran adat berupa babi, uang dan hal-hal lainnya yang menjadi keputusan dalam musyawarah. Jika secara kekeluargaan dan adat biasanya pihak keluarga yang mengadukan akan menanggung pengeluaran berupa penyedian makanan, barulah diganti ketika hasil keputusan menyatakan orang yang dilaporkan telah melanggar batas tanah. Namun, terkadang pihak pelapor tidak mempersoalkan pengeluaran yang telah ia keluarkan asalkan apa yang menjadi miliknya terbukti. Jadi, secara operasional hukum yang berlaku dalam penyelesaian sengketa tanah bagi masyarakat Nias lebih mengarah pada proses membiarkan, perundingan serta mediasi seperti yang diungkapkan oleh Nader dan Todd.

 

Contoh Tesis Administrasi Negara

  1. Perkawinan Antarbangsa (Studi Kasus Perkawinan Campur Antara Orang Batak dengan Wisatawan Asing di Samosir)
  2. Pertanggungjawaban Pidana Pimpinan Perusahaan yang Melalukan Tindak Pidana Pencurian Listrik Ditinjau dari UU Ketenagalistrikan
  3. Perubahan Adat Perkawinan pada Masyarakat Pakpak Kelasen
  4. Prosedur Permohonan Pengurusan NPWP Orang Pribadi Pada KPP Pratama Medan Belawan
  5. Rabab (Studi Deskriptif Mengenai Perubahan Kesenian Tradisional Rabab di Daerah Muaralabuh, Sungai Pagu, Solok Selatan, Sumbar)

 

Incoming search terms:

Leave a Reply